Mungkinkah Kadar Kolesterol Tinggi Itu Masalah Keturunan?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Meningkatnya kadar kolesterol di dalam tubuh lebih umum disebabkan oleh asupan makanan dan berat badan seseorang. Meski begitu, banyak orang yang belum tahu bahwa kolesterol juga bisa berasal dari riwayat keluarga, lho. Kok bisa, ya, keturunan jadi penyebab kolesterol tinggi? Lantas, apakah perawatannya akan sama seperti penyakit kolesterol pada umumnya?

Benarkah seseorang bisa mengalami kolesterol karena keturunan?

Kolesterol tidak datang sendirian, melainkan terbagi ke dalam dua bentuk yakni kolesterol LDL atau “jahat” dan kolesterol HDL “baik”. Ketika Anda didiagnosis memiliki kadar kolesterol tinggi, berarti kondisi ini merujuk pada tingginya jumlah kolesterol LDL atau “jahat” di dalam tubuh Anda.

Memang, kadar kolesterol yang tinggi biasanya berasal dari asupan makanan harian, bobot tubuh terlampau besar, jarang olahraga, hingga faktor usia. Sayangnya, banyak orang yang mengabaikan faktor genetik atau keturunan yang turut memiliki andil terhadap naiknya kadar kolesterol jahat pada tubuh.

Ya, bagi Anda yang punya anggota keluarga dekat, entah ayah, ibu, saudara kandung, kakek, nenek, dan lainnya dengan kadar kolesterol tinggi. Kondisi ini disebut sebagai hiperkolesterolemia, maka itu bisa dibilang bahwa salah satu faktor penyebab kolestero tinggi adalah keturunan.

obat untuk kolesterol harus pakai resep

Keturunan, salah satu faktor penyebab kolesterol tinggi

Mengutip dari laman Web MD, pengidap kolesterol tinggi yang memiliki salah satu dari 1.500 variasi gen penyebab kolesterol, berpeluang untuk menurunkan kondisinya tersebut sebesar 50 persen pada anggota keluarganya.

Mudahnya begini, dari 300 orang dengan kadar kolesterol tinggi di dalam tubuh, hanya 1 di antaranya yang dinyatakan mengalami hiperkolesterolemia alias mengalami peningkatan kadar kolesterol karena keturunan.

Sebagian besar kasus hiperkolesterolemia disebabkan oleh varian gen yang turut melibatkan protein di hati yang menghasilkan kolesterol, dikenal dengan sebutan reseptor LDL. Normalnya, protein tersebut seharusnya membersihkan darah di dalam tubuh dari kolesterol jahat atau LDL.

Namun nyatanya, protein tersebut tidak bekerja sebagaimana mestinya di tubuh beberapa orang karena adanya mutasi pada gen reseptor LDL. Akhirnya, terjadilah hiperkolesterolemia yang menurun dalam keluarga karena kolesterol yang diproduksi oleh hati justru meningkat dari jumlah yang seharusnya.

Terlepas dari seperti apa gaya hidup yang diterapkan, orang yang mengalami hiperkolesterolemia akan tetap memiliki kadar kolesterol yang lebih tinggi daripada orang pada umumnya. Kondisi tersebut bisa terjadi karena orang dengan hiperkolesterolemia mengalami kesulitan dalam mengendalikan kadar kolesterol di dalam tubuhnya.

Meski begitu, sebenarnya punya anggota keluarga yang memiliki kolesterol tinggi tidak menjadi jaminan utama bahwa Anda juga akan mengalami kondisi tersebut di kemudian hari. Hanya saja, ini merupakan pertanda awal bahwa risiko yang Anda miliki tentu akan lebih tinggi daripada orang pada umumnya.

Tips Memasak di Rumah untuk Menurunkan Kadar Kolesterol

Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Penyebab kolesterol tinggi ada banyak sekali, Anda tak hanya harus  mengatur pola makan dan olahraga rutin, tapi Anda juga mesti minum obat-obatan yang diresepkan oleh dokter guna menurunkan kadar kolesterol di dalam tubuh.

Jangan lupa, kurang atau bahkan berhenti merokok sama sekali, hindari minum minuman beralkohol, serta pertahankan berat badan sehat dengan jumlah lemak tubuh yang rendah. Selalu konsultasikan apa pun keluhan Anda dengan dokter.

Dokter akan senantiasa membantu Anda dalam memantau kadar kolesterol sekaligus mengelola agar tidak semakin meningkat setiap harinya. Maka itu, pastikan Anda mematuhi aturan pola makan yang telah ditetapkan. Misalnya dengan memperbanyak makan makanan berserat dan menghindari makanan berlemak jenuh tinggi.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca