5 Hal yang Sering Jadi Penyebab Mati Rasa pada Kaki dan Tangan

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 22 Juli 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda pernah mendengar ungkapan “mati rasa”? Ungkapan ini bukan hanya digunakan untuk menggambarkan kondisi yang terjadi saat seseorang habis mengalami patah hati. Mati rasa juga tidak hanya terjadi pada indera pengecap Anda. Mati rasa bisa terjadi pada bagian apapun di tubuh Anda. Apa sebenarnya yang menjadi penyebab mati rasa?

Mati rasa alias baal adalah kondisi di mana Anda tidak dapat merasakan apapun. Kondisi ini terjadi, karena tidak tersalurkannya rangsangan pada saraf Anda, yang bertujuan dalam mengirimkan sinyal rasa pada tubuh Anda. Mati rasa disertai dengan timbulnya rasa kesemutan dan sensasi rasa terbakar. Pada sebagian besar kasus, mati rasa sering terasa pada jari, tangan, kaki, lengan, maupun telapak kaki Anda.

Apa yang dapat menjadi penyebab mati rasa?

Mati rasa terjadi dapat disebabkan banyak hal, di antaranya:

1. Postur yang salah

Pada sebagian besar kasus, penyebab mati rasa paling sering terjadi karena postur yang salah. Berdiri atau duduk dengan tumpuan satu kaki tertentu lebih berat dari yang lain, begitu pula saat Anda tidur dan tumpuan tangan satu lebih berat dari tangan yang lainnya, tentu akan memberikan tekanan yang lebih besar terhadap tangan dan kaki yang menjadi titik tumpuan tersebut.

2. Diabetes

Diabetes dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah yang berperan dalam mengalirkan rangsangan menuju tangan dan telapak kaki Anda. Ini terjadi karena diabetes dapat mempengaruhi sirkulasi darah yang berperan dalam pengiriman rangsangan. Kondisi ini sebenarnya dapat berbahaya, karena tangan dan kaki Anda jadi tidak bisa merasakan apabila tersentuh sesuatu dengan suhu yang tinggi.

3. Carpal tunnel syndrome

Tekanan yang berlebihan pada jemari dan pergelangan tangan, dapat menyebabkan timbulnya gejala mati rasa pasien carpal tunnel syndrome. Kondisi ini akan semakin sering Anda alami, bila Anda sering melakukan gerakan berulang tertentu, yang menyebabkan tekanan terus menerus pada pergelangan tangan Anda.

4. Multiple sclerosis

Kerusakan pada selubung mielin yang berfungsi untuk melindungi jalur utama pengiriman ransangan pada sistem saraf, dapat terjadi ketika Anda terserang multiple sclerosis. Selain selubung mielin, multiple sclerosis juga mampu memperlambat pengiriman sinyal rasa, dari dan menuju saraf.

5. Kekurangan vitamin B12

Vitamin B12 memiliki peranan dalam membentuk selubung mielin (selubung yang berfungsi melindungi jalur utama rangsangan pada saraf). Kurangnya ketersediaan vitamin B12 tentu akan menghambat pembentukan selubung ini dan pengiriman rangsangan pada saraf.

Kapan mati rasa ini harus diperiksakan?

Sebagian besar kondisi mati rasa sebenarnya tidak berbahaya. Berdasarkan penyebabnya yang beraneka ragam, penanganan yang dilakukan akan tergantung dengan penyebab mati rasa yang Anda alami. Namun sebaiknya segera periksakan ke dokter bila:

  • Mati rasa tersebut Anda alami tiba-tiba tanpa alasan yang jelas.
  • Diikuti dengan rasa sakit pada bagian leher dan jari.
  • Diikuti dengan peningkatan frekuensi buang air kecil.
  • Mati rasa pada kaki yang Anda alami justru bertambah buruk saat Anda berjalan.
  • Mati rasa timbul diikuti dengan munculnya ruam.
  • Timbul gejala lain yang tidak biasa.
  • Terjadi pada satu area hampir secara keseluruhan. Pada seluruh area tangan atau kaki, misalnya.
  • Diikuti oleh luka pada kepala.
  • Bertahan lebih dari beberapa menit.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

5 Penyebab Telinga Gatal dan Cara Mengobatinya

Jika telinga Anda gatal, jangan digaruk atau dicungkil dengan jari. Ketahui dulu, penyebab telinga gatal, baru Anda akan tahu bagaimana cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 7 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Efek Samping Aromaterapi yang Harus Diwaspadai

Terlepas manfaatnya bagi tubuh, romaterapi ternyata menyimpan efek buruk yang dapat merugikan kesehatan. Simak efek samping aromaterapi berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 6 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Komplikasi Asam Urat yang Berbahaya untuk Kesehatan dan Perlu Diwaspadai

Asam urat Anda sering kambuh? Yuk, segera obati. Jika tidak, hal ini bisa memicu komplikasi akibat asam urat yang bahaya bagi tubuh. Apa saja itu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Jangan Salah, Kenali Perbedaan antara Rematik dan Asam Urat

Rematik dan asam urat adalah dua penyakit beda, yang sama-sama bikin nyeri sendi. Apa saja perbedaan asam urat dan rematik?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

alergi bawang putih

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
apa itu intuisi

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
bra kawat

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
eksim kering dan eksim basah

Apa Bedanya Eksim Basah dan Eksim Kering?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit