Madu Sebagai Obat Alergi, Apakah Benar Efektif?

Oleh

Siapa yang tidak tahu madu? Anda juga pasti sudah tahu bahwa madu memiliki banyak manfaat untuk kesehatan maupun kecantikan. Cairan manis yang berasal dari serbuk sari bunga ini juga diklaim dapat menyembuhkan alergi. Seberapa amankah madu dari sisi medis? Apakah benar madu obat alergi? Sebelum Anda membeli madu. Simak ulasan berikut ini.

Apakah madu aman dari sisi medis?

Madu terdiri dari beberapa kandungan seperti, air, karbohidrat, vitamin seperti vitamin B dan C, mineral seperti kalsium, zat besi, dan sodium. Masyarakat Indonesia banyak memanfaatkan madu sebagai obat untuk meredakan batuk, alergi, diare, dan asma. Tidak hanya itu, sebagian orang juga ada yang memanfaatkannya untuk berbagai permasalahan kulit, seperti mengatasi jerawat, meredakan kulit gatal, dan menyembuhkan luka.

Jika dikonsumsi dan dioles ke kulit dengan dosis yang tepat, kemungkinan besar madu aman. Anak-anak di atas usia setahun juga bisa mengonsumsi madu. Tapi sebaiknya hindari memberi madu kepada bayi atau anak di bawah usia setahun untuk menghindari risiko botulisme. Botulisme adalah kondisi keracunan akibat racun yang diproduksi bakteri dan berpotensi fatal.

Terlepas dari itu, perlu diketahui bahwa tidak semua madu aman. Ada jenis madu yang berkemungkinan tidak aman jika dikonsumsi, yaitu madu yang berasal dari nektar Rhododendron. Madu jenis ini berisiko menyebabkan tekanan darah rendah, nyeri dada, dan masalah pada jantung karena madu jenis tersebut mengandung racun.

Madu obat alergi, apakah efektif?

Pada beberapa manfaat lainnya, madu terbukti berkhasiat. Meski demikian hasil tersebut didapat hanya dari satu penelitian atau penelitian pada tahap awal saja. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui kebenaran manfaat madu dari segi medis, termasuk madu yang diklaim dapat mengatasi alergi.

Belum ada penelitian yang memastikan bahwa madu dapat mengatasi alergi. Bahkan untuk Anda yang memiliki alergi terhadap serbuk sari, sangat dianjurkan dan lebih baik hindari mengonsumsi madu karena cairan manis ini terbuat dari serbuk sari yang bisa menyebabkan reaksi alergi.

Universitas Connecticut Health Center melakukan penelitian untuk membandingkan manfaat madu yang dipasteurisasi atau yang telah disterilkan, dengan madu mentah atau madu yang belum diolah. Hasilnya, orang yang mengonsumsi madu yang belum diolah bisa sembuh dari alergi.

Namun, menurut penelitian yang dilakukan oleh Universitas Islam Internasional Malaysia, mengonsumsi madu dalam dosis tinggi justru dapat meningkatkan alergi. Kedua penelitian ini sangat bertentangan dan hanya menggunakan sampel yang relatif sedikit atau dalam jumlah kecil. Penelitian skala besar sangat diperlukan untuk meneliti lebih lanjut bahwa madu dapat mengatasi alergi.

Kesimpulan

Madu secara ilmiah tidak terbukti dapat mengurangi alergi atau mengatasi alergi. Hal ini berarti madu obat alergi tidak dapat dibuktikan secara medis. Bahkan Anda yang alergi serbuk sari bunga, tidak dianjurkan untuk mengonsumsi madu karena dapat memperparah alergi Anda. Jika ragu, konsultasikan kepada dokter mengenai konsumsi madu untuk mengobati kondisi tertentu. Ada baiknya konsultasikan pada dokter mengenai masalah alergi Anda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca