Duh, Bakteri dari Lap Dapur Bisa Memicu Keracunan Makanan!

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/11/2019
Bagikan sekarang

Selain peralatan masak, di dapur Anda pasti ada lap dapur. Lap dapur memang serba guna. Bisa untuk membersihkan meja, mengeringkan piring dan gelas, hingga untuk mengelap tangan. Namun hati-hati, benda yang satu ini juga bisa jadi penyebab keracunan makanan, lho. Bagaimana bisa? Cari tahu lewat ulasan berikut ini.

Lap dapur bisa jadi penyebab keracunan makanan

lap dapur
Sumber: The Homemakers Dish

Penyebab keracunan makanan yang paling umum adalah kontaminasi bakteri dan kuman penyakit pada makanan. Keracunan makanan juga bisa disebabkan oleh peralatan yang Anda pakai untuk bersih-bersih, salah satunya lap dapur.

Dilansir dari Medical Daily, sebuah penelitian dari University of Mauritius mengungkapkan bahwa lap dapur yang biasanya digunakan untuk mengelap alat-alat masak, mengangkat panci panas, atau mengeringkan tangan ternyata menyimpan banyak bakteri. Hal ini dibuktikan dari 100 lap dapur yang diteliti, sebanyak 49 di antaranya positif mengandung bakteri penyebab keracunan makanan.

Lap dapur yang positif mengandung bakteri kebanyakan digunakan untuk banyak hal sekaligus. Contohnya Anda mengelap alat-alat masak sekaligus mengeringkan tangan dengan lap yang sama.

Sisa-sisa air dari tangan atau alat-alat dapur yang basah akan mudah terserap oleh serbet dan membuatnya lembap. Nah, kain yang lembap inilah yang menjadi tempat favorit bagi bakteri untuk tumbuh dan berkembang biak.

Ketika Anda menggunakan lap dapur untuk mengelap alat masak kemudian dipakai lagi untuk mengeringkan tangan, ini memungkinkan untuk terjadinya kontaminasi silang. Maksudnya bakteri yang berasal dari alat masak akan berpindah ke lap, lalu pindah lagi ke tangan. Akibatnya, bakteri tersebut dapat masuk ke tubuh melalui mulut saat Anda makan hingga menyebabkan keracunan makanan.

Apa saja jenis bakteri penyebab keracunan makanan dari lap dapur?

Dari 49 lap dapur yang positif terkontaminasi bakteri, ada tiga jenis bakteri yang paling banyak ditemukan yaitu bakteri Escherichia coli (E. coli), Enterococcus spp, dan Staphylococcus aureus (S. aureus).

Dilihat satu persatu, sebanyak 37 persen lap mengandung bakteri E. coli, 37 persen mengandung bakteri Enterococcus, dan 14 persen lainnya mengandung bakteri Staphylococcus aureus (S. aureus).

E. coli adalah bakteri dari air yang kotor atau makanan yang terkontaminasi, terutama sayuran mentah dan daging yang tidak matang. Walaupun kebanyakan jenis E. coli hanya menyebabkan diare ringan, beberapa jenis tertentu juga dapat menimbulkan infeksi usus serius dan gejala keracunan makanan seperti sakit perut dan demam.

Mencegah keracunan makanan dari lap dapur

Sumber: Taste of Home

Sebersih apa pun dapur Anda, kuman dan bakteri akan tetap ada dan menempel di berbagai peralatan makan. Namun, ini bukan berarti Anda lantas berdiam diri dan membiarkan penyakit bersarang di dapur Anda, bukan?

Cara utama untuk mencegah risiko keracunan makanan dari lap dapur adalah dengan mencuci dan mengganti lap secara rutin, terlebih jika lapnya sudah mulai lembap. Jika Anda sudah menggunakan lap dapur untuk mengelap meja, jangan pakai lap yang sama untuk mengeringkan tangan atau peralatan masak Anda.

Sediakan lap dapur khusus untuk mengeringkan tangan supaya Anda terhindar dari risiko kontaminasi silang. Yang terpenting, selalu cuci tangan yang bersih setelah menyiapkan bahan makanan, memasak, dan menyajikan makanan. Semua cara ini dapat membantu mengurangi risiko keracunan makanan yang disebabkan oleh alat-alat dapur Anda.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Fungsi Antiseptik Cair Selain untuk Mandi

Antiseptik mampu memusnahkan atau menghambat perkembangan bakteri pada jaringan hidup. Yuk, baca 5 fungsi antiseptik cair untuk kesehatan Anda dan keluarga.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro

Kenapa Kita Sering Ngantuk Saat Puasa?

Penelitian menunjukkan bahwa pukul 14.00 sampai 16.00 adalah waktunya kantuk menyerang saat kita berpuasa. Kenapa sering ngantuk saat puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

Dua Vitamin dan Mineral yang Paling Diperlukan Tubuh Selama Puasa

Ketika bulan puasa, banyak orang yang mudah sakit dan merasa cepat lemas. Karena itu, Anda butuh minum vitamin C dan zinc untuk mengatasinya. Mengapa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hari Raya, Ramadan 01/05/2020

Yang Terjadi Dalam Tubuh Saat Kita Berpuasa

Saat puasa kita tidak boleh makan dan minum. Penasaran tidak, apa yang sebenarnya terjadi dalam tubuh saat kita berpuasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Maizan Khairun Nissa
Hari Raya, Ramadan 28/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
mulut terasa pahit saat puasa

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020
minum madu saat sahur

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020