Gejala-gejala Leukemia pada Orang Dewasa yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 1 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Leukemia merupakan penyakit kanker darah yang mematikan. Berdasarkan data Globocan 2018, jumlah kematian akibat leukemia berada di peringkat kelima terbanyak di antara jenis kanker lainnya. Meski demikian, kematian akibat leukemia masih dapat ditekan bila terdeteksi lebih dini. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengenali gejala-gejala dan tanda-tanda penyakit leukemia yang mungkin terjadi pada orang dewasa.

Berbagai gejala leukemia pada orang dewasa

Tanda-tanda atau gejala leukemia bisa bervariasi pada setiap orang. Hal ini tergantung pada jenis leukemia yang Anda alami, serta tingkat keparahan penyakitnya.

Bagi penderita leukemia kronis, gejala yang dirasa umumnya ringan atau bahkan tidak muncul sama sekali. Tanda dan gejala ini biasanya akan berkembang secara bertahap, seiring dengan perkembangan penyakit. 

Sementara bagi penderita leukemia akut, tanda dan gejala yang dirasa bisa lebih bervariasi. Gejala ini pun umumnya muncul secara tiba-tiba dalam beberapa hari atau minggu. 

Meski demikian, gejala leukemia memang sering tidak jelas dan spesifik. Pasalnya, tanda yang muncul kerap mirip dengan penyakit lain yang lebih umum, seperti flu. Untuk lebih mengenalnya, berikut gejala awal leukemia yang kerap terjadi pada orang dewasa: 

1. Sering infeksi dan demam 

Penyebab leukemia adalah produksi sel darah putih abnormal yang terlalu banyak. Sel abnormal ini mencegah kerja sel darah putih dalam melawan infeksi di tubuh. Tubuh Anda pun tidak dapat memproduksi sel darah putih normal yang cukup untuk menjaga sistem kekebalan tubuh dengan baik. 

Akibat kondisi tersebut, tubuh penderita leukemia tidak dapat menghancurkan virus, bakteri, atau jamur berbahaya yang masuk ke tubuh, sehingga menjadi rentan terkena infeksi, mengalami infeksi yang berulang, atau bahkan infeksi yang parah.

Adapun infeksi di dalam tubuh dapat menyebabkan gejala seperti flu, yaitu demam, menggigil, batuk, sakit tenggorokan, hingga suhu badan tinggi yang mencapai 38 ° C atau lebih.

Suhu yang tinggi dan demam ini pun dapat menyebabkan seseorang mengalami keringat yang berlebihan, terutama pada malam hari. 

2. Kelelahan atau gejala anemia 

Selain memproduksi sel darah putih abnormal yang terlalu banyak, leukemia juga dapat merusak kemampuan sumsum tulang dalam memproduksi sel darah merah yang dibutuhkan tubuh.

Adapun sel darah merah bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh. Bila tubuh tidak memiliki sel darah yang merah yang cukup, Anda bisa mengalami gejala anemia, seperti rasa lelah yang tidak kunjung hilang meski sudah istirahat dan tidur, sesak napas, atau kulit tampak pucat yang tidak biasa. 

3. Memar atau berdarah

Gejala atau ciri-ciri leukemia lainnya yang kerap terjadi pada orang dewasa, yaitu ruam atau bintik-bintik merah di kulit, memar, atau pendarahan secara tiba-tiba dan tidak diketahui penyebabnya. Pendarahan bisa terjadi dari hidung (mimisan) atau gusi, pendarahan yang berkepanjangan dari luka, menstruasi yang berat, atau darah di dalam urin atau kotoran. 

Kondisi ini bisa terjadi karena leukemia dapat mengganggu kemampuan sumsum tulang untuk memproduksi trombosit yang dibutuhkan tubuh. Adapun trombosit yang cukup di tubuh dapat membantu darah membeku dari kondisi pendarahan. 

4. Nyeri tulang atau sendi

Leukemia terjadi ketika sel-sel darah putih abnormal terbentuk di sumsum tulang dan mulai membelah tanpa terkendali. Adapun sumsum tulang merupakan jaringan spons yang berada di dalam tulang dan mengandung sel induk yang berkembang menjadi semua jenis sel darah. 

Ketika leukemia terjadi, penumpukan sel darah putih abnormal menyebabkan sumsum tulang membesar dan memberi tekanan pada saraf di dalam jaringan tulang, sehingga menimbulkan rasa nyeri. Gejala penyakit leukemia ini paling sering dirasakan di tulang panjang lengan dan kaki atau di tulang rusuk dan tulang dada. 

Gejala-gejala leukemia yang lebih jarang terjadi

Selain yang disebutkan di atas, leukemia pun dapat menimbulkan gejala dan tanda-tanda lainnya yang lebih jarang terjadi, seperti:

  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau selangkangan. 
  • Rasa yang tidak nyaman di perut.
  • Mual atau muntah.
  • Mati rasa di tangan atau kaki.
  • Palpitasi jantung.
  • Kehilangan konsentrasi.
  • Masalah tidur.
  • Sakit kepala. 
  • Sakit punggung.
  • Nyeri otot.
  • Kulit yang gatal.
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan. 

Apakah ada gejala khas leukemia akut pada orang dewasa?

Empat tanda atau ciri leukemia di atas memang merupakan gejala awal yang umumnya terjadi. Gejala yang dirasakan bisa lebih parah bila sel kanker yang Anda miliki berkembang dengan sangat cepat atau disebut leukemia akut.

Pada kondisi ini, gejala yang umumnya dirasakan berkaitan dengan pernapasan dan neurologis, seperti perubahan visual, kebingungan, muntah, kehilangan kontrol otot, atau bahkan kejang. Bila Anda atau orang terdekat mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera bawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Data Anak Penderita Kanker di Indonesia dan Pentingnya Menjaga Mental Mereka

Kanker pada anak masih menjadi momok di Indonesia. Selain berdampak pada kondisi fisik, penyakit ini juga memicu masalah psikologis. Bagaimana datanya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan Anak, Parenting 7 Februari 2020 . Waktu baca 6 menit

Berbagai Gejala Kanker Darah Pada Anak yang Harus Diwaspadai Ortu

Kanker darah bisa terjadi pada anak. Sebelum kondisi bertambah parah, orangtua wajib tahu apa saja gejala kanker darah yang mungkin terjadi pada anak.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Anak, Parenting 27 September 2019 . Waktu baca 5 menit

4 Penyebab Hemoglobin (Hb) Rendah, dari Anemia Hingga Kanker

Terdapat beberapa penyebab hemoglobin (Hb) rendah, seperti anemia, kurang zat besi, infeksi saluran cerna, hingga kanker. Bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Anemia, Health Centers 23 Juni 2019 . Waktu baca 5 menit

Jangan Cemas, Ini Cara Mencegah Kanker Darah Berdasarkan Jenisnya

Kunci dari penanganan kanker darah adalah upaya pencegahan. Berikut adalah ragam cara mencegah kanker darah berdasarkan jenisnya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Tips Sehat 11 April 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

limfoma Hodgkin

Informasi Lengkap Mengenai Limfoma Hodgkin, Mulai dari Gejala Hingga Cara Mengobati

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 14 September 2020 . Waktu baca 7 menit
pengobatan dan cara mengatasi kanker darah leukemia

Ragam Obat dan Jenis Pengobatan untuk Mengatasi Leukemia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 4 September 2020 . Waktu baca 8 menit
cara mencegah dan pencegahan kanker darah leukemia

Berbagai Cara Pencegahan Leukemia yang Perlu Diterapkan Sejak Dini

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 1 September 2020 . Waktu baca 5 menit
penyebab kanker darah

Kenali Penyebab dan Berbagai Faktor Risiko Leukemia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 1 September 2020 . Waktu baca 5 menit