3 Hormon Ini Akan Muncul Saat Anda Stres. Apa Fungsinya, Sih?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 09/10/2018
Bagikan sekarang

Stres akan memicu respon biologis tertentu dalam tubuh manusia. Ketika Anda merasakan adanya ancaman, tertekan, atau menghadapi tantangan besar maka ada beberapa hormon stres yang akan dilepaskan ke seluruh tubuh Anda.

Ketika tubuh merasa tertekan, hipotalamus yaitu bagian dari otak akan langsung memberikan responnya. Hipotalamus mengirimkan sinyal saraf dan hormon ke kelenjar adrenal yang letaknya berada di atas ginjal. Kelenjar adrenal inilah yang akan melepaskan banyak hormon untuk merespon kondisi yang sedang terjadi.

1. Hormon adrenalin

Hormon adrenalin adalah hormon yang juga dikenal sebagai hormon fight or flight (lawan atau lari). Hormon ini akan langsung diproduksi ketika kelenjar adrenal mendapatkan sinyal dari otak bahwa saat ini sedang menghadapi situasi yang sangat membuat stres.

Contohnya begini, saat Anda mengemudikan mobil dan mau pindah jalur dari kanan ke kiri, tiba-tiba ada sebuah mobil dari belakang dengan kecepatan sangat tinggi yang bisa menabrak Anda. Di sinilah Anda akan merasa dalam situasi tertekan dan stres. Lantas apa yang terjadi?

Anda refleks dengan cepat langsung kembali ke jalur sebelumnya dengan jantung berdebar-debar, otot tegang, napas memburu, dan mungkin juga tiba-tiba berkeringat.

Perubahan yang hanya sekian detik ini terjadi akibat lonjakan hormon adrenalin. Seiring dengan peningkatan denyut jantung yang terjadi, adrenalin juga memberikan Anda tambahan energi untuk membuat Anda bisa bergerak dengan sangat cepat.

Begitu juga ketika Anda sedang stres mengejar deadline pekerjaan. Hormon adrenalin akan menawarkan energi ekstra supaya Anda tetap berstamina untuk menyelesaikannya cepat-cepat.

2. Hormon norepinefrin

Hormon norepinefrin juga merupakan hormon yang dihasilkan dari kelenjar adrenal, bekerja sama dengan hormon adrenalin saat berada dalam situasi yang bikin tertekan.

Saat seseorang ada dalam situasi yang penuh tekanan, norepinefrin akan memengaruhi tingkat kewaspadaan seseorang. Saat sedang stres, Anda akan menjadi lebih sadar, lebih fokus, lebih awas melihat situasi karena seperti ada sesuatu yang mengancam, Anda menjadi lebih responsif. Ini adalah salah satu efek dari lonjakan hormon stres norepinefrin.

3. Hormon kortisol

Kortisol adalah hormon stres utama, yang sangat berperan dalam menghadapi stres. Bedanya dengan dua hormon sebelumnya, efek kortisol ini tidak langsung muncul saat pertama kali Anda dihadapkan dengan stres. Butuh waktu beberapa menit untuk merasakan efek dari lonjakan kortisol.

Saat stres, hormon kortisol akan membantu menjaga keseimbangan cairan dan tekanan darah sambil mengatur fungsi yang tidak penting dalam situasi yang mengancam jiwa.

Efek ini muncul dimaksudkan agar tubuh tubuh lebih efektif menghadapi situasi stres, energi tidak habis untuk mengatur sistem lainnya misalnya sistem kekebalan atau pencernaan yang sedang tidak diperlukan.

Ini adalah proses biologis yang normal dan sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia untuk bertahan hidup menghadapi stres.

Akan tetapi, jika terlalu lama terjadi lonjakan kortisol ini juga berbahaya untuk kesehatan karena kehadirannya yang menekan fungsi beberapa sistem tubuh seperti pencernaan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Daftar Makanan untuk Bantu Jaga Hormon Agar Tetap Seimbang (Plus yang Perlu Dihindari)

Hormon memiliki peran penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Untuk itu, jagalah keseimbangan tersebut dengan berbagai makanan penyeimbang hormon.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Nutrisi, Hidup Sehat 11/02/2019

Apa Efeknya Bila Pria Minum Pil KB Wanita?

Pil KB adalah cara mencegah kehamilan yang khas digunakan wanita. Nah, efeknya jika pria minum pil KB ternyata bisa meningkatkan risiko osteoporosis.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Macam-Macam Jenis Penyakit Gula: Diabetes Tipe 1, Tipe 2, Diabetes Gestasional, dan Diabetes Labil

Selama ini Anda mungkin mengira ada dua jenis diabetes, yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Padahal kenyataannya ada 4 jenis yang berbeda.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

4 Bahaya Suplemen Testosteron Jika Diminum Sembarangan

Meski bermanfaat untuk meningkatkan gairah bercinta, suplemen testosteron menyimpan risiko penyakit jantung jika digunakan sembarangan.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Direkomendasikan untuk Anda

marah saat lapar

Kenapa Kita Mudah Marah Saat Sedang Lapar?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020
masalah tiroid dan mood

Benarkah Masalah Tiroid Bisa Memengaruhi Mood Seseorang?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 14/11/2019
akibat patah hati

Ternyata, Ini Alasan Mengapa Anda Jadi Tidak Produktif Saat Patah Hati

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 17/04/2019
tipe pacar

Kenapa Kita Suka Cari Pacar yang Tipenya Itu-Itu Lagi? Ada Sebab Ilmiahnya, Lho!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 17/03/2019