Ini Bahayanya Kalau Baju Baru Langsung Dipakai Tanpa Dicuci Dulu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 20/11/2017 . 3 menit baca
Bagikan sekarang

Setelah beli baju baru, terkadang banyak orang yang langsung tergoda ingin memakainya tanpa dicuci dulu. Bajunya, kan, dibungkus plastik. Pasti masih bersih. Eits, tunggu dulu. Mencuci baju baru sebelum dipakai perdana itu sangat penting, lho! Meski memang belum pernah dipakai, baju baru menyimpan beragam potensi masalah kesehatan yang seringnya tidak Anda sadari.

Mencuci baju baru mencegah penyebaran penyakit

Baik itu yang sudah dipajang di etalase toko atau versi “baru”nya yang Anda minta dari gudang stok, semua pakaian baru harus dicuci dulu sebelum dipakai dan menempel langsung pada kulit Anda.

Pakaian baru yang tidak dicuci sangat mungkin terkontaminasi bakteri, jamur, kutu, atau bahan kimia, tergantung pada bagaimana cara baju tersebut dibuat, disimpan di atau di gudang, maupun saat pengangkutannya.

Itu sebabnya mencuci baju adalah langkah yang penting untuk dilakukan. Pasalnya para ahli telah memperingatkan adanya potensi risiko kontaminasi virus dan bakteri dari baju baru — mulai dari yang menyebabkan flu, infeksi jamur, hingga ruam kulit. Kuman dan bakteri bisa masuk ke dalam tubuh melalui pori-pori kulit. Selain itu, ketika Anda berkeringat pori-pori akan terbuka sehingga membuat patogen penyebab penyakit bisa masuk lebih mudah.

Di toko, mungkin baju sudah pernah dicoba oleh orang lain. Jika orang itu mengalami infeksi kulit, maka penyakit bisa disebarkan melalui pakaian. Serat kain merupakan lingkungan yang paling disukai oleh kutu, bakteri, dan virus untuk berkembang biak. Virus flu dan norovirus, misalnya, dapat bertahan di kain dan permukaan keras hingga 48 jam. Jika seseorang yang sebelumnya menggunakan pakaian menderita flu, maka virus bisa bertahan sekitar satu hari atau lebih dan menyebar ke orang berikutnya.

Pada beberapa kasus, pewarna sintetis yang masih melekat kental pada serat-serat pakaian dapat menyebabkan dermatitis kontak, yakni peradangan kulit akibat kontak dengan suatu zat alergen tertentu.

Apa saja bahan kimia berbahaya yang ditemukan pada produk pakaian baru?

  • Chromium IV: sering ditemukan pada bahan kulit dan wol yang dapat menyebabkan kontak dermatitis
  • DMF: digunakan untuk mencegah jamur dan produk pakaian dari kulit menjadi lembap. DMF dapat menyebabkan eksim yang sulit diobati.
  • Alkofenon: digunakan untuk produksi tekstil dan kulit, merupakan zat yang beracun bagi lingkungan
  • Pewarna dispersi: yang bisa menyebabkan alergi dan ruam
  • Pewarna azo: sering digunakan dalam proses pewarnaan tekstil. Baru-baru ini diketahui bahwa beberapa agen pewarna dalam azo mungkin bersifat karsinogenik dan mutagenik. Penemuan ini telah dilakukan oleh EU REACH (Europian Union Registration, Evaluation, Authorization and Restriction of Chemicals), sebuah badan legalasi dari Uni Eropa.
  • Formalin: digunakan untuk proses finishing kain. Paparan rendah zat ini mengiritasi mata, hidung, tenggorokan dan bisa menyebabkan alergiyang mempengaruhi kulit dan paru-paru.
  • Fenol terklorinasi: digunakan dalam pengolahan tekstil. Kontak dengan bahan ini terutama dalam bentuk uap bisa mengiritasi kulit, mata, dan mulut.

Mencuci baju baru bisa mencegah Anda dari iritasi kulit, apalagi untuk orang yang memiliki kulit sensitif. Perlu diingat juga untuk selalu mencuci pakaian baru dengan mengikuti petunjuk cara pencuciannya untuk mencegah bahan cepat rusak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cerita Dokter IGD, Garis Depan Penanganan COVID-19 di Indonesia

Dokter Tri Maharani menyarankan penanganan COVID-19 harus dikerjakan oleh semua sektor. Yang terpenting adalah tenaga medis di garda terdepan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 07/04/2020 . 10 menit baca

Bahaya Menyemprot Disinfektan Langsung ke Tubuh Manusia

WHO baru-baru ini mengingatkan bahaya disinfektan bagi tubuh bila disemprotkan secara langsung. Apa saja bahaya tersebut?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 02/04/2020 . 5 menit baca

Jangan Langsung Pakai Handuk Baru, Cuci Dulu dengan Cara Ini

Handuk baru dapat menjadi sumber penyakit jika Anda tidak mencucinya dengan benar. Mengapa demikian, dan seperti apa cara yang tepat untuk mencuci handuk?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/03/2020 . 4 menit baca

Virus Baru Ditemukan di Brasil, Dipastikan Tidak Menginfeksi Manusia

Beberapa ilmuwan di Brasil telah mengidentifikasi yaravirus yang disebut-sebut menjadi temuan baru dalam dunia sains. Apakah virus ini berbahaya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Berita Luar Negeri, Berita 13/02/2020 . 6 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

bahan kimia alat masak celiac

Bahan Kimia pada Alat Masak Antilengket Tingkatkan Risiko Penyakit Celiac

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 menit baca
bahan kimia kosmetik autisme

Benarkah Bahan Kimia Kosmetik Tingkatkan Risiko Autisme pada Janin?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020 . 3 menit baca
cara penularan kutu rambut

Bagaimana Sebenarnya Cara Penularan Kutu Rambut?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 21/04/2020 . 4 menit baca
kucing tertular covid-19

Apakah Kucing dan Hewan Lainnya Dapat Tertular COVID-19 dari Manusia?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 09/04/2020 . 4 menit baca