Mengenal Ektropion, Kelainan yang Bikin Kulit Kelopak Mata Terlipat Keluar

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 29 Juli 2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Adanya masalah atau kelainan pada kelopak mata dapat membuat mata kering. Pada sebagian orang lainnya, kelainan kelopak mata justru menyebabkan mata selalu berair. Ini karena kelopak bertindak sebagai pelindung bola mata dari paparan benda-benda asing. Salah satu jenis kelainan bentuk kelopak yang paling umum adalah ektoprion, ketika kulit kelopak terlipat keluar sehingga rongga mata tampak seperti menganga. Agar lebih jelas, yuk simak pembahasannya berikut ini.

Ektropion, ketika kulit kelopak mata terlipat keluar

Kelopak mata sangat penting untuk menjaga kesehatan mata. Kelopak bertindak sebagai tirai yang menutupi kornea dari paparan benda-benda asing yang mungkin masuk ke mata.

Kornea yang rentan terpapar dapat mengembangkan cacat epitel, jaringan parut, hingga bahkan infeksi yang gejalanya termasuk iritasi mata, rasa sakit dan kehilangan penglihatan. Kelopak juga membantu saluran air mata meratakan distribusi air mata di atas permukaannya untuk menjaga mata tetap lembap dan membilas keluar benda-benda asing yang terlanjur mata.

Ketika kulit kelopak mengendur sehingga jadi terlipat keluar, kondisi ini disebut dengan ektoprion. Ektoprion membuat bagian dalam kelopak dan mata  bawah Anda terbuka, menyebabkan mata rentan mengalami iritasi. Ektoprion paling umum terjadi pada kelopak bawah (lihat gambar berikut).

kelainan kelopak mata

ektropion kelainan kelopak mata
                                                  sumber: igeorgiadou.gr

Apa saja penyebab ektropion?

Penyebab utama ektropion adalah kelemahan otot, tendon, atau jaringan di sekitar kelopak mata akibat proses penuaan yang normal terjadi seiring kita bertambah tua. Saat anak-anak dan masih usia muda, otot dan tendon di bawah mata Anda masih kencang dan kuat. Namun, lambat laun kekuatan otot dan tendon akan melemah dan meregang sehingga kelopak mata bisa mengendur.

Selain faktor penuaan, ada beberapa pemicu yang bisa meningkatkan risiko kelainan kelopak mata ini terjadi, seperti:

  • Pernah mengalami trauma atau luka pada kelopak mata, seperti bekas operasi, cedera, pukulan, atau jaringan parut akibat luka bakar.
  • Pertumbuhan tumor jinak atau kanker pada kelopak mata dapat menyebabkan kelopak mata kendur dan terlipat keluar.
  • Gangguan genetik saat dilahirkan, seperti down syndrome.
  • Kelumpuhan pada wajah akibat Bell’s palsy yang bisa melumpuhkan saraf pengontrol otot-otot wajah, termasuk pada bagian kelopak mata.

Apa saja gejala ektropion?

Jika Anda memiliki kelainan bentuk kelopak seperti ektropion, air mata tidak bisa mengalir dengan baik kelubang kecil bagian dalam kelopak mata yang disebut dengan puncta.

Kondisi ini akan menyebabkan berbagai gejala, seperti:

  • Mata terus-terusan berair, atau bahkan mata kering berlebihan.
  • Mata menjadi kemerahan karena peradangangan konjungtivitis kronis.
  • Mata terasa perih panas, seperti terbakar.

Awalnya ektropion hanya membuat kelopak mata melorot, kemudian lama-lama terlipat keluar. Namun pada kasus yang parah, ektropion bisa membuat seluruh bagian kelopak mata berubah. Ektropion sering terjadi pada orang dewasa berusia lebih tua.

bercak merah pada mata

Apa saja komplikasi dari ektropion?

Ektropion membuat kornea mata menjadi lebih muda iritasi dan rentan mengalami kekeringan.

Jika Anda memiliki ektropion dan merasakan beberapa gejalanya, segera dapatkan perawatan medis. Tanpa perawatan, kondisi ini bisa menyebabkan masalah serius pada kornea. Beberapa gejala yang harus segera ditangani oleh dokter, meliputi:

  • Mata menjadi sangat sensitif terhadap cahaya secara tiba-tiba.
  • Mata terasa sangat sakit.
  • Kemampuan melihat menurun.
  • Lebih sering mengalami mata merah.

Bila terjadi berkepanjangan, ektropion dapat menyebabkan konjungivitis, infeksi mata yang disertai nanah di sekitar mata atau bulu mata.

Komplikasi lain dari ektropion yang tidak diobati, meliputi:

  • Abrasi kornea (goresan pada kornea atau permukaan mata)
  • Ulkus pada kornea (luka pada kornea atau permukaan mata)
  • Gangguan penglihatan atau kebutaan permanen

Bagaimana mengobati ektropion?

Untuk ektropion ringan , dokter akan memberikan obat tetes mata dan salep untuk meredakan gejala. Anda mungkin akan diberikan skin tape, yaitu perekat khusus yang dibuat untuk kulit, dapat digunakan untuk mengangkat dan menahan kelopak mata agar tidak terlipat keluar.

Biasanya akan dilakukan pembedahan untuk memperbaiki kelopak mata. Namun, jenis pembedahan disesuaikan dengan penyebab terjadinya ektropion dan kondisi jaringan di sekitar kelopak mata, seperti dilansir dari Health Line:

  • Ektropion akibat penuaan, dokter akan merekomendasikan untuk melakukan pengangkatan kelopak mata yang sebagian kecil keluar dari tepinya. Kemudian, otot dan tendon akan dikencangkan dan kelopak kembali dijahit.
  • Ektropion akibat jaringan parut akan dilakukan cangkok kulit yang diambil dari bagian kelopak atas atau belakang telinga. Prosedur ini juga bisa dilakukan pada ektropion akibat kelumpuhan. Namun, dibutuhkan prosedur lanjutan untuk benar-benar memperbaiki bentuk kelopak. Sebelum dilakukan operasi, Anda akan menerima obat bius lokal agar proses bedah lebih nyaman dilakukan.

Setelah operasi Anda diharuskan mengenakan penutup mata, menggunakan salep antibiotik atau steroid pada mata beberapa kali selama satu minggu. Selain itu, bagian yang memar dan mengalami pembengkakan bisa dikompres dengan handuk yang sebelumnya dicelupkan pada air yang dingin. Pada awalanya, kelopak mungkin akan terasa sangat kencang setelah operasi. Tapi, kondisi akan membaik setelah memar dan bengkak memudar.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Cara Menghilangkan Benjolan di Kelopak Mata (Kalazion)

Kalazion adalah kondisi timbulnya benjolan pada kelopak mata. Perlu cara khusus untuk menghilangkan benjolan di kelopak mata atau kalazion ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 1 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Dampak Polusi Udara pada Kesehatan Mata dan Cara Mencegahnya

Polusi udara tak hanya berbahaya untuk kesehatan pernapasan Anda, tapi juga kesehatan mata. Berikut berbagai cara untuk mencegahnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Tips Sehat 1 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Bagaimana Mengatasi Mata Perih yang Terkena Pemutih Baju?

Saat mencuci, mata kena pemutih pakaian tentu terasa perih. Kondisi tersebut bahaya atau tidak, ya? Bagaimana cara mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Hidup Sehat, Tips Sehat 26 Januari 2020 . Waktu baca 3 menit

5 Cara Alami Mengatasi Gejala Glaukoma, Mulai dari Obat Herbal hingga Makanan

Glaukoma adalah kerusakan saraf mata yang menjadi penyebab kebutaan. Kabar baiknya, ada cara rumahan untuk membantu mengatasi glaukoma. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 1 Oktober 2019 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

trikiasis

Alergi Mata (Konjungtivitis Alergi)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Retinopati diabetik

Retinopati Diabetik

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 8 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 8 Juli 2020 . Waktu baca 3 menit
mata plus pada anak

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit