Berbagai Jenis Obat Penambah Darah

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Di dalam tubuh manusia ada berbagai unsur sel darah. Ada sel darah merah, darah putih, dan juga trombosit atay keping darah. Saat seseorang kekurangan sel darah merah atau disebut anemia, kemungkinan besar gejala yang akan muncul adalah lemas, pusing, dan badan lemas. Ini disebabkan karena tubuh tidak cukup dapat oksigen yang dibawa oleh sel darah merah.

Lalu, apabila tubuh Anda kekurangan sel darah putih, Anda bisa dikatakan mengidap neutropenia. Gejalanya sangat mudah, yaitu Anda jadi mudah sakit atau demam sebagai gejala peradangan infeksi. Sel darah putih ini membawa sistem kekebalan tubuh untuk melawan kuman dan bakteri penyebab penyakit.

Sedangkan jika tubuh Anda kekurangan trombosit Anda bisa disebut mengalami trombositopenia. Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa kondisi di atas tandanya Anda membutuhkan obat penambah darah. Apa saja obat penambah darah yang harus Anda tahu?

Obat penambah darah untuk anemia

Obat penambah darah berikut ini adalah jenis obat untuk mengatasi anemia. Anemia  ada banyak jenisnya. Anda tidak bisa sembarangan mengonsumsi obat-obatan ini. Sebaiknya periksa langsung ke dokter supaya dokter bisa menentukan obat mana yang paling cocok dengan kondisi Anda. Dokter mungkin menganjurkan beberapa jenis obat penambah darah merah berikut ini.

1. Suplemen zat besi

Penyebab anemia yang paling umum adalah kekurangan zat besi. Zat besi yang masuk ke dalam tubuh Anda akan diolah oleh tubuh menjadi sel darah merah yang mengandung hemoglobin.  Hemoglobin adalah zat dalam darah Anda yang membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Zat besi bisa dikatakan sebagai bahan baku untuk menghasilkan darah. Anda bisa mengonsumsi zat besi ini lewat  multivitamin dan suplemen oral. Namun Anda harus berkonsultasi dulu kepada dokter untuk dosis suplmen yang Anda.

Biasanya untuk pengobatan anemia defisiensi besi, orang dewasa dianjurkan minum  100 hingga 200 mg suplemen zat besi setiap harinya. Selalu konsumsi obat sesuai aturan dokter. Jangan minum lebih dari dosis yang disarankan. Selain itu, hindari mengonsumsi multivitamin lain dalam waktu dua jam sebelum atau sesudah mengonsumsi obat ini.

Obat atau suplemen penambah darah ini juga tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil tanpa seizin dokter.

2. Suplemen vitamin B12 dan asam folat

Tubuh Anda membutuhkan vitamin B-12 dan asam folat sebagai nutrisi untuk menciptakan sel darah merah dan membuat DNA dan RNA di dalam sel. Apabila Anda mengalami anemia, nantinya Anda akan dianjurkan mengikuti tes terlebih dahulu.

Apabila Anda didiagnosis mengalami anemia defisiensi vitamin B12  dan asam folat, dokter dapat memberikan nutrisi penambah darah tersebut dalam bentuk suplemen. Suplemen vitamin B12  biasanya diberikan melalui suntikan pada awalnya. Kemudian, tergantung pada apakah kekurangan B12 dari makanan atau tidak.

Apabila disebabkan karena kurang makan makanan bernutrisi, Anda disarankan makan makanan yang mengandung vitamin B12. Anda juga dapat mengonsumsi suplemen yang diminum setiap hari atau suntikan B12 secara teratur.

Sedangkan untuk kondisi anemia karena kekurangan asam folat, dokter akan meresepkan Anda suplemen yang dapat diminum setiap hari.

3. Epoetin alfa

Epoetin alfa adalah salah satu obat penambah darah untuk mengatasi anemia. Obat ini terbentuk dari protein buatan manusia yang membantu tubuh memproduksi sel darah merah. Protein ini dapat berkurang ketika Anda mengalami gagal ginjal atau menggunakan obat-obatan tertentu.

Epoetin alfa digunakan untuk mengobati anemia yang disebabkan oleh kemoterapi atau penyakit ginjal kronis. Obat ini juga dapat digunakan untuk anemia yang disebabkan oleh penggunaan zidovudine untuk mengobati HIV (human immunodeficiency virus). Epoetin alfa juga digunakan untuk mengurangi kebutuhan transfusi sel darah merah pada orang yang menjalani prosedur operasi tertentu.

Obat penambah darah yang satu ini disuntikkan di bawah kulit atau ke pembuluh darah melalui infus. Namun, dokter tidak menyarankan untuk menggunakan obat ini lewat suntik bila Anda memiliki:

  • Tekanan darah tinggi yang sulit dikendalikan
  • Memiliki aplasia sel merah murni (sejenis anemia) setelah menggunakan epoetin alfa
  • Menggunakan botol epoetin alfa multidosis saat sedang hamil dan menyusui.

3. Hydroxyurea

Obat ini biasanya diresepkan untuk orang yang menderita anemia sel sabit untuk mengurangi rasa sakit dan mengurangi kebutuhan transfusi darah.

Anemia sel sabit adalah penyakit anemia turunan di mana tidak adanya sel darah merah sehat untuk mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh. Jika biasanya sel darah merah berbentuk bulat maka pada kondisi ini sel berbentuk seperti bulan sabit, kaku, dan lengket. Akibatnya sel darah merah sabit kesulitan bergerak melalui pembuluh darah yang dapat memperlambat atau menghentikan aliran darah dan oksigen ke seluruh bagian tubuh.

Biasanya dokter meresepkan obat yang mendukung perawtaan penambah darah ini berdasarkan berat badan, kondisi medis, hasil laboratorium, dan respon tubuh terhadap pengobatan. Obat ini diminum dengan menelannya secara utuh tanpa menghancurkan, mengunyah, atau membuka kapsul.

Obat penambah darah neutropenia

Neutropenia adalah kondisi di mana jumlah sel darah putih Anda, bisa juga disebut neutrofil, jumlahnya sangat rendah. Neutrofil adalah sel-sel dalam sistem kekebalan tubuh Anda yang menyerang bakteri dan organisme lain yang masuk ke dalam tubuh Anda.

Neutrofil sama dengan sel darah merah, mereka diciptakan di sumsum tulang belakang. Sel darah putih ini akan berada di seluruh organ dan jaringan untuk melindungi tubuh lewat aliran darah. Berikut adalah beberapa jenis obat penambah sel darah putih.

1. Granulocyte colony-stimulating factor (G-CSF).

G-CSF adalah obat untuk penambah sel darah putih dalam tubuh yang jumlahnya sedikit.. Obat G-CSF bekerja dengan merangsang sumsum tulang untuk menghasilkan lebih banyak sel darah putih. G-CSF sering diresepkan ketika sel darah putih penderita kanker jumlahnya sedikit, terutama sehabis perawatan kemoterapi.

2. Transplantasi sumsum tulang belakang

Pada transplantasi sumsum tulang bukanlah suatu obat penambah darah. Ini adalah terapi untuk meggantikan sumsum tulang belakang yang rusak dan tidak dapat menghasilkan sel darah putih yang cukup atau baik.

Transplantasi sumsum tulang adalah prosedur di mana sumsum tulang yang rusak diganti dengan yang sehat. Transplantasi ini biasanya didapat dari saudara lelaki atau perempuan yang kondisinya sel darah dan keseluruhan tubuhnya sehat.

Obat penambah darah trombositopenia

Trombositopenia adalah kondisinya di mana Anda memiliki jumlah trombosit darah yang rendah. Trombosit merupakan sel darah tidak berwarna yang membantu pembekuan darah. Apabila Anda kekurangan sel darah ini, Anda jadi mudah mengalami memar dan juga perdarahan luka sulit berhenti.

1. Obat kortikosteroid

Kortikosteroid atau bisa disebut steroid adalah obat yang digunakan untuk mencegah perdarahan dengan mengurangi produksi antibodi terhadap trombosit. Jika bekerja dengan baik, jumlah trombosit akan meningkat dalam dua hingga empat minggu setelah pengobatan steroid.

2. Infus IVIg

Infus intravena gamma globulin atau disingkat IVIg, dapat memperlambat  penghancuran trombosit dalam tubuh. Meskipun hanya boleh digunakan sementara waktu saja, IVIg bekerja dengan cepat dalam waktu 24 hingga 48 jam setelah obat masuk ke tubuh Anda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca