Faktanya, Main Game di Ponsel Bisa Bantu Mendeteksi Demensia Lho!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 25/11/2019 . 3 menit baca
Bagikan sekarang

Demensia adalah istilah untuk menggambarkan berbagai gejala yang mengganggu fungsi otak dalam mengingat, berpikir, berbicara, dan bertingkah laku. Studi menemukan bahwa dengan main game di smartphone, seseorang dapat mendeteksi adanya demensia. Namun, benarkah demikian? Yuk, cari tahu lebih lanjut pada ulasan berikut ini.

Benarkah main game di smartphone dapat mendeteksi demensia?

main game
Sumber: NPR

Otak adalah sistem saraf pusat yang mengatur dan mengendalikan berbagai aktivitas tubuh. Bila sel-sel otak mengalami kerusakan, demensia bisa terjadi.

Meski risiko demensia meningkat seiring bertambahnya usia, penyakit ini bukanlah bagian dari penuaan.

Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Kent menunjukkan bahwa main game pada ponsel pintar dapat membantu mendeteksi demensia pada seseorang.

Game populer yang dimaksud adalah Tetris, Candy Crush, dan Fruit Saga.

Sebanyak 21 peserta melakukan serangkaian tes kognitif dengan memainkan ketiga game tersebut selama 10 menit.

Sebelumnya, ponsel pintar yang digunakan sudah dipasangi sensor untuk mengumpulkan data seberapa banyak pemain mengetuk, menggeser, dan melakukan gerakan rotasi.

Semua gerakan yang dilakukan selama memainkan permainan tersebut dapat menilai kemampuan motorik seseorang.

Jika terjadi perubahan pada kemampuan motorik, hal ini kemungkinan disebabkan oleh penyakit Alzheimer, cedera otak traumatis, atau kondisi lain yang menyebabkan penurunan kognitif.

Perlu diketahui bahwa penurunan kemampuan motorik merupakan salah satu gejala dari demensia. Kondisi ini ditandai dengan lambatnya proses pengiriman impuls dari saraf ke otak yang menghasilkan reaksi di tubuh

Menggunakan game pada ponsel pintar untuk menguji fungsi motorik dan kognitif memang terbukti mudah dan cepat ketimbang tes konvensional berbasis kertas.

Dr. John Torous, seorang psikiatri di Beth Israel Deaconess Medical Center berpendapat bahwa studi ini butuh penelitian lebih lanjut.

Namun, adanya bukti bahwa main game di smartphone memiliki pengaruh pada fungsi otak menjadi awal bagi ilmuwan dalam memanfaatkan teknologi untuk mendeteksi demensia di masa depan.

Memangnya, apa saja tanda dan gejala dari demensia?

faktor risko penyebab demensia adalah

Menurut Mayo Clinic, tanda dan gejala demensia sangat bervariasi, bergantung dengan penyebab yang mendasarinya. Namun, umumnya para pasien mengalami tanda dan gejala, seperti:

  • Daya ingat memburuk, sulit untuk berkomunikasi, merencanakan sesuatu, dan memecahkan suatu masalah.
  • Kesulitan untuk mengendalikan koordinasi tubuh dan melemahnya fungsi motorik.
  • Mengalami kegelisahan dan depresi. Bahkan beberapa di antaranya mengalami halusinasi dan paranoia.

Jika Anda, pasangan, atau orang di sekitar Anda mengalami gejala yang disebutkan di atas, segera periksa ke dokter.

Tes untuk mendeteksi demensia selain main game

tes darah untuk alzheimer

Untuk menegakkan diagnosis demensia, dokter akan meminta Anda menjalani serangkaian tes, seperti:

  • Tes kognitif dan neuropsikologis untuk mengukur keterampilan berpikir, menilai sesuatu, konsentrasi, dan mengingat.
  • Evaluasi neurologis dan kejiwaan untuk menilai gerakan, indera, keseimbangan, dan refleks tubuh serta kondisi kejiwaan terkait depresi atau masalah kejiwaan lainnya.
  • Pemindaian otak dengan CT scan atau MRI untuk mengetahui pola aktivitas otak dan protein amyloid di otak.
  • Tes laboratorium sederhana untuk mendeteksi masalah fisik yang memengaruhi fungsi otak, seperti kekurangan vitamin B12, kelenjar tiroid yang kurang aktif, dan infeksi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tak Sekadar Seru, Ini 5 Manfaat Bermain Game Bersama Pasangan

Bermain game berdampak baik bagi kecerdasan. Namun, tahukah Anda bahwa bermain game dengan pasangan akan memberikan manfaat yang lebih besar lagi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Seks & Asmara 21/10/2019 . 4 menit baca

Waspada, Detak Jantung Tidak Teratur Dapat Tingkatkan Risiko Demensia

Studi menunjukkan bahwa orang dengan detak jantung tidak teratur memiliki risiko tinggi mengalami demensia di kemudian hari. Penasaran? Yuk, baca di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Fakta Unik 01/07/2019 . 3 menit baca

5 Dampak Buruk yang Mungkin Terjadi Kalau Anak Keseringan Main Game

Mau si kecil main di konsol game portabel, laptop, atau smartphone, keseringan main game pada dasarnya akan berdampak buruk bagi masa depannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Parenting, Tips Parenting 21/02/2019 . 6 menit baca

Awas, Keseringan Main Game Action Bisa Bikin Anda Cepat Pikun! Ini Kata Ahli

Main game action sebetulnya boleh saja jika hanya untuk sekadar menyegarkan pikiran. Tapi kalau berlebihan, efek main game action bisa berbahaya bagi otak.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Fakta Unik 30/01/2019 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

Berpikir negatif demensia

Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 4 menit baca
diet rendah karbohidrat mencegah penuaan otak

Diet Rendah Karbohidrat Bisa Memperlambat Penuaan pada Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 16/05/2020 . 5 menit baca
perbedaan demensia dengan delirium dan depresi

Kenali Perbedaan Demensia dengan Delirium dan Depresi

Ditulis oleh: dr. Alfonsa Angwarmase
Dipublikasikan tanggal: 09/03/2020 . 6 menit baca
gangguan mental organic

Apa Itu Gangguan Mental Organik? Kenali Kondisinya di Sini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/10/2019 . 3 menit baca