Ada dua tipe orang yang merokok ganja: mereka yang merokok selinting ganja murni tanpa tambahan apapun, dan mereka yang mencampur daun tembakau rokok ke dalam lintingan ganja mereka. Orang-orang tipe kedua melakukan ini karena beranggapan bahwa tembakau rokok dapat melipatgandakan efek mabuk yang didapat dari ganja. Padahal, mencampur ganja dengan tembakau justru bisa berbahaya.

Efek mencampur ganja dengan tembakau rokok justru bikin kecanduan

Pada umumnya, merokok ganja itu sendiri tidak menimbulkan ketergantungan. Atau jikapun ada, masih termasuk kecil peluangnya. Namun, penelitian dari University College London menemukan bahwa perokok ganja yang mencampur tembakau di lintingan ganja mereka lebih cenderung menunjukkan gejala kecanduan layaknya ketergantungan obat-obatan psikotropika. Ditemukan bahwa tingkat keparahan ketergantungan dari kebiasaan mengisap ganja yang dicampur tembakau rokok bisa meningkat hingga 60 persen.

Dilansir dari Guardian, Chandni Hindocha, seorang mahasiswa doktoral di unit psikofarmakologi klinis University College London, yang memimpin penelitian tersebut, mengatakan bahwa, “Ganja tidak terlalu ‘nyandu’ daripada rokok tembakau, tapi kami menemukan bahwa mencampur tembakau dengan ganja menurunkan motivasi untuk berhenti menggunakan ganja.”

Hindocha dan rekannya meneliti kebiasaan orang-orang dalam mengisap ganja dengan menganalisis tanggapan dari 33.687 pengguna ganja dari 18 negara lewat Global Drug Survey tahun 2014. Mereka menemukan bahwa perokok ganja yang tidak mencampur ganja dengan tembakau jauh lebih termotivasi untuk berhenti dan kemungkinan besar akan mencari bantuan profesional untuk kecanduan ganja dan nikotin — bahkan hingga 80 persen. Mereka yang tidak mencampur selinting ganja dengan tembakau juga menunjukkan tekad yang lebih kuat untuk meminimalisir kebiasaan merokok tembakau dan lebih terlibat aktif untuk mencari bantuan untuk berhenti merokok.

Hasil studi ini menunjukkan bahwa orang yang secara teratur mencampur tembakau dengan ganja lebih berisiko mengalami kecanduan secara psikologis daripada orang yang menggunakan ganja dan tembakau secara terpisah, tanpa mencampurnya, atau menggunakan ganja saja tanpa campuran apapun, tutup periset.

Campuran ganja dan daun tembakau menyebabkan denyut jantung dan tekanan darah meningkat

Satu penelitian lain masih dari University College London menemukan bahwa meski merokok campuran ganja dan tembakau tidak melipatgandakan sensasi mabuk seperti apa yang selama ini dikira, efek kesehatannya pada tubuh tetaplah buruk.

Dalam penelitian tersebut, tim periset mengamati 24 pengguna ganja yang ikut ambil bagian dalam empat sesi merokok ganja dengan tipe yang berbeda: dicampur dengan tembakau, rokok plasebo, atau hanya ganja murni. Mereka kemudian memberi perokok sebuah tes memori, mengukur denyut jantung, dan tekanan darah mereka, kemudian membuat pengguna menilai sendiri suasana hati dan pengalaman merokok mereka secara keseluruhan.

Menurut penelitian, nikotin memang memiliki efek telah membantu menajamkan pikiran, sehingga menggabungkannya dengan ganja bisa membantu membatalkan masalah memori yang bisa menjadi efek samping dari mengisap ganja murni. Namun, para peneliti menekankan bahwa risiko kesehatannya masih jauh lebih besar daripada manfaatnya. Penelitian yang dipimpin oleh Val Curran ini menunjukkan bahwa menggabungkan daun tembakau rokok ke dalam selinting ganja dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah, walau hanya sementara.

Mencampur ganja dan tembakau meningkatkan risiko stroke

Namun begitu, efek peningkatan denyut jantung dan tekanan darah bisa bertahan lama ketika “didampingi” oleh efek kecanduan dari merokok campuran ganja dan tembakau. Jika kebiasaan ini tetap diteruskan, merokok selinting ganja yang dicampur tembakau dalam jangka panjang akan meningkatkan risiko stroke.

Jantung yang berdetak terlalu cepat tidak akan memompa dengan maksimal. Akibatnya, aliran darah malah stagnan sehingga akhirnya bisa menggumpal. Ketika penggumpalan darah menyumbat arteri otak, ini akan mengakibatkan stroke iskemik. Begitu pula dengan tensi darah yang tinggi. Ketika tensi darah terlalu tinggi dalam jangka panjang, pembuluh darah bisa pecah dan menyebabkan stroke hemoragik.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca