Kenapa Ada Orang yang Fobia Badut? Begini Penjelasan dari Ahli

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Anda mungkin punya kerabat, saudara, teman, atau tetangga yang bisa menjerit ketakutkan saat dihadapkan langsung dengan sosok badut. Bahkan, mungkin Anda sendiri yang mendadak diselimuti ketakutan hebat saat bertemu badut dalam jarak dekat? Kondisi ini banyak dikenal sebagai fobia badut atau coulrophobia. Apa penyebab fobia badut dan bisakah disembuhkan? Simak di bawah ini.

Kok bisa ada orang yang takut sekali dengan badut?

Kebanyakan orang menyukai badut karena tingkahnya yang jenaka. Namun, orang yang memiliki fobia badut menganggap badut sebagai sosok yang menyeramkan. Tak peduli bagaimana pun menariknya dan lucunya badut tersebut di mata orang lain.

Intinya, mereka bisa merasa ketakutan setengah mati saat berhadapan langsung dekat badut maupun sekadar melihat benda apa pun yang berkaitan denga badut, entah dalam jarak dekat atau jauh sekalipun. Kecemasan ekstrem dengan badut ini biasanya disebabkan oleh pengalaman pribadi yang kurang menyenangkan sehingga dapat membuat mereka terbayang-bayang setiap kali bertemu sosok badut.

Mungkin karena pernah punya kejadian buruk bersama badut, menonton film horor dengan peran badut jahat di dalamnya, hingga hal lainnya yang berhubungan dengan badut.

Selain itu, Melanie Phelps, Ph.D. selaku seorang psikolog ternama di Inggris, menjelaskan bahwa ada penyebab lain seseorang bisa mengalami ketakutan berlebih terhadap sosok badut. Menurutnya, orang dengan  coulrophia umumnya telah terbiasa melihat keluarga, pengasuh, dan orang terdekatnya sebagai wajah manusia yang ramah dan tenang.

Jadi ketika mereka kemudian bertemu dengan sosok badut yang malah sebaliknya, yakni berperawakan besar, memiliki riasan wajah yang tidak biasa, dan bersikap heboh, mereka pun jadi ketakutan.

Meski sebenarnya badut kerap kali bersikap ramah kepada siapa pun, pikiran mereka biasanya sudah terlanjur merekamnya sebagai sosok yang seram. Yang ada, mereka justru akan merasa panik, tidak aman, dan gelisah saat melihat badut.

takut badut

Apa saja gejala fobia badut?

Orang yang mengalami fobia badut menganggap bahwa berhadapan langsung dengan badut merupakan sebuah tantangan tersendiri. Bukan hanya sekadar rasa takut biasa, mereka kesulitan mengontrol ketakutannya sehingga bisa tiba-tiba menjerit histeris tak keruan ketika muncul sosok badut di depannya.

Mungkin orang normal menganggap tindakan ini tidak masuk akal atau aneh, tapi begitulah kenyataannya bagi orang dengan fobia. Berbagai gejala fisik, mental, dan emosional yang dimiliki oleh orang dengan fobia badut seperti:

  • Perasaan takut, cemas, serta panik saat membayangkan badut
  • Detak jantung dan napas tidak teratur ketika melihat badut
  • Rasa takut berlebihan hingga berkeringat deras
  • Mendadak mual
  • Merasa marah saat di tempat atau situasi di mana ada badut
  • Sangat menghindari segala hal yang berhubungan dengan badut

Lebih dari itu, orang yang ada di posisi ini bisa mendadak lemas hingga pingsan saat ketakutan yang ia rasakan telah mencapai puncaknya.

Mungkinkah orang dengan coulrophobia sembuh total?

Jika ketakutan yang Anda rasakan masih bisa dikendalikan, maka tidak ada pengobatan yang perlu dilakukan. Namun, bila ketakutan tersebut sudah masuk ke dalam kategori fobia yang cukup traumatis, Anda mungkin perlu pengobatan khusus guna memperbaiki kondisi mental dan emosional.

Cara mudahnya bisa dilakukan dengan rutin melakukan perawatan sederhana di rumah. Misalnya dengan latihan pernapasan, yoga, meditasi, atau menulis jurnal harian. Anda juga bisa mengunjungi terapis untuk menjadwalkan konseling secara berkala. Di sini, terapis yang akan menentukan terapi apa yang sesuai dengan keparahan fobia Anda.

Jika diperlukan, obat-obatan bisa diberikan untuk mengatasi gejala kecemasan dan kepanikan yang kerap menghantui diri Anda saat berpikiran mengenai badut. Meski begitu, konsumsi obat hanya diberikan di awal perawatan Anda. Jadi, ini bukan merupakan jaminan pengobatan untuk jangka panjang.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca