Keseringan Cuci Tangan Pakai Sabun Antiseptik Bikin Anda Gampang Sakit

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Cuci tangan bukan sekadar membilas kedua tangan pakai air mengalir dan kemudian dikeringkan. Cuci tangan dengan sabun adalah cara terbaik untuk membunuh kuman penyebab penyakit. Namun ternyata, Anda sebenarnya tidak boleh pakai sabun cuci tangan antiseptik, lho! Meski diklaim ampuh untuk melawan kuman dan bakteri penyebab penyakit, cuci tangan pakai sabun antiseptik justru bikin Anda lebih gampang jatuh sakit. Kenapa?

Sabun cuci tangan antiseptik mengandung triclosan, bahan aktif yang harusnya kita hindari

Sabun cuci tangan antiseptik yang mengandung triclosan memang benar dapat mengurangi risiko infeksi yang disebabkan oleh kuman, virus, atau parasit berbahaya lainnya. Namun penggunaan produk antiseptik sebenarnya hanya diperuntukkan bagi kalangan terbatas, Sabun antiseptik lebih ditujukan bagi tim dokter sebelum dan sesudah melakukan prosedur operasi atau pembedahan tertentu. Sabun antiseptik juga lebih dikhususkan bagi orang-orang yang bekerja di area yang berisiko tinggi terhadap penularan penyakit, contoh area epidemik penyakit menular, rumah sakit, hingga penjara.

Di luar penggunaan ini, kandungan triclosan dalam produk antiseptik untuk kalangan umum sangat tidak disarankan. Triclosan adalah bahan kimia aktif yang awalnya digunakan sebagai pestisida atau pembunuh hama pada tahun 1960-an. Paparan kandungan triclosan dalam jangka panjang dikhawatirkan akan menimbulkan risiko tertentu yang berbahaya bagi manusia.

Triclosan bersifat sangat kuat sehingga dapat menghilangkan komponen pelembap alami kulit. Terlebih meski digunakan hanya pada permukaan kulit, triclosan ternyata mampu diserap oleh tubuh. Sebuah penelitian di Amerika Serikat pada tahun 2008 mengungkapkan bahwa kandungan triclosan bisa ditemukan dalam urin.

Beberapa negara di Eropa telah melarang penggunaan triclosan dalam sabun cuci tangan, sabun badan, atau hand sanitizer yang dijual secara bebas di pasaran. Amerika Serikat juga baru-baru ini mengeluarkan larangan penggunaan kandungan triclosan dalam berbagai produk. Di Indonesia sendiri belum ada aturan yang jelas tentang pemanfaatan zat aktif ini sehingga Anda masih bisa menemukan berbagai produk dengan kandungan triclosan.

Sabun cuci tangan antiseptik meningkatkan risiko tubuh kebal terhadap antibiotik

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makan di Amerika Serikat (FDA), pemakaian sabun cuci tangan yang mengandung triclosan dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik. Banyak pakar kesehatan dunia percaya bahwa paparan triklosan yang terlalu sering dalam jangka panjang akan merusak keseimbangan bateri baik di kulit dan menyebabkan bakteri jahat menjadi kebal terhadap agen antibakteri lainnya yang mirip, meskipun belum pernah terpapar sebelumnya.

Triclosan benar bekerja membunuh bakteri dengan cara menghancurkan enzim yang membantu bakteri membelah diri, sehingga bakteri tidak dapat berkembang biak dan kemudian mati. Namun, bakteri dapat mengembangkan mekanisme pertahanan diri dengan cara bermutasi, yang dapat menghentikan efek triclosan dalam menghancurkan DNA bakteri, sehingga bakteri tersebut menjadi resisten terhadap triclosan.

Bahaya triclosan lainnya yang paling menjadi perhatian kalangan medis adalah risiko gangguan hormon. Sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Toxicological Science mengungkapkan bahwa di dalam tubuh, triclosan akan terperangkap dalam sel dan darah. Sebagai akibatnya, kandungan triclosan akan mengganggu sistem endokrin. Sistem inilah yang bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan hormon estrogen dan tiroid dalam tubuh.

Gangguan terhadap kedua hormon tersebut berisiko menyebabkan berbagai masalah pada kesehatan Anda, misalnya pada daya tahan tubuhkesuburan, kehamilan, bahkan tumbuhnya sel kanker. Sejauh ini memang penelitian yang dilaksanakan baru dilakukan pada subjek binatang lab, bukan manusia. Akan tetapi, Anda sebaiknya tetap berhati-hati terhadap kemungkinan tersebut. Sabun cuci tangan triclosan juga diduga kuat meningkatkan risiko Anda mengalami eksim. Gejala yang muncul berupa gatal, kemerahan, iritasi hingga kulit terkelupas.

Lantas, harus cuci tangan pakai apa?

Cucilah tangan Anda dengan sabun biasa dan air. Ini merupakan salah satu langkah penting yang dapat Anda lakukan untuk menghindari penyakit serta mencegah risiko terjadinya resistensi antibiotik.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Desember 20, 2017 | Terakhir Diedit: November 29, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca