Pahami Obat Salut Selaput, Jenis Obat Pengontrol Dosis Dalam Tubuh

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 17/06/2019 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Dibandingkan dengan beberapa jenis obat oral lainnya seperti obat tablet, obat kapsul, obat puyer, dan obat sirup, tentu obat salut selaput adalah jenis obat yang namanya jarang Anda dengar. Padahal, bentuk obat ini pasti cukup sering Anda temui. Bentuk obat yang berbeda-beda memiliki keutamaan dan fungsi yang berbeda pula. Lalu apa fungsi dari obat atau tablet salut selaput?

Apa itu tablet salut selaput?

Obat tersedia dalam berbagai bentuk, dari sirup, puyer, hingga berbentuk kapsul. Umumnya, bentuk obat yang berbeda-beda ini disesuaikan dengan kandungan dan fungsinya. Nah, salah satu jenis yang sering diresepkan dokter adalah tablet salut selaput.

Tablet salut selaput adalah salah satu jenis obat minum yang memiliki bentuk padat. Pada bagian dalamnya, terdapat larutan obat yang berbentuk seperti cairan, yang kemudian pada bagian luarnya dilapisi oleh selaput.

Saat memasukkan bahan kimia aktif ke dalam tablet selaput, bahan kimia tersebut akan melekat ke partikel selaput dan menggantikan cairan yang ada di dalamnya. Oleh sebab itu, disebut tablet salut selaput. Selaput yang ada pada lapisan luar obat ini tidak begitu tebal tapi susah larut dalam air.

Tablet salut sebenarnya terdiri dari berbagai macam, yaitu tablet salut gula, salut enterik, dan salut selaput.

Keunggulan obat salut selaput

Tablet disalut dengan selaput umumnya bertujuan untuk menyembunyikan bau tidak enak dari bahan kimia aktif pada obat, atau melindungi bahan kimia tersebut agar berhasil sampai di usus dan tidak hancur saat melalui asam lambung.

Sebab, jika obat hancur saat melalui asam lambung, obat tidak dapat diserap di usus. Hal ini menandakan kinerja obat tidak berhasil dan Anda tidak bisa merasakan manfaat dari penggunaan obat ini.

Obat yang disalut selaput memiliki beberapa keunggulan, di antaranya obat ini akan melepaskan bahan kimia aktif secara perlahan di dalam tubuh pada dosis stabil yang jumlahnya telah disesuaikan.

Artinya, dosis dari bahan aktif tersebut dilepaskan sedikit demi sedikit di dalam tubuh dan diserap perlahan oleh usus secara terus-menerus. Jumlah dosis yang dilepaskan di dalam tubuh pun bisa diatur, disesuaikan dengan jenis selaput dan konsentrasi dari obat itu sendiri.

Oleh sebab itu, bentuk obat salut selaput ini sangat cocok untuk segala jenis obat yang mudah larut di dalam air. Dengan begitu, bentuk obat ini dapat memaksimalkan mekanisme kerja obat di dalam tubuh, dibandingkan dengan jika obat ini tidak disalut oleh selaput.

Kekurangan dari penggunaan tablet salut selaput

Tetapi, tablet salut selaput juga memiliki kekurangan jika dibandingkan dengan jenis tablet oral lainnya. Contohnya, tablet salut selaput memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan dengan obat yang sama namun berbeda bentuk.

Selain itu, tablet salut selaput juga berpotensi menyebabkan keracunan pada tubuh yang disebabkan oleh terjadinya dosis pembuangan (dose dumping).

Dosis pembuangan terjadi saat metabolisme obat terpengaruh oleh faktor lingkungan sehingga menyebabkan pelepasan obat terjadi lebih awal atau justru tablet melepaskan dosis obat secara berlebihan ke dalam tubuh.

Hal ini dapat menyebabkan konsentrasi obat di dalam tubuh meningkat, sehingga risiko efek samping pun ikut meningkat. Jika dibiarkan, ada kemungkinan Anda akan mengalami keracunan obat.

Oleh sebab itu, standar penggunaan obat harus selalu diikuti. Ikuti aturan dokter atau apoteker. Salah satunya adalah menggunakan obat sesuai dosis yang telah ditentukan oleh dokter.

Minum obat secara rutin dan jangan menggandakan dosis obat karena dapat beresiko overdosis. Hindari penggunaan obat tertentu bersamaan dengan obat lain karena interaksi yang terjadi mungkin dapat meningkatkan risiko efek samping dari obat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hati-hati, Sembarang Minum 4 Obat Ini Dapat Merusak Saraf Mata

Setiap obat harus diminum sesuai dosis dan aturan pakainya. Empat jenis obat ini efek sampingnya dapat merusak saraf mata jika digunakan sembarangan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Laura Agnestasia Dj.
Hidup Sehat, Fakta Unik 31/08/2019 . 4 menit baca

Paramex

Paramex adalah obat sakit kepala. Cari tahu informasi dosis dan cara pakai Paramex di Hello Sehat. Termasuk risiko efek samping dan keamanannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 18/06/2019 . 1 menit baca

Jangan Sampai Salah, Begini Cara Menggunakan Obat Tetes Hidung yang Benar

Menggunakan obat tetes hidung tidak boleh sembarangan. Supaya tidak salah pakai, ikuti panduan penggunaan obat tetes hidung berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Tips Sehat 17/05/2019 . 5 menit baca

Imboost

Imboost adalah suplemen peningkat daya tahan tubuh. Cari tahu dosis, efek samping, keamanan, dan interaksi obat ini di Hello Sehat

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 02/04/2019 . 1 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

pro kontra antidepresan

Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . 5 menit baca
cara menyimpan obat padat

Jangan Sembarangan, Berikut Cara Menyimpan Obat Padat yang Benar

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 17/04/2020 . 4 menit baca
vasodilator

Vasodilator, Obat untuk Memperlebar Pembuluh Darah

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 16/03/2020 . 4 menit baca
obat herbal penyakit hati

4 Obat Herbal yang Efek Sampingnya Meningkatkan Risiko Penyakit Hati

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 11/10/2019 . 3 menit baca