Meski Dihindari, Ini 5 Peran Penting Kolesterol untuk Menjaga Kesehatan Tubuh

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Kolesterol memiliki reputasi yang buruk di masyarakat. Kadar kolesterol tinggi sudah lama dikaitkan dengan penyakit jantung koroner, serangan jantung, atau stroke. Namun meski ditakutkan, ada banyak manfaat kolesterol bagi tubuh — tentunya jika kadar kolesterol Anda dijaga tetap dalam ambang normal. Apa saja fungsi kolesterol di dalam tubuh?

Apa itu kolesterol?

Kolesterol adalah jenis lemak yang ditemukan pada semua sel dalam tubuh. Dilansir dari laman Harvard Medical School, sekitar 20% kolesterol dalam tubuh Anda didapat dari makanan produk hewani. Namun, tubuh juga bisa memproduksi kolesterolnya sendiri untuk menyeimbangkannya. 

Kolesterol beredar dalam tubuh melalui aliran darah dalam bentuk lipoprotein. Terdapat dua jenis lipoprotein yang membawa kolesterol ke seluruh tubuh Anda, yaitu kolesterol HDL yang dikenal sebagai kolesterol baik, dan kolesterol LDL yang dikenal dengan kolesterol jahat.

Beragam manfaat kolesterol dalam tubuh

Keberadaan kolesterol sebenarnya sangat dibutuhkan untuk menunjang proses metabolisme tubuh. Lantas, apa saja fungsi kolesterol di dalam tubuh?

1. Pelindung sel

Tubuh terdiri dari kumpulan-kumpulan sel yang akan membentuk sebuah jaringan dan organ. Nah, setiap sel di dalam tubuh akan memiliki lapisan terluar sebagai pelindung. Pelindung sel ini terbuat salah satunya dari kolesterol.

Kolesterol adalah lemak yang bersifat kaku, sehingga lebih ideal untuk menjaga keutuhan sel ketimbang jenis lemak lainnya dalam tubuh. Sel yang kuat akan membentuk jaringan dan organ yang berfungsi optimal.

2. Membantu memproduksi vitamin D

Selain dari sumber makanan, tubuh Anda bisa memproduksi vitamin D secara otomatis ketika terpapar sinar matahari. Caranya adalah dengan mengubah kolesterol (7-dehidrokolesterol) yang ada dalam kulit menjadi calcitriol. Senyawa ini kemudian langsung disalurkan ke hati dan ginjal untuk menghasilkan vitamin D yang dibutuhkan oleh tubuh.

Vitamin D nantinya akan berperan besar dalam menjaga kesehatan tulang dan gigi, serta membantu fungsi sistem kekebalan tubuh dan sistem saraf berjalan dengan optimal.

3. Pembentuk hormon

Kolestrol adalah bahan dasar pembentukan hormon, khususnya hormon steroid yang mencakup testosteron (hormon seks pria) serta estrogen dan progesteron (hormon seks wanita). Masing-masing hormon seks ini berperan mengatur fungsi sistem reproduksi manusia.

Selain itu, kolesterol juga berperan dalam pembentukan hormon kortisol dan aldosteron. Kedua hormon ini berperan penting dalam pengaturan tekanan darah, merespon stres, dan menjaga kesimbangan elektrolit tubuh.

4. Pembentuk asam empedu

Asam empedu dibentuk oleh hati (liver) dengan bantuan kolesterol dalam darah. Asam empedu itu sendiri berfungsi untuk memecah lemak makanan untuk bisa diserap oleh tubuh dan digunakan sebagai energi. 

5. Menjaga fungsi otak

Otak merupakan organ yang mengandung kolesterol paling tinggi dibandingkan organ lain. Dilansir dari laman Harvard Medical School, 25% kolesterol tubuh terkandung di otak.

Dalam otak, kolesterol berperan untuk memperlancar sambungan antar saraf, disebut sinaps, yang mengatur berbagai fungsi otak — terutama untuk mengingat. Fungsi kolesterol lainnya untuk kesehatan otak adalah memelihara sel-sel otak. 

Akan tetapi, semua manfaat kolesterol ini bisa kita dapatkan dengan menjaga kadarnya tetap dalam ambang yang sehat. Pasalnya, kadar kolesterol berlebih dalam tubuh terkait dengan peningkatan risiko berbagai penyakit kronis.

Apa akibatnya jika tubuh kekurangan kolesterol?

Kasus kolesterol rendah lebih jarang terjadi daripada kasus kolesterol tinggi. Namun kadar kolesterol yang jauh di bawah normal sama-sama dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan.

Rendahnya kadar kolesterol diduga memiliki dampak terhadap kesehatan mental. Dilansir dari laman Healthline, penelitian melaporkan bahwa wanita yang memiliki kolesterol rendah cenderung menunjukkan gejala depresi dan gelisah atau kecemasan. Selain itu, kolesterol rendah pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur atau berat badan bayi rendah saat lahir (BBLR).

Maka, sebisa mungkin usahakan kadar kolesterol Anda tetap dalam ambang normal. Secara umum, kadar kolesterol total yang kurang dari 200 mg/dl dan kadar LDL (kolesterol jahat) kurang dari 100 mg/dl dalam darah dikatakan ideal. Kolesterol dapat membahayakan kesehatan bila kadar LDL Anda mencapai 160 mg/dl atau lebih, atau kadar kolesterol total mencapai 240 mg/dl atau lebih.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca