Kebanyakan makan (overeating) tidak sama dengan binge eating disorder (BED). Meskipun keduanya sama-sama mengenai makan yang berlebihan, tapi ternyata kedua hal ini berbeda. Apa saja perbedaan kebanyakan makan dan binge eating disorder?

Perbedaan kebanyakan makan dan binge eating disorder (BED)

Kebanyakan makan diartikan sebagai makan lebih banyak kalori daripada yang diperlukan untuk menjaga kesehatan dan bisa menjadi sulit untuk mengendalikan keinginan ini. Sementara binge eating disorder adalah gangguan pola makan yang membuat penderitanya sering kali makan tak henti dan tidak terkendali dalam porsi besar. BED dipahami sebagai gangguan kendali impuls dan melibatkan perilaku kompulsif.

Intinya, kebanyakan makan terjadi karena nafsu makan begitu tinggi dan kebiasaan makan yang kurang sehat. Sedangkan BED terjadi akibat gangguan perilaku yang sangat sulit dikendalikan oleh penderitanya.

Orang dengan binge eating akan makan banyak meskipun sedang tidak lapar atau bahkan sudah kenyang. Biasanya, orang dengan BED akan mengalami perasaan bersalah, malu, dan menyesal setelah makan. Sementara orang yang kebanyakan makan tidak mengalami perasaan ini.

Baik kebanyakan makan dan binge eating disorder mungkin bisa terjadi sebagai reaksi terhadap perasaan tertentu, seperti saat sedang emosi (emotional eating).

Meski begitu, tidak semua orang yang hobi makan banyak bisa dikatakan memiliki binge eating atau gangguan pola makan lainnya. Namun, kebanyakan makan merupakan gejala bagi setiap orang yang memiliki BED.

Baik kebanyakan makan dan BED yang tidak terkendali dapat menyebabkan kelebihan berat badan dan obesitas. Obesitas sendiri merupakan faktor risiko dari berbagai penyakit seperti stroke, diabetes, penyakit jantung, dan lainnya.

Selain itu, BED juga dapat menyebabkan gangguan fisik, mental, dan sosial. Orang dengan kelainan BED cenderung menderita berbagai gangguan mental seperti stres, depresi, kecemasan, dan insomnia.

Mungkin hampir semua orang sering makan banyak-banyak dan kesulitan mengendalikan asupan makanannya, tapi hal ini hanya terjadi pada beberapa waktu saja. Orang yang memiliki BED sering melakukan hal tersebut juga, tapi akhirnya menjadi suatu kebiasaan yang rutin.

BED juga memiliki episode berulang untuk makan. Selain itu, mereka juga makan lebih cepat, menyembunyikan jumlah makanan yang mereka makan karena merasa malu, dan merasa bersalah setelah makan berlebihan. Oleh karena itu, mereka biasanya suka makan diam-diam atau terkesan bersembunyi agar terhindar dari orang lain. Sedangkan orang yang kebanyakan makan tidak menunjukkan kecenderungan ini.

Lalu, apakah saya memiliki binge eating disorder?

Cobalah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Apakah Anda tetap ingin makan walaupun tidak lapar?
  • Apakah Anda selalu memikirkan tentang makanan atau apa yang Anda akan makan?
  • Apakah Anda sering makan diam-diam, agar tidak terlihat oleh orang lain?
  • Apakah Anda makan hingga Anda merasakan sakit?
  • Apakah Anda mencari makanan jika sedang sedih, tertekan, dan stres?
  • Apakah Anda merasa malu, bersalah dan sedih setelah makan sesuatu?
  • Bisakah Anda membatasi banyaknya makanan yang Anda makan?

Jika jawaban dari pertanyaan tersebut rata-rata adalah iya, maka kemungkinan Anda mengalami binge eating disorder, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca