Mesin Pengering Tangan Ternyata Justru Sebarkan Banyak Kuman

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/04/2020
Bagikan sekarang

Sekitar 80 persen penyakit menular menyebar melalui tangan — maka cuci tangan pakai air dan sabun sangatlah penting — tapi apakah cara kita mengeringkan tangan juga penting? Ya.

Meskipun Anda berpikir bahwa menggunakan mesin pengering tangan lebih higienis dan ramah lingkungan daripada harus pakai berlembar-lembar tisu, tapi mesin canggih ini sebenarnya membawa satu rahasia menjijikan bersama dengan deru hembusan anginnya.

Anda menyebarkan lebih banyak kuman saat menggunakan mesin pengering tangan

Toilet umum mengandung kuman dan virus. Alasan tempat-tempat publik ini menyediakan peralatan higienis seperti tisu toilet dan pengering tangan elektrik adalah untuk mengendalian penyebaran kuman penyebab penyakit. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa mesin pengering tangan menyebarkan lebih banyak kuman daripada tisu toilet biasa.

Gagasan ini dibuktikan oleh sekelompok tim peneliti dari University of Westminster di awal tahun 2016. Mereka membandingkan kelompok orang yang mengeringkan tangan dengan tisu dan mereka yang mengandalkan kecanggihan mesin pengering tangan. Peneliti membandingkan tiga metode pengeringan tangan: tisu toilet, pengering tangan elektrik (jenis paling umum; di mana Anda meletakkan tangan Anda di bawah moncong dan mesin akan menghembuskan udara hangat; biasanya dipasang di dinding), dan mesin pengering jet (model pengering tangan yang lebih modern di mana Anda harus memasukkan kedua tangan ke dalam celah mesin dan menghembuskan udara hangat dari segala penjuru; bodi mesin kokoh, berdiri sendiri).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengering jet menyebarkan lebih banyak kuman, sekitar 1.300 kali dibandingkan dengan menggunakan tisu toilet dan 60 kali lebih dari pengering tangan biasa.

Bagaimana mesin pengering tangan bisa jadi sarang kuman?

Jika Anda bertanya-tanya bagaimana persisnya mesin pengering tangan dapat menyebarkan kuman, prinsipnya cukup sederhana — tangan yang baru dicuci tidak sebersih yang Anda pikirkan. Masih ada sejumlah kuman yang menempel. Saat Anda mengeringkan tangan dengan tisu kering, Anda akan mengangkat sisa kuman yang mungkin masih menempel dan membuangnya ke tempat sampah.

Lain ceritanya jika Anda menggunakan mesin pengering. Udara yang masuk ke dalam mesin pengering mengandung jauh lebih banyak kuman daripada udara yang dikeluarkan. Mereka juga menemukan bahwa kadar mikroorganisme pada permukaan eksternal dari mesin pengering tangan tidak jauh berbeda dari udara sekitar dan di permukaan fasilitas kamar kecil lainnya. Namun, tim peneliti dari University of Leeds, dilansir dari Medical Daily, menemukan bahwa kuman yang hidup udara bisa menyebar hampir 27 kali lebih cepat dibandingkan dengan kuman yang ditemukan menempel di permukaan dispenser tisu toilet. Parahnya lagi, 48 persen dari bakteri yang dikeringkan dari tangan peserta masih tetap ada atmosfer ruangan 15 menit setelah mereka selesai mengeringkan tangan dengan pengering jet.

Bukti lain yang dibawa oleh Redway dan Fawdar pada tahun 2008, dikutip dari jurnal Mayo Clinic Proceedings, menunjukkan bahwa tisu kertas mengurangi jumlah semua jenis kuman pada tangan secara dramatis. Tisu toilet mengurangi jumlah kuman hingga 77 persen. Sementara itu, mesin pengering justru meningkatkan kuman di tangan sebesar 42 persen.. Dalam studinya, Redway dan Fawdar menyatakan mereka menggunakan sampel pengering elektrik dan pengering jet baru; oleh karena itu, mereka yakin bahwa setiap kenaikan dalam jumlah mikroorganisme jahat setelah penggunaan pengering diakibatkan karena faktor selain kontaminasi dari mesin pengering itu sendiri.

Meski mesin ini pasti akan lebih cepat dan efisien dalam mengeringkan tangan, kombinasi dari kelembapan dan kuman yang mengambang di udara kamar mandi, tangan Anda sendiri, dan udara hangat yang dihembuskan dari mesin akan mendorong bateri semakin giat berkembang biak. Kuman dan virus berkembang dalam suhu hangat, terutama yang dekat dengan suhu tubuh. Oleh karena itu, tubuh manusia menyediakan lingkungan yang ideal untuk berbagai jenis bakteri untuk tumbuh. Selain itu, bukannya masuk ke dalam tempat sampah, kuman justru menyebar hampir tiga meter jauhnya dari pengering itu sendiri, membuat siapa pun yang berada di sekitar pengering tersebut, termasuk Anda sendiri, berisiko terpapar kuman.

Apakah ini artinya saya tak boleh menggunakan mesin pengering tangan?

Yang harus dipertimbangkan, studi-studi ini dilakukan dalam lingkungan lab terkontrol menggunakan sampel virus jinak dengan jumlah yang tidak realistis. Studi tidak dilakukan dalam skenario kehidupan nyata, di mana sebenarnya dispenser tisu di toilet umum luaran sana akan mengandung lebih banyak kuman dan bakteri bekas pengguna sebelumnya, bahkan jika toilet umum tersebut memiliki lebih sedikit kuman di udara. Penelitian-penelitian ini juga tidak menguji bagaimana berbagai metode pengeringan ini menyebarkan bakteri ganas nyata, yang lebih besar dan juga menyebabkan penyakit.

Pada akhirnya, pilihan menggunakan tisu toilet atau mesin pengering tangan canggih kembali lagi kepada preferensi pribadi. Satu hal yang pasti: kecuali Anda memiliki alasan medis untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra di sekitar kuman dan bakteri, mengeringkan tangan dengan cara apapun tidak akan banyak mempengaruhi kehidupan Anda sehari-hari.

BACA JUGA:

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

    Bakwan―gorengan khas Indonesia ini memang enak dan gurih. Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan lebih sehat. Simak resep membuat bakwan sehat berikut.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

    5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

    Penyebab mulut terasa pahit saat puasa biasanya tidak berbahaya. Bisa jadi, mulut terasa pahit karena Anda lalai melakukan hal yang satu ini! Apa ya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Hari Raya, Ramadan 19/05/2020

    4 Cara Mencegah Keluar Air Mani Saat Puasa

    Bagi beberapa pria, air mani bisa bocor bahkan saat sedang tidak dirangsang. Ada beberapa cara mudah untuk mencegah air mani keluar saat puasa.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

    Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

    Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    makan di luar rumah saat pandemi

    Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
    sakit tangan main hp

    Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
    gerimis bikin sakit

    Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020

    Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020