Apakah Tangan yang Putus Bisa Disambung Kembali?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Putusnya salah satu anggota tubuh termasuk dalam kategori cedera berat yang dapat mengubah secara drastis kemampuan Anda untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Karena hal ini, dokter bedah biasanya melakukan tindakan sedini mungkin untuk menyambungkan kembali bagian tubuh yang putus. Akan tetapi, bagaimana jika bagian tubuh yang putus adalah tangan? Bisakah dokter melakukan prosedur penyambungan tangan putus agar fungsinya kembali normal?

Seperti apa prosedur penyambungan tangan putus?

Prosedur penyambungan bagian tubuh yang putus umumnya disebut sebagai replantasi. Prosedur ini dapat dilakukan pada jari, tangan, atau lengan yang telah putus akibat kecelakaan maupun cedera serius. Tujuannya tidak lain adalah agar pasien dapat memperoleh kembali fungsi bagian tubuh yang sebelumnya putus dengan seoptimal mungkin.

Replantasi tangan putus dilakukan dalam tiga tahap berikut.

  • Tangan dibersihkan dari jaringan yang rusak dengan hati-hati.
  • Ujung tulang dari kedua bagian tangan dipendekkan, lalu digabungkan dengan pen, kawat, atau kombinasi lempeng dan sekrup khusus. Alat-alat ini akan membantu menahan posisi tangan selama proses pemulihan jaringan.
  • Otot, tendon, pembuluh darah, dan saraf diperbaiki agar dapat disambung kembali. Dokter juga dapat membuat jaringan cangkok dari tulang, kulit, dan jaringan lainnya yang terlibat bila diperlukan.

Proses pemulihan setelah replantasi tangan putus

Proses pemulihan pascaoperasi akan cukup memakan waktu dan pasien harus menjalaninya dengan cermat. Proses ini dapat berbeda-beda pada setiap orang dan bergantung pada sejumlah faktor seperti:

  • Usia: Pasien yang lebih muda memiliki peluang lebih besar dalam menumbuhkan kembali jaringan saraf, merasakan sensasi pada tangan, dan menggerakkan tangan yang direplantasi dengan normal seperti sebelumnya.
  • Tingkat kerusakan jaringan: Tangan yang putus akibat kecelakaan biasanya mengalami kerusakan jaringan yang lebih parah sehingga lebih sulit pulih bila dibandingkan dengan hasil amputasi.
  • Posisi cedera: Semakin jauh posisi cedera dari pangkal lengan, maka semakin besar kemungkinan kembalinya fungsi tangan yang putus.
  • Cedera pada sendi: Kemungkinan untuk pulih seutuhnya lebih besar pada pasien yang tidak mengalami cedera pada persendian.

Guna menunjang proses pemulihan, pasien replantasi tangan putus juga harus menghindari hal-hal yang dapat mengganggu sirkulasi darah. Anda harus menjauhi kebiasaan merokok karena hal ini dapat mengurangi aliran darah menuju area yang dioperasi. Tidak hanya itu, Anda juga juga perlu menjaga tangan tetap berada lebih tinggi dari jantung untuk meningkatkan aliran darah ke bagian tersebut.

Proses rehabilitasi setelah replantasi tangan putus

Proses rehabilitasi adalah bagian yang penting dalam mengembalikan fungsi tangan seperti sedia kala. Pertama-tama, tangan Anda akan dipasangi sejenis kerangka di sekitar jaringan yang tadinya mengalami cedera. Kerangka ini akan membatasi gerakan tangan, tapi di saat yang sama juga membantu melatih pergerakan otot-otot tangan sambil tetap mengurangi kemungkinan timbulnya jaringan luka.

Rehabilitasi memang dapat membantu Anda mengembalikan fungsi tangan yang putus, tapi perlu dipahami bahwa fungsi jaringan saraf pada tangan Anda tidak akan kembali hingga seratus persen. Selain itu, jaringan saraf yang menghubungkan tangan Anda ke pusat sistem saraf juga memerlukan waktu cukup lama untuk pulih. Jadi, Anda mungkin perlu menunggu hingga beberapa bulan sebelum bisa memperoleh kemajuan, termasuk merasakan sesuatu dengan ujung-ujung jari Anda.

Replantasi adalah prosedur yang tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Tidak jarang, dokter justru menyarankan prosedur amputasi bila kerusakan pada jaringan dinilai terlalu parah. Saran ini biasanya diberikan dengan pertimbangan bahwa penyambungan kembali tangan yang putus malah akan menimbulkan lebih banyak masalah dibandingkan manfaat.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca