Mungkinkah Kena Penyakit Kelamin Lewat Dudukan Toilet Umum?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 19 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Meskipun terlihat bersih, dudukan toilet umum tetap saja menimbulkan kekhawatiran. Pasalnya, toilet diketahui menjadi sarang berbagai jenis kuman. Ini sebabnya banyak orang yang lebih memilih toilet jongkok karena takut tertular kuman, apalagi terkena penyakit kelamin dari toilet duduk. Tunggu dulu, benarkah penyakit kelamin bisa ditularkan lewat dudukan toilet? Berikut penjelasannya.

Apakah saya bisa terkena penyakit kelamin dari dudukan toilet?

buang air kecil setelah berhubungan intim

Pada dasarnya, virus memasuki tubuh melalui membran mukosa, yaitu jenis kulit yang ditemukan di mulut, alat kelamin, dan anus. Virus juga bisa masuk ke tubuh melalui permukaan kulit yang terbuka (luka) atau cairan air mata.

Menurut dr. Mary Jane Minkin, seorang profesor klinis kebidanan dan kandungan di Yale Medical School, sebagian besar bakteri tidak bisa tinggal di luar jaringan manusia. Pasalnya, jaringan tubuh manusia adalah lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan bakteri.

Sementara itu, Philip Tierno, Ph.D., seorang profesor klinis dari NYU Langone Medical Center mengatakan bahwa virus herpes, klamidia, dan gonore hanya bisa hidup di luar tubuh manusia selama sekitar 10 detik. Itu artinya baik bakteri atau virus penyebab penyakit kelamin tidak dapat hidup di luar tubuh dalam jangka waktu yang lama.

Maka, hampir tidak mungkin seseorang terinfeksi penyakit kelamin melalui dudukan toilet umum, handuk, atau benda lain yang digunakan oleh orang yang terinfeksi.

Selain itu, bakteri atau virus penyebab penyakit kelamin juga tidak akan ikut terbawa oleh urine. Karena itulah, bakteri atau virus tidak akan menempel pada permukaan yang dingin dan keras seperti toilet.

Yang seharusnya lebih dikhawatirkan adalah penularan lewat kontak antar kulit (sentuhan) atau mulut (ciuman). Ya, berciuman dapat menyebarkan penyakit herpes. Bahkan, ciuman yang lebih basah dan dalam dapat menyebarkan penyakit gonore dan klamidia.

Sementara itu, kontak dari kulit dan kulit juga dapat menyebarkan infeksi seperti kutil kelamin, herpes, kudis, dan kutu kemaluan.

Cara aman menggunakan toilet umum

ingin kencing terus gugup

Walaupun dudukan toilet tidak akan membuat Anda terkena penyakit kelamin, tidak ada salahnya untuk tetap melindungi diri Anda dari paparan kuman di toilet. Caranya adalah dengan membersihkan dudukan toilet dengan tisu terlebih dahulu sebelum digunakan.

Setelah selesai buang air kecil atau besar, bersihkan dan lap bagian kelamin hingga kering untuk mencegah kuman tertinggal di bagian kemaluan Anda. Jangan lupa untuk membilas (flush) toilet untuk membilas kuman-kuman yang masih tersisa di toilet.

Sistem kekebalan tubuh Anda sendiri adalah pertahanan utama melawan penyakit menular di toilet umum. Yang terpenting adalah Anda wajib cuci tangan sehabis dari toilet. 

Cuci tangan bukanlah sekadar cuci, gosok, bilas, dan keringan begitu saja. Lakukan teknik cuci tangan dengan baik dan benar selama 20 sampai 30 detik pada seluruh bagian telapak tangan dan jari, termasuk di bawah kuku jari. Berikan gosokan lembut pada sela-sela jari Anda untuk melonggarkan dan melepaskan kuman yang bersarang di tangan. Setelah itu, bilas hingga bersih dan keringkan dengan tisu atau mesin pengering tangan.

Tak cuma sampai di situ, gunakan tisu kering saat menutup kran air dan menyentuh gagang pintu toilet saat hendak keluar dari toilet. Hal ini berguna untuk mencegah tangan Anda membawa kuman saat kembali beraktivitas.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Bedanya Eksim Basah dan Eksim Kering?

Eksim adalah kondisi peradangan kulit yang membuat kulit gatal, memerah, dan pecah-pecah. Lantas, apa bedanya eksim kering dan eksim basah?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Kulit, Dermatitis 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

5 Penyebab Telinga Gatal dan Cara Mengobatinya

Jika telinga Anda gatal, jangan digaruk atau dicungkil dengan jari. Ketahui dulu, penyebab telinga gatal, baru Anda akan tahu bagaimana cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 7 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Efek Samping Aromaterapi yang Harus Diwaspadai

Terlepas manfaatnya bagi tubuh, romaterapi ternyata menyimpan efek buruk yang dapat merugikan kesehatan. Simak efek samping aromaterapi berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 6 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Komplikasi Asam Urat yang Berbahaya untuk Kesehatan dan Perlu Diwaspadai

Asam urat Anda sering kambuh? Yuk, segera obati. Jika tidak, hal ini bisa memicu komplikasi akibat asam urat yang bahaya bagi tubuh. Apa saja itu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ukuran otak dewasa berpikir

Apakah Benar Otak Lebih Besar Artinya Lebih Pintar?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
alergi bawang putih

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
apa itu intuisi

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
bra kawat

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit