Sama-sama Redakan Nyeri, Pahami Beda Acetaminophen, Aspirin, dan Ibuprofen

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 12 November 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Aspirin, acetaminophen, dan ibuprofen merupakan obat dengan fungsi yang sama, yaitu sebagai pereda nyeri. Mungkin Anda menganggap bahwa ketiganya sama, karena sama-sama merupakan obat untuk mengatasi nyeri. Ternyata, ada perbedaan dari aspirin, acetaminophen, dan ibuprofen.  

Simak ulasan di bawah ini agar tahu obat jenis apa yang lebih cocok untuk meredakan rasa nyeri yang Anda alami. 

Perbedaan acetaminophen, aspirin, dan ibuprofen

Ketika sakit kepala, punggung, atau bagian lainnya, mungkin Anda akan segera minum obat penghilang rasa nyeri. Sayangnya, tak semua obat pereda nyeri itu sama, Anda harus menyesuaikannya dengan kondisi Anda.

Nah, umumnya masyarakat lebih mengenal obat aspirin, acetaminophen, dan ibuprofen sebagai pereda nyeri. Dua diantaranya, yatu aspirin dan ibuprofen termasuk dalam obat non-steroid anti-inflamasi (NSAID). 

Obat dengan kategori NSAID biasanya digunakan untuk meredakan nyeri haid atau gigi serta gangguan pada sendi, otot, saraf, dan tendon. Sedangkan, acetaminophen lebih berguna pada orang yang mengalami nyeri selama flu menyerang. 

Akan tetapi, ketiganya sama-sama digunakan untuk mengurangi demam. Supaya Anda lebih mengenali apa saja perbedaan antara aspirin, acetaminophen, dan ibuprofen, mari diulas satu persatu. 

1. Cara kerja

paracetamol acetaminophen obat

Walaupun ketiganya termasuk dalam obat penghilang rasa nyeri, aspirin, acetaminophen dan ibuprofen tentu memiliki cara kerja yang berbeda. 

Aspirin dan ibuprofen

Sebagai obat NSAID,  aspirin dan ibuprofen dapat menghambat prostaglandin. Prostaglandin merupakan zat kimia dalam tubuh yang mirip seperti hormon. Zat ini berguna dalam sistem reproduksi dan penyembuhan luka, termasuk meredakan sakit.

Biasanya, senyawa kimia ini diproduksi selama menstruasi dan merangsang otot rahim agar berkontraksi. Jika kadarnya terlalu tinggi, prostaglandin dapat menyebabkan nyeri haid dan radang sendi. 

Acetaminophen

Jika aspirin menghambat produksi prostaglandin, justru acetaminophen meningkatkan senyawa prostaglandin di otak manusia agar rasa sakit Anda mereda. 

Acetaminophen lebih baik dalam mengatasi demam dibandingkan dengan ibuprofen atau aspirin. Selain itu, acetaminophen aman digunakan untuk ibu hamil dan anak bayi.

2. Dosis penggunaan

magnesium sulfate sulfat

Salah satu hal yang menjadi perbedaan lain antara aspirin, acetaminophen, dan ibuprofen  adalah dosis penggunaan. Walaupun fungsinya sama, setiap obat memiliki dosis aman yang berbeda-beda. 

Aspirin

Normalnya, dosis rata-rata orang dewasa adalah 325-1000 miligram (mg) setiap empat sampai enam jam sesuai kebutuhan. Jika Anda minum obat ini, jangan sampai minum lebih dari 4 gram per hari. 

Bagi anak-anak, dosis aman aspirin mereka adalah 10-15 mg per kilogram setiap empat sampai enam jam. Namun, disarankan untuk tidak dikonsumsi oleh anak-anak berusia di bawah 18 tahun. 

Acetaminophen

Sebenarnya, dosis acetaminophen pada orang dewasa hampir sama dengan dosis penggunaan obat aspirin, yaitu 325-100 mg setiap empat sampai enam jam. Selain itu, konsumsi harian acetaminophen juga tidak boleh lebih dari 4 gram.

Namun, biasanya pemberian acetaminophen pada anak-anak dalam bentuk cairan karena lebih cepat bereaksi dan mudah diminum. 

Ibuprofen

Jika aspirin dan acetaminophen memiliki persamaan dalam dosis penggunaan, ibuprofen mempunyai aturan dosis yang berbeda dengan keduanya. Dosis ibuprofen pada orang dewasa adalah 200-400 mg setiap empat sampai enam jam. 

Penggunaan hariannya pun dibatasi tidak boleh melebihi 3,2 gram per hari untuk mencegah overdosis. 

3. Efek samping

pengobatan anemia obat kurang darah

Setelah mengetahui perbedaan antara aspirin, acetaminophen, dan ibuprofen dalam dosis penggunaan, kenali apa saja efek samping yang ditimbulkan dari ketiga obat ini. 

Aspirin

Seperti yang dilansir dari laman U.S National Library of Medicine, terdapat beberapa efek samping yang ditimbulkan ketika Anda mengonsumsi aspirin, yaitu:

  • Diare
  • Gatal-gatal
  • Nyeri perut
  • Ruam kulit
  • Mual

Bahkan mungkin saja Anda mengalami gangguan pendengaran atau telinga berdering. Bila hal ini terjadi, sebaiknya segera ke unit gawat darurat karena hal ini bisa jadi tanda overdosis obat. 

Maka itu, sebelum mengonsumsi aspirin, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter dahulu, terutama penderita maag, ibu hamil, dan memiliki masalah perdarahan. 

Acetaminophen

Sebenarnya, acetaminophen termasuk obat penghilang nyeri yang memiliki efek samping yang sedikit jika dikonsumsi sesuai anjuran. Akan tetapi, ketika seseorang menggunakannya secara berlebihan, tentu akan menimbulkan berbagai efek samping, seperti:

  • Mual
  • Sakit perut
  • Kehilangan nafsu makan
  • Sakit kepala
  • Ruam kulit dan gatal
  • BAB berwarna tanah
  • Urine berwarna gelap

Mengonsumsi acetaminophen secara berlebihan pun dapat meningkatkan risiko kerusakan hati, terutama pada pecandu alkohol. Hal tersebut dikarenakan alkohol membuat tubuh memiliki tingkat toleransi acetaminophen yang lebih rendah, sehingga dosisnya diturunkan menjadi 2 gram per hari. 

Ibuprofen

Ada beberapa efek samping lainnya yang perlu Anda ketahui, yaitu:

  • Pusing
  • Iritasi mata dan penglihatan terganggu
  • Pembengkakan pada pergelangan kaki. 
  • Reaksi alergi tingkat sedang. 
  • Kesemutan dan mati rasa pada kaki dan tangan
  • Sering buang air kecil

Jika perbedaan antara aspirin, acetaminophen, dan ibuprofen di atas masih membuat Anda bingung harus memilih yang mana, tanyakan kepada dokter atau apoteker ketika membeli obat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Efek Samping Minum Obat Pereda Nyeri, dari Ringan Hingga yang Fatal

Ada berbagai jenis obat pereda nyeri dengan keunggulan dan efek samping masing-masing. Lantas, apa saja efek samping tersebut?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 19 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit

4 Pilihan Obat Pilek yang Aman dan Manjur untuk Ibu Hamil

Ada banyak obat pilek di apotek. Namun, jangan asal pilih jika Anda sedang hamil. Berikut rekomendasi pilihan obat pilek yang aman untuk diminum ibu hamil.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 1 Juli 2019 . Waktu baca 5 menit

Wanita Lebih Bisa Menahan Nyeri Daripada Pria, Mitos Atau Fakta?

Toleransi nyeri setiap orang berbeda. Jenis kelamin adalah salah satu penyebabnya. Lantas, antara pria dan wanita, mana yang lebih mampu menahan rasa sakit?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 1 Mei 2019 . Waktu baca 4 menit

Obat Batuk untuk Bayi, yang Alami Atau dari Resep Dokter

Saat si kecil batuk, jangan asal memberinya obat yang ada di pasaran. Pasalnya, dosis dan jenis obat batuk untuk bayi berbeda dengan orang dewasa.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Anak, Parenting 16 April 2019 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
badan mudah pegal

6 Penyebab Badan Mudah Pegal dan Nyeri Beserta Cara Mengatasinya

Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 2 September 2019 . Waktu baca 5 menit
ibuprofen untuk ibu hamil

Bolehkah Ibu Hamil Minum Ibuprofen untuk Redakan Nyeri?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 5 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit
tips minum obat pereda nyeri

5 Tips Minum Obat Pereda Nyeri Agar Tetap Aman Tanpa Efek Samping

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 5 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit
dosis obat pereda nyeri

Berapa Banyak Dosis Aman Minum Obat Pereda Nyeri?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 3 Agustus 2019 . Waktu baca 5 menit