Kelebihan dan Kekurangan Payudara Besar dari Sisi Kesehatan

Oleh

Bila Anda adalah seorang wanita, mana yang lebih Anda pilih, memiliki payudara besar atau kecil? Menurut data dari American Society of Plastic Surgeons, hampir 300.000 perempuan di Amerika melakukan implan payudara. Data di Indonesia sendiri, walaupun diperkirakan kecil, namun terus mengalami peningkatan.

Sebuah rumah sakit di Indonesia saja melaporkan bahwa untuk melakukan pemasangan implan payudara, pasien harus rela bila perlu mengantri hingga dua bulan. Namun tahukah Anda, kelebihan dan kekurangan dari memiliki payudara besar?

Kelebihan memiliki payudara besar

Memiliki payudara besar tentu akan membuat dada Anda terasa hangat meski saat dalam cuaca dingin, karena pada cuaca dingin, tubuh akan membakar lemak untuk menghasilkan kehangatan. Selain itu, semua mata tentu akan tertuju pada Anda. Penelitian yang dilakukan oleh University of Nebraska terhadap 29 partisipan pria dan 36 partisipan wanita bahkan mengungkapkan bahwa, dibandingkan dengan wajah, area payudara dan lingkar pinggang adalah bagian tubuh yang paling lama mendapat perhatian, baik oleh pria maupun wanita.

Penelitian ini menemukan bahwa para pria menghabiskan lirikan mata mereka lebih lama pada kedua area tersebut, untuk memperkirakan, potensi dari kemampuan menghasilkan keturunan, seorang wanita yang tengah menjadi tujuan arah pandang mereka.

Berbeda dengan para pria, wanita menghabiskan waktu lebih lama untuk melirik pada kedua area tersebut,  karena sebab yang lain. Para wanita memfokuskan arah pandang pada kedua area tubuh ini, karena bertujuan untuk membandingkan dengan miliki mereka sendiri.

Kekurangan memiliki payudara besar

Suatu penelitian yang dipublikasikan pada The Journal of Plastic and Reconstructive Surgery mengungkapkan bahwa perempuan dengan payudara besar dapat berisiko mengurangi lima tahun dari usia harapan hidup yang diprediksikannya. Beberapa kekurangan memiliki payudara besar yang lain, yakni:

1. Menimbulkan rasa sakit dan pegal-pegal serta postur tubuh buruk

Menurut seorang ahli penyakit dalam, Dokter Jomo James, akan timbul rasa sakit pada beberapa area tubuh Anda akibat payudara besar, terutama pada area punggung dan leher, karena meningkatnya penumpukan berat badan pada area dada Anda. Penumpukan berat badan pada dada ini juga akan membuat Anda cenderung membentuk postur tubuh lordosis (postur seakan tulang tertarik ke depan) demi menahan berat badan tersebut.

2. Masalah kulit

Pada bagian bawah payudara besar sejatinya akan lebih lembap dibandingkan payudara yang ukurannya lebih kecil. Kondisi ini lalu membentuk wadah yang sesuai untuk jamur hidup. Sehingga, pada payudara besar akan lebih rentan untuk mengalami infeksi jamur. Keadaan ini juga dapat menyebabkan kulit pada bagian itu jadi mudah gatal, berwarna tidak rata, hingga mudah luka.

3. Ketidaknyamanan suasana hati

Kondisi postur tubuh yang tidak nyaman dan tampilan fisik yang tidak baik tentu rentan mendapatkan komentar-komentar miring dari orang-orang sekitar. Sehingga, sebagian besar orang yang memiliki payudara besar justru akan mengalami penurunan rasa percaya diri. Selain itu, suasana hati Anda tentu akan semakin buruk, saat Anda tak juga menemukan pakaian yang sesuai dengan ukuran payudara Anda.

4. Rentan terserang kanker payudara

Penelitian yang dilakukan oleh Chamnida Sellahewa, mengungkapkan bahwa wanita dengan ukuran payudara yang besar, akan lebih berisiko terserang kanker payudara. Penelitian terhadap 120 pasien yang melakukan pengangkatan payudara (mastektomi) karena serangan kanker payudara ini, menemukan bahwa pasien dengan berat mastektomi lebih dari 800 gram (payudara yang besar), memiliki ukuran tumor kanker yang lebih besar, dibandingkan dengan pasien dengan berat mastektomi kurang dari 800 gram.

Bagaimana cara menjaga payudara yang sehat?

Selain karena tingginya asupan kalori yang ujungnya hanya berakhir sebagai lemak (mengingat payudara tersusun dari sel-sel lemak), membesarnya ukuran payudara merupakan kombinasi dari keberadaan beberapa faktor pemicu. Tingginya kadar hormon estrogen dalam tubuh Anda, penggunaan jenis kontrasepsi hormonal, keadaan yang tengah hamil atau menyusui, hingga adanya paparan bahan kimia tertentu, pun dapat menjadi beberapa faktor penyebabnya.

Penanganan payudara besar biasa dilakukan dengan tindakan medis reduksi payudara atau pengecilan payudara. Namun tindakan medis ini memiliki efek samping yang akan mempengaruhi volume air susu yang Anda hasilkan. Sehingga para dokter tidak menyarankan tindakan medis ini, bila Anda masih akan menyusui.

Berdasarkan uraian sebelumnya, payudara besar dapat memicu terjadinya kanker payudara. Sehingga, bila Anda memiliki payudara besar, sebaiknya segera periksakan ke dokter, bila Anda menemukan benjolan dan kemerahan serta timbul rasa gatal dan hangat pada sekitar area payudara Anda. Mencegah lebih baik daripada mengobati, selain mengendalikan asupan kalori tubuh Anda, sebaiknya kendalikan juga konsumsi alkohol dan perilaku merokok, bila Anda memilikinya.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca