Kenali Penyebab dan Perawatan Leukemia Limfoblastik Akut

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 06/07/2018 . 5 menit baca
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Leukemia limfoblastik akut (ALL) adalah salah satu jenis dari kanker darah yang berkembang sangat cepat dan tiba-tiba. Sebanyak 80 persen pengidap ALL adalah anak-anak yang biasanya berusia kurang dari 5 tahun. Kondisi ini belum diketahui secara pasti penyebabnya, tapi ada beberapa dugaan yang bisa dijadikan penyebabnya.

Penyebab leukemia limfoblastik akut

Leukemia limfoblastik akut terjadi ketika sel sumsum tulang salah dalam mengembangkan DNA. Kondisi ini dapat menyebabkan sel-sel yang sehat berhenti berkembang dan mati. Namun, sel-sel yang terinfeksi akan bertumbuh dan membelah semakin kuat.

Ketika ini terjadi, produksi sel darah menjadi tidak normal. Sumsum tulang menghasilkan sel-sel yang belum matang berkembang menjadi sel-sel darah putih yang tidak normal dan disebut limfoblas. Sel-sel abnormal ini tidak dapat berfungsi dengan baik dan dapat menghambat sel-sel sehat.

Tidak jelas apa yang menyebabkan mutasi DNA yang dapat menyebabkan leukemia limfoblastik akut. Akan tetapi para dokter telah menemukan bahwa kebanyakan kasus leukemia limfoblastik akut tidak diturunkan secara genetik.

Meski begitu, ada beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan leukemia limfoblastik akut.

Faktor risiko leukemia limfoblastik akut

Faktor risiko utama dari kondisi ini adalah paparan radiasi dan benzena dengan jumlah yang tinggi. Radiasi bisa berasal dari perjalanan udara. Seseorang yang telah menghabiskan lebih dari 5.000 jam di pesawat memiliki risiko lebih tinggi mengembangkan kondisi ini, karena ketinggian saat terbang dapat meningkatkan paparan radiasi matahari.

Benzena adalah bahan kimia yang ditemukan dalam minyak mentah, minyak bumi dan banyak pelarut serta plastik. Ini juga dapat ditemukan dalam asap rokok, yang merupakan salah satu faktor yang menghubungkan leukemia limfoblastik akut dan merokok.

Selain itu, pengobatan kanker sebelumnya dan gangguan genetik, juga dapat meningkatkan risiko.

Anak-anak dan orang dewasa yang pernah menjalani kemoterapi jenis tertentu dan terapi radiasi untuk jenis kanker lainnya mungkin memiliki  risiko yang lebih tinggi terhadap ALL. Sekitar 1 dari setiap 20 kejadian leukemia limfoblastik diduga disebabkan oleh kelainan genetik, seperti sindrom Down.

Selain itu, memiliki saudara kandung, termasuk kembar yang pernah mengalami leukemia limfoblastik akut juga meningkatkan risiko kondisi ini.

Perawatan untuk leukemia limfoblastik akut

Pilihan perawatan akan tergantung pada jenis leukemia limfoblastik dan usia serta riwayat kesehatan umum pasien.

Pada umumnya, pengobatan untuk leukemia limfoblastik akut terdiri dari empat fase:

Terapi induksi remisi

Tujuan dari fase pertama pengobatan adalah untuk membunuh sebagian besar sel-sel leukemia di dalam darah dan sumsum tulang. Terapi ini bertujuan untuk memulihkan produksi sel darah normal. Remisi adalah sebutan ketika tidak adanya sel leukemia dalam darah atau sumsum tulang.

Terapi konsolidasi

Terapi konsolidasi disebut juga dengan terapi pasca remisi, yang bertujuan untuk menghancurkan leukemia yang tersisa di tubuh, seperti di otak atau sumsum tulang belakang.

Terapi perawatan

Untuk mencegah sel-sel leukemia tumbuh kembali. Perawatan yang digunakan dalam tahap ini sering diberikan dengan dosis yang jauh lebih rendah dalam jangka waktu yang lama, sering kali bertahun-tahun.

Perawatan preventif ke sumsum tulang belakang

Selama setiap fase terapi, orang dengan leukemia limfoblastik akut dapat menerima pengobatan tambahan untuk membunuh sel leukemia yang terletak di sistem saraf pusat. Dalam jenis perawatan ini, obat kemoterapi sering disuntikkan langsung ke dalam cairan yang menutupi sumsum tulang belakang.

proses kemoterapi kanker

Tergantung pada situasi Anda, fase pengobatan untuk leukemia limfoblastik akut dapat mencapai dua hingga tiga tahun. Perawatan untuk leukemia limfoblastik akut antara lain:

Kemoterapi

Pada setiap tahap tersebut dilakukan kemoterapi, yang diberikan melalui intravena (pemberian obat melalui pembuluh darah vena) atau kateter vena. Kemoterapi digunakan untuk membunuh sel kanker.

Namun, bahan kimia ini mungkin tidak mencapai otak atau testis pria. Sementara, leukemia dapat memengaruhi kedua area ini, maka untuk menjangkaunya dilakukan injeksi intratekal yaitu suntikan yang dilakukan langsung bagian tulang belakang.

Radioterapi

Radioterapi menggunakan sinar bertenaga tinggi, seperti sinar-X atau proton, untuk membunuh sel-sel kanker. Perawatan ini akan direkomendasikan oleh dokter, jika sel-sel kanker telah menyebar ke sistem saraf pusat.

Transplantasi sumsum tulang atau stem sel

Stem sel dapat digunakan sebagai terapi konsolidasi pada orang yang berisiko tinggi kambuh atau untuk mengobati leukemia yang sedang kambuh.

Transplantasi sumsum tulang dimulai dengan kemoterapi dosis tinggi atau radiasi untuk menghancurkan sumsum tulang yang menghasilkan leukemia. Sumsum kemudian digantikan oleh sumsum tulang dari donor yang kompatibel (transplantasi alogenik).

Transplantasi biasanya berasal dari donor, tetapi kadang-kadang sel pasien sendiri dapat digunakan. Itu tergantung pada jenis leukemia.

Untuk setiap perawatan memiliki risiko perdarahan yang cukup tinggi, Hal ini disebabkan oleh berkurangnya jumlah trombosit pada pasien dengan leukemia.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Jangan Cemas, Ini Cara Mencegah Kanker Darah Berdasarkan Jenisnya

Kunci dari penanganan kanker darah adalah upaya pencegahan. Berikut adalah ragam cara mencegah kanker darah berdasarkan jenisnya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Tips Sehat 11/04/2019 . 4 menit baca

Leukemia Limfositik Akut

LLA atau leukemia limfoblastik akut adalah salah satu jenis kanker darah dan sumsum tulang, yaitu jaringan spons di dalam tulang di mana sel darah dibuat. 

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 20/04/2018 . 1 menit baca

Menyembuhkan Kanker Dengan Terapi Car-T, Apakah Efektif?

Beragam teknologi untuk menyembuhkan kanker terus dikembangkan. Salah satu terobosan barunya yaitu terapi Car-T. Seberapa menjanjikan pengobatan ini?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andina Dewanty
Hidup Sehat, Fakta Unik 26/10/2017 . 4 menit baca

Seberapa Aman Mewarnai Rambut Dengan Cat Rambut?

Mewarnai rambut menjadi pilihan banyak orang untuk berganti penampilan yang lebih "segar" dan awet muda. Tapi, apakah penggunaan pewarna rambut benar aman?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Hidup Sehat, Kecantikan 19/10/2017 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

Anak menjalani pengobatan kanker

Melawan Kanker Anak dengan Memperkuat Orangtua

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 10/02/2020 . 6 menit baca
kanker darah pada anak

Data Anak Penderita Kanker di Indonesia dan Pentingnya Menjaga Mental Mereka

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 07/02/2020 . 6 menit baca
rumah bersih anak leukemia

Rumah yang Terlalu Bersih Meningkatkan Risiko Leukemia pada Anak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 23/01/2020 . 3 menit baca
penyebab hemoglobin hb rendah

4 Penyebab Hemoglobin (Hb) Rendah, dari Anemia Hingga Kanker

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 23/06/2019 . 4 menit baca