Bernapas Lewat Hidung Atau Mulut, Apa Bedanya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/07/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Manusia bernapas dengan menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida dengan hidung. Namun, terkadang ketika hidung tersumbat atau berair akibat pilek, Anda jadi “terpaksa” harus bernapas lewat mulut. Anda juga cenderung bernapas lewat mulut tanpa sadar karena kelalahan setelah berolahraga misalnya. Nah, apa efeknya pada tubuh akan berbeda jika kita bernapas lewat hidung atau dengan mulut?

Yang terjadi ketika manusia bernapas lewat hidung

Bernapas lewat hidung dianggap lebih sehat bukan tanpa alasan. Hidung merupakan organ utama penciuman manusia dan berperan sebagai pintu masuk udara ke dalam tubuh.

Oleh karena itu, organ ini merupakan benteng pertahanan pertama tubuh untuk menyaring benda asing dari luar masuk ke dalam tubuh, termasuk kuman, polusi, dan racun dari udara yang dihirup.

Di dalam hidung, terdapat rambut-rambut halus yang bertugas membersihkan udara dari partikel asing. Setelah melalui proses penyaringan dari, udara akan bergerak melalui saluran hidung dan berubah menjadi lebih hangat dan lembap sebelum sampai ke paru-paru

Di saat yang bersamaan, organ dalam hidung yang bernama konka akan melembapkan dan menghangatkan udara sebelum dialirkan ke faring.

Pemanasan suhu ini bertujuan agar saluran napas dan paru-paru tetap bersih dan tidak ikut mengering karena dialiri udara. Aliran udara yang lebih hangat menjaga elastisitas paru untuk menyerap dan menyimpan oksigen dengan lebih baik

Bernapas dengan hidung menciptakan tekanan udara yang lebih besar, sehingga pernapasan Anda melambat. Hal tersebut justru meluangkan waktu yang lebih banyak agar paru dapat menyimpan oksigen dalam jumlah yang lebih besar. 

Manfaat bernapas dengan hidung

sistem pernapasan manusia

Semua runutan mekanisme sistem pernapasan lewat hidung ini menurunkan risiko alergi, aspirasi (paru kemasukan benda asing), serangan asma, demam, pembengkakan amandel, dan masalah pernapasan kronis lainnya.

Dijelaskan dalam ulasan ilmiah The Health Benefits of Nose Breathing, bernapas dengan hidung merangsang produksi nitrit oksida yang mampu meningkatkan kemampuan paru menyerap oksigen dan mengedarkannya ke seluruh jaringan serta organ tubuh.

Nitrit oksida juga membantu sistem kekebalan tubuh melawan infeksi dan penyakit yang disebabkan oleh jamur, virus, parasit, hingga bakteri.

Itu mengapa bernapas lewat hidung lebih dianjurkan dibanding bernapas lewat mulut. Namun, bukan berarti Anda tidak boleh sama sekali bernapas lewat mulut. Apalagi jika ada masalah kesehatan yang mengganggu proses bernapas dengan hidung.

Hanya saja, bernapas lewat mulut tidak begitu dianjurkan. Kenapa?

Yang terjadi ketika manusia bernapas lewat mulut

Bernapas dengan mulut hanya dianjurkan jika hidung tersumbat, atau mau tidak mau dilakukan setelah melakukan olahraga berat.

Bernapas lewat mulut membantu paru-paru meraup lebih banyak oksigen dengan lebih cepat daripada lewat hidung sehingga bisa langsung disalurkan ke otot-otot tubuh. Dengan begitu, jalannya olahraga Anda bisa lebih efisien.

Meski begitu, bernapas lewat mulut tidak boleh dilakukan terus-menerus karena berpotensi menyebabkan masalah kesehatan.

Seperti yang dijelaskan dalam studi pada jurnal The Layngoscope, alasan utamanya adalah tidak ada organ atau bagian khusus di dalam mulut yang berfungsi menghangatkan, menyaring, dan melembapkan udara yang masuk.

Udara yang masuk ke dalam mulut langsung mengalir ke saluran napas begitu saja tanpa disaring dan dilembapkan dulu. Kondisi ini rentan menyebabkan berbagai masalah pernapasan dan kesehatan tubuh secara umum akibat infeksi bakteri, virus, jamur, maupun parasit.

Selain itu, lama-lama bernapas lewat mulut akan membuat bagian dalam mulut kering. Mulut yang kering (xerostomia) dapat mempercepat pertumbuhan bakteri. Itu mengapa orang yang sering bernapas lewat mulut cenderung bau mulut juga rentan mengalami masalah gigi dan mulut lainnya.

Dampak negatif terbiasa bernapas lewat mulut dibandingkan melalui hidung dalam jangka panjang lainnya adalah suara serak, merasa capek setelah bangun tidur, dan muncul lingkaran hitam di bawah mata.

Tips membiasakan diri bernapas lewat hidung

teknik meditasi

Bagi Anda yang lebih sering bernapas menggunakan mulut, mungkin sudah saatnya untuk mengurangi kebiasaan tersebut. Hal ini dapat dimulai dengan lebih banyak bernapas dengan hidung pada siang hari agar Anda lebih terbiasa. 

Ini dia beberapa strategi yang mungkin dapat membantu Anda untuk memakai hidung sebagai alat pernapasan Anda. 

  • Biasakan untuk selalu menutup mulut, kecuali saat berbicara, makan, atau berolahraga. 
  • Melakukan meditasi atau beberapa pose yoga yang dapat membantu Anda melatih pernapasan menggunakan hidung. 

Bagaimana dengan menutup mulut saat tidur?

Biasanya, tidur menjadi salah satu momen di mana Anda secara tidak sadar bernapas menggunakan mulut. Hal ini dikarenakan ketika Anda tidur, secara otomatis mulut akan terbuka dan lebih banyak mengambil peran sebagai alat pernapasan dibandingkan hidung.

Nah, ada juga trik menggunakan plester mulut ketika tidur agar lebih terbiasa menggunakan hidung untuk bernapas. Dengan menggunakan plester, mulut akan terkunci sehingga tubuh “dipaksa” untuk bernapas menggunakan hidung.  

Padahal, belum ada penelitian yang benar-benar menyatakan tidur memakai plester mulut terbukti lebih bermanfaat

Jika Anda tergoda melakukan hal ini, cobalah berkonsultasi lebih dulu dengan dokter. Pasalnya, tidak semua orang diizinkan dan cocok melakukan hal ini, terutama mereka yang memiliki kondisi medis tertentu.

6 Ragam Teknik Pernapasan yang Patut Dicoba Agar Tidur Lebih Cepat dan Lelap

Konsultasi ke dokter jika sering bernapas lewat mulut 

Seperti yang telah disebutkan, tanda-tanda orang yang terbiasa bernapas lewat mulut meski tidak sedang pilek adalah tidur mendengkur, mulut cepat kering, bau mulut, suara serak, dan mudah lelah.

Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segera pergi ke dokter untuk mendapat penanganan medis yang tepat.

Tidak banyak orang tahu bahwa kecenderungan bernapas lewat mulut bisa menandakan adanya sumbatan pada jalur napas lewat hidung. Di antaranya adalah alergi, pilek, sinusitis, polip hidung, asma, hingga masalah mental (stres, gangguan panik, atau gangguan kecemasan kronis).

Membiasakan diri bernapas dengan hidung memang baik untuk tubuh Anda karena dapat menghasilkan kualitas oksigen yang lebih baik. Walaupun demikian, terkadang Anda juga perlu bernapas menggunakan mulut ketika saluran hidung sedang bermasalah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Begini Cara Mencapai Orgasme Hebat Dengan Teknik Pernapasan

Banyak orang menahan napas atau terengah-engah ketika mendekati klimaks seks. Padahal ada cara orgasme yang jauh lebih ampuh dan nikmat. Intip triknya, yuk!

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 07/03/2017 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bernapas dengan hidung

Strategi Jitu Agar Lebih Terbiasa Bernapas Lewat Hidung

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 11/10/2019 . Waktu baca 4 menit
dada terasa sakit

4 Kondisi yang Bisa Jadi Penyebab Dada Sakit Saat Bernapas

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 02/04/2018 . Waktu baca 5 menit
cara menghilangkan stres

3 Metode Relaksasi yang Murah Meriah dan Ampuh Usir Stres

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 06/10/2017 . Waktu baca 4 menit
fakta paru-paru menahan napas

Berapa Lama Kita Bisa Menahan Napas? Simak 3 Fakta Tentang Paru-paru Manusia

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2017 . Waktu baca 3 menit