Pssst, Ternyata Terbiasa Berpikir Kreatif Baik Bagi Kesehatan, Lho!

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Melukis, menggambar, menari, bernyanyi, dan bermain alat musik adalah beberapa contoh kegiatan yang disinyalir mampu meningkatkan kreativitas. Namun sebenarnya kreativitas dibutuhkan di setiap kegiatan. Ya, berpikir kreatif tak hanya membuat pekerjaan Anda jadi lebih mudah tapi juga berdampak baik bagi kesehatan. Katanya, orang yang sering berpikir kreatif kondisi kesehatannya lebih baik. Apa benar?

Pentingnya berpikir kreatif bagi kesehatan tubuh

Ketika Anda membuat suatu prakarya atau buah tangan, sudah pasti Anda dituntut untuk kreatif. Mungkin Anda kerap kali menemukan beberapa orang yang melakukan aktivitas kreatif sebagai hobi, bahkan sebagian lainnya memanfaatkannya untuk mencari nafkah. Namun tak peduli hal apa yang mendorong seseorang untuk mengekspresikan imajinasinya, jelas terlihat bahwa berpikir kreatif adalah hal yang penting untuk dilakukan setiap harinya. Bahkan banyak penelitian di bidang medis yang membenarkan bahwa seni dan berpikir kreatif ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan mental dan fisik seseorang.

Sebuah penelitian dari American Journal of Public Health mengenai The Connection Between Art, Healing, and Public Health. Meneliti lebih dari 30 pasien yang menderita kanker dan penyakit kronis, hasilnya menyatakan bahwa seni memiliki dampak positif bagi kesehatan dan penyembuhan diri, juga bagi mereka yang ingin mengurangi stres dan kecemasan, meningkatkan emosi positif, serta mengurangi kemungkinan depresi.

Selain itu, manfaat lain dari berpikir kreatif bagi kesehatan tubuh Anda yaitu:

1. Menghilangkan stres

Aktivitas seni seperti bermusik, melukis, menggambar, serta fotografi adalah hobi santai yang dapat menurunkan tingkat stres serta membuat pikiran lebih jernih dan tenang. Rata-rata setiap orang memiliki sekitar 60.000 hal yang dipikirkan dalam satu hari. Dari memikirkan hal-hal yang kecil hingga berat, seperti target kantor. 

Terapi musik disinyalir memiliki efek dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Musik mempengaruhi otak dengan cara yang kompleks dan merangsang sistem limbik bekerja lebih baik. Sistem limbik adalah bagian otak yang mengatur berbagai fungsi seperti emosi, perilaku, dan memori jangka panjang. Hal ini juga mampu menghindarkan Anda dari stres.

Menurut Stuckey dan Nobel, penulis American Journal of Public Health, mendengarkan musik dapat membantu mengembalikan fungsi kekebalan tubuh melalui bagian otak yang bernama amigdala dan hipotalamus. Kedua daerah otak ini terlibat dalam proses hormonal dan perubahan mood, serta respon inflamasi tubuh.

2. Meningkatkan kerja otak

Dilansir dari Medical News Today, orang yang senang bermusik mampu meningkatkan konektivitas antara dua belahan otak. Setiap kali Anda berpikir kreatif, dalam hal ini kesenian, otak akan menciptakan hubungan baru antar sel otak. Kemampuan otak Anda untuk menumbuhkan koneksi disebut neuroplastisitas.

Manfaat jadi kreatif lainnya, yakni dapat merangsang antar berbagai bagian otak. Dari hal ini terlihat bahwa kreativitas dari seni mampu meningkatkan ketahanan psikologis dan ketahanan terhadap stres.

3. Meningkatkan kesehatan mental

Manfaat kreativitas dari seni bisa dilihat pada keadaan fisik tubuh Anda. Faktanya Journal of Psychosomatic Medicine, mengatakan bahwa menulis bisa menjadi pengobatan untuk pasien HIV dengan cara mempengaruhi sel-sel di dalam tubuh dan memperbaiki sistem kekebalan tubuh. Sehingga memberi hasil yang baik terhadap peningkatan jumlah limfosit CD4. Dengan kata lain, manfaat jadi kreatif bisa menciptakan perubahan fisik yang nyata pada tubuh Anda.

Meningkatkan kreativitas dari menulis ternyata juga bisa menangani dalam penyembuhan nyeri kronis. Pasien penderita nyeri kronis telah mengalami penurunan tingkat keparahan nyeri setelah mengungkapkan emosinya melalui bentuk tulisan selama periode sembilan minggu.

4. Meningkatkan kebugaran tubuh

Sebuah penelitian yang berfokus pada survivor kanker payudara, menemukan bahwa menari mampu memperbaiki fungsi bahu penderita kanker payudara sehingga memberi efek baik pada tubuh mereka.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa program zumba, bisa memperbaiki tingkat tekanan darah dan trigliserida. Sementara penelitian lain menyatakan bahwa melakukan hip-hop bersamaan dengan tari aerobik, tidak hanya mampu membuat psikologis lebih baik. Namun juga menciptakan tingkat kelelahan yang lebih rendah.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca