Mengulik Mitos di Balik Manfaat Minyak Bulus

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17/09/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Walau payudara kendur merupakan bagian tak terelakkan dari penuaan, banyak produk suplemen di luaran sana yang dipasarkan sebagai obat mujarab guna membesarkan payudara. Salah satunya adalah minyak bulus. Sebelum merogoh kocek, simak dulu penjelasan dari dunia medis soal kebenaran manfaat minyak bulus.

Apa itu minyak bulus?

Minyak bulus adalah konsentrat minyak yang berasal dari kura-kura atau penyu air tawar (bulus). Di Indonesia, minyak bulus didapatkan melauli proses pengolahan tradisional, yaitu dengan memanaskan lemak penyu dan bagian tubuh lainnya di bawah terik matahari sehingga menghasilkan minyak. Minyak bulus umumnya dijual dalam bentuk botolan kecil, meski juga ada beberapa produsen yang menawarkan minyak bulus dalam bentuk suplemen kapsul.

Apa saja manfaat minyak bulus?

Minyak bulus memiliki berbagai klaim manfaat kesehatan, sebagian besar terkait dengan kondisi kulit. Satu manfaat minyak bulus yang paling dikenal adalah untuk mengencangkan payudara dan suplemen anti-impotensi. Namun demikian, minyak bulus juga diklaim dapat mengobati berbagai penyakit kulit, menyembuhkan luka bakar, menghilangkan flek hitam dan keriput di wajah, dan menghaluskan tumit kaki yang pecah-pecah.

Dikutip dari Live Strong, sebuah perusahaan farmasi asal Cina, Hainan Life Nourishing Pharmacy Company, melaporkan bahwa minyak bulus bermanfaat bagi kesehatan jantung dan paru. Namun, manfaat kardiovaskular ini hanya telah diuji pada tikus lab, bukan manusia.

Selain itu, manfaat minyak bulus juga dikaitkan dengan terapi pengobatan untuk anemia aplastik dan penyakit Parkinson, menurut sebuah studi dari Institute for Traditional Medicine.

Apa kata dunia medis soal kebenaran manfaat minyak bulus?

Ide di balik penggunaan minyak bulus sebagai obat penyembuh mungkin berangkat dari pemikiran bahwa kura-kura dan penyu termasuk hewan yang panjang umur — hingga ratusan tahun. Kura-kura juga dianggap memiliki kekuatan penyembuhan kulit yang luar biasa. Hal ini disebabkan oleh kandungan minyak dalam tubuhnya.

Ada juga kemungkinan bahwa tempurung dan badan kura-kura menyediakan sejumlah komponen gizi penting, seperti protein, magnesium, dan vitamin. Jadi teorinya, jika minyak ekstrak kura-kura langsung dioleskan di kulit, keajaiban peremajaan kulit yang sama juga akan terjadi pada manusia.

Meski demikian, sejumlah penelitian tentang manfaat minyak bulus yang dilakukan di Amerika Serikat melaporkan bahwa minyak bulus tidak mengandung hormon awet muda apapun. Beberapa komponen kimia diperoleh dari berbagai kelenjar penyu, tetapi sejumlah bahan aktifnya mungkin telah dimatikan oleh pemanasan dan proses kimia yang terlibat dalam pembuatan minyak. Misalnya, minyak penyu mengandung vitamin A, tapi seringnya vitamin ini akan menguap dan hilang saat minyak disaring dengan arang atau kaolin untuk menjernihkan warnanya.

Sampai saat ini kebanyakan ahli kimia dan kosmetik sepakat bahwa tidak ada cukup bukti ilmiah yang mampu mendukung kehebohan klaim manfaat minyak bulus.

Terlebih lagi, seseorang mungkin memiliki reaksi alergi terhadap minyak bulus. Efektivitas manfaat minyak bulus belum pernah diuji secara klinis pada manusia, oleh karena itu hanya sedikit yang diketahui tentang kemungkinan reaksi alerginya. Tanda-tanda reaksi alergi yang serius termasuk kesulitan bernapas, pembengkakan wajah dan tenggorokan, gatal-gatal dan ruam kulit. Jika Anda mencurigai timbul reaksi alergi setelah menggunakan minyak bulus, cari bantuan medis segera.

Kura-kura dan penyu air tawar tergolong sebagai spesies yang terancam punah di berbagai belahan dunia. Transaksi jual beli minyak bulus mendorong perburuan penyu dan dapat mempercepat kepunahan spesies ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kulit Kering Bikin Gatal? Begini Cara Mengatasinya

Kulit kering ternyata bisa menimbulkan rasa gatal dan iritasi. Begini cara mengatasi gatal karena kulit kering, serta mencegah kulit jadi semakin kering.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Penyakit Kulit, Health Centers 01/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Warna rambut yang salah bisa membuat Anda terlihat lebih tua. Berikut cara mengetahui warna rambut yang sesuai dengan karakter diri.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Kecantikan 31/05/2020 . Waktu baca 4 menit

LIPI Uji Obat Herbal COVID-19 dari Daun Ketepeng dan Benalu

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sedang menguji obat herbal COVID-19 dari dua tanaman yakni daun ketepeng dan benalu. Sejauh mana perkembangannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 18/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Menilik Kandungan Herbavid-19, Ramuan Herbal untuk Pengobatan COVID-19

Satgas COVID-19 membagikan ribuan jamu Herbavid-19 ke beberapa rumah sakit rujukan COVID-19. Apakah khasiatnya sudah terbukti?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 08/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tidur pakai bra

Tidur Sebaiknya Pakai Bra atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 28/07/2020 . Waktu baca 4 menit
bahan krim anti-aging

7 Bahan Dalam Krim Anti-Aging yang Perlu Anda Tahu

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 4 menit
obat maag alami herbal asam lambung

Manfaat Bahan-bahan Herbal untuk Pengobatan Gangguan Lambung

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit
Obat tradisional COVID-19

Saran Kemenkes untuk Manfaatkan Obat Tradisional Sebagai Pencegah COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020 . Waktu baca 4 menit