Bagaimana Cara Otak Mengatur Nafsu Makan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Sudah naluri yang alami ketika kita merasa kelaparan kemudian melihat makanan, pasti keinginan dan nafsu makan meningkat seketika. Tubuh melakukan berbagai fungsi dan respon ketika mendapatkan rangsangan dari luar, termasuk saat kelaparan juga melakukan tubuh juga melakukan berbagai hal terkait fungsi tubuh untuk merespon rasa lapar tersebut. Lalu bagaimana rasa lapar itu bisa muncul? Ada yang merasa sering lapar tetapi ada yang jarang merasa lapar, apa perbedaannya?

Nafsu makan dikontrol oleh otak dan hormon yang bekerja sama untuk memberikan respon ketika nafsu makan meningkat atau menurun. Sinyal kelaparan akan muncul ketika gula darah di dalam tubuh menurun akibat telah dipakai menjadi energi – yaitu energi untuk melakukan berbagai aktivitas. Saat sinyal diterima dengan baik oleh otak, maka tidak lama kemudian nafsu dan keinginan untuk makan suatu makanan akan muncul. Tidak hanya otak saja yang mengontrol nafsu makan, tetapi berbagai hormon juga berperan dalam hal ini, seperti insulin, glukagon, ghrelin, dan leptin.

Hipotalamus, bagian otak yang mengatur nafsu makan

Otak memiliki pengaturan sendiri untuk mengatur energi yang masuk dam keluar. Untuk menjaga keseimbangan tersebut, otak membuat nafsu makan naik maupun turun. Ketika energi yang dihasilkan tidak cukup untuk menunjang kegiatan yang dilakukan, maka otak, terutama bagian hipotalamus akan dengan otomatis menaikkan nafsu makan untuk mendapatkan lebih banyak makanan yang masuk kemudian diubah menjadi energi. Hipotalamus adalah bagian otak yang bertanggung jawab untuk melakukan berbagai fungsi tubuh dengan cara memproduksi berbagai hormon, termasuk hormon yang mempengaruhi nafsu makan. Hipotalamus adalah kunci dan pusat dari respon rasa lapar dan nafsu makan yang akan mengeluarkan berbagai fungsi tubuh sebagai respon dari rangsangan.

Melanocotrin

Melanocotrin 3 dan 4 adalah sebuah reseptor atau penerima pesan yang ada pada hipotalamus. Zat ini yang mengatur porsi yang seharusnya dimakan untuk membuat tubuh menjadi kenyang. Oleh karena itu, jika terdapat gangguan atau terjadi kerusakan pada reseptor ini maka pengaturan porsi akan kacau dan menyebabkan seseorang menjadi makan berlebihan dan menyebabkan obesitas.

Hal ini dibuktikan pada percobaan yang dilakukan pada tikus yang mengalami obesitas. Tikus-tikus tersebut diketahui memiliki kadar melanocotrin 3 dan melanocotrin 4 yang rendah sehingga tidak ada yang mengatur porsi makan yang seharusnya. Selain itu, melonocotrin juga mengatur frekuensi makan yang seharusnya dilakukan dalam sehari, ketika terjadi penurunan jumlah melanocotrin maka frekuensi makan akan berlebihan dan bisa menyebabkan kenaikan berat badan.

Sistem mesolimbik

Mesolimbik adalah bagian dari otak yang mengatur perilaku, motivasi, rasa senang, dan rasa euforia terhadap sesuatu hal yang kemudian mengeluarkan hormon dopamin. Ketika Anda makan atau minum sesuatu yang rasanya sangat enak, maka sistem mesolimbik akan menerima sinyal rasa senang dan bahagia akibat merasakan makanan yang enak tersebut. Lalu, sistem mesolimbik mengeluarkan homon dopamin yang menimbulkan perasaan bahagia dan senang.

Hormon leptin

Leptin adalah hormon yang dibentuk oleh sel lemak, yang juga bertugas untuk mengatur nafsu makan serta rasa lapar di dalam tubuh. Pada hipotalamus, terdapat reseptor atau zat khusus yang menerima sinyal leptin yang akan aktif jika kadar leptin di dalam tubuh terlalu tinggi. Leptin akan meningkat jika perut sudah penuh dan kemudian akan memberikan sinyal ke reseptor tersebut. Reseptor khusus yang ada di hipotalamus akan menerima pesan bahwa perut sudah terisi penuh dan menurunkan rasa lapar serta nafsu makan. Jika hormon leptin terlalu rendah di dalam tubuh makan dapat menyebabkan seseorang menjadi makan berlebihan.

Hormon ghrelin

Berbeda dengan leptin, ghrelin merupakan hormon yang membuat Anda ingin makan dan meningkatkan rasa lapar. Ghrelin diproduksi oleh hipotalamus dan akan muncul ketika terjadi beberapa kondisi seperti jumlah gula di dalam darah menurun, lambung kosong atau ketika Anda melihat makanan enak atau minuman yang menyegarkan. Sinyal dari indera penglihatan dan penciuman tersebut akan langsung dikirim ke otak, khususnya hipotalamus. Lalu hipotalamus akan menyuruh tubuh untuk mengeluarkan ghrelin.

Saat jumlah ghrelin meningkat di dalam tubuh, lambung akan otomatis dikosongkan lalu memelar untuk menampung makanan yang akan masuk. Selain itu, ghrelin juga akan merangsang kelenjar ludah untuk memproduksi lebih banyak ludah, yang berfungsi untuk membantu proses pencernaan makanan di mulut.

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Suka gatal dan bersin saat di dekat hewan berbulu? Bisa jadi itu pertanda Anda alergi binatang seperti kucing atau anjing. Cari tahu di sini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

    Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

    Telat haid memang bisa jadi ciri hamil, tapi bisa juga tidak. Jadi berapa lama sejak telat datang bulan bisa menjadi pertanda kehamilan. Cek di sini ya!

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

    Setiap orang memiliki intuisi, sebagian mempercayai intuisinya dan sebagian lagi tidak. Sebenarnya, apa itu intuisi? Dan kenapa kita perlu mengikutinya?

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

    Saat memilih bra, Anda mungkin bimbang antara bra kawat atau bra biasa tanpa kawat. Yuk, simak pertimbangan dari para ahli berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    daging ayam belum matang

    4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    vaksin MMR

    Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
    efek samping imunisasi

    Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
    obat sakit gigi

    Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit