Mengenal Jaringan Epitel dan Peran Pentingnya Dalam Tubuh Manusia

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Tahukah Anda kalau tubuh manusia tersusun atas berbagai jaringan yang berbeda? Ya, selain disokong oleh beragam sel, tulang, serta organ, tubuh manusia juga terdiri dari beberapa jaringan. Salah satunya yakni jaringan epitel. Penasaran sebenarnya apa peran jaringan ini dalam tubuh manusia? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Apa itu jaringan epitel?

Jaringan adalah sekumpulan sel yang membantu membangun berbagai organ dan bagian tubuh lainnya. Seperti lengan, tangan, hingga kaki. Jika diamati secara seksama melalui mikroskop, jaringan penyusun tubuh manusia memiliki struktur yang rapi dan teratur sesuai dengan fungsinya.

Fungsi inilah yang kemudian membedakan jaringan sesuai dengan letaknya dalam tubuh. Itu sebabnya tubuh manusia terdiri atas empat jenis jaringan utama; meliputi jaringan otot, jaringan ikat, jaringan saraf, dan jaringan epitel.

Jaringan epitel adalah salah satu jaringan dengan luas permukaan yang cukup besar dengan sel-sel yang sangat rapat. Jaringan ini berfungsi untuk melapisi atau menutupi permukaan tubuh dan menyusun bagian terluar organ.

Dengan kata lain, jaringan tubuh yang satu ini berperan sebagai “pintu gerbang” yang melindungi tubuh dari paparan langsung dunia luar. Oleh karena itu, seluruh zat yang berusaha masuk ke dalam tubuh harus melalui jaringan epitel terlebih dahulu.

Di mana letak jaringan epitel pada tubuh?

Mengingat tugasnya yang secara langsung berhadapan dengan dunia luar, jaringan epitel pada tubuh biasanya terletak pada kulit, saluran pernapasan, saluran pencernaan, saluran kemih, serta saluran reproduksi.

Struktur jaringan pelindung tubuh ini cenderung tebal karena tersusun atas beberapa lapisan sel keratin tebal guna memberikan kekuatan dan ketahanan mekanisme. Ambil contoh, kulit sebagai organ tubuh yang paling luas. Kulit ternyata dilapisi oleh sel epitel dengan kandungan keratin tebal guna mencegah tubuh agar tidak kehilangan banyak air maupun zat penting lainnya.

Begitu pula dengan kerongkongan (esofagus) yang merupakan bagian dari saluran pencernaan. Selama menjalankan tugasnya, kerongkongan selalu terkena atau bersentuhan langsung dengan beragam makanan dan minuman yang memiliki tekstur, komposisi, serta tingkat pH yang berbeda-beda.

Maka itu, kerongkongan juga dilindungi oleh jaringan epitel. Hanya saja, struktur jaringan epitel pada bagian dalam tubuh cenderung lebih tipis atau tidak setebal jaringan yang ada di kulit. Bukan hanya pada kerongkongan saja, tapi juga epitel tipis juga melindungi lambung, usus kecil, usus besar, tuba falopii pada saluran reproduksi, serta bronkiolus pada paru-paru.

Beberapa bagian tersebut dilindungi oleh epitel tipis yang diselimuti silia atau mikrovili untuk mempermudah tugasnya. Sementara untuk bagian kandung kemih, ureter, dan uretra dilindungi oleh epitel transisional yang bertujuan untuk memudahkan proses peregangan dan perluasan kapasitas organ tersebut.

Fungsi dan peran jaringan epitel di dalam tubuh

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, jaringan epitel pada tubuh memang ditujukan untuk beberapa fungsi meliputi:

  • Sebagai perlindungan (proteksi) jaringan di bawahnya dari paparan dunia luar, seperti radiasi, senyawa berbahaya, dan lain sebagainya.
  • Membantu melancarkan proses penyerapan zat dalam saluran pencernaan.
  • Membantu regulasi dan ekskresi bahan kimia dalam tubuh.
  • Membantu pengeluaran hormon, enzim, keringan, serta produk akhir lainnya yang dihasilkan oleh tubuh.
  • Sebagai pendeteksi sensasi yang dirasakan kulit.

Apa saja jenis jaringan epitel?

Jaringan epitel dikelompokkan menjadi 8 jenis sesuai dengan bentuk sel, jumlah lapisan sel, serta jenis sel itu sendiri. Enam di antaranya diidentifikasi berdasarkan jumlah sel dan bentuknya, sedangkan dua sisanya dibedakan berdasarkan jenis sel di dalamnya.

Ada 3 kelompok bentuk sel pada jaringan ini, yakni pipih dan gepeng (squamous), kotak (cuboidal), atau persegi panjang yang tinggi dan lebar (columnar). Demikian pula dengan jumlah sel dalam jaringan, dapat dikelompokkan sebagai epitel selapis (simple epithelium) dan epitel berlapis (stratified epithelium).

Nah, berikut beragam jenis epitel yang tersebar di dalam tubuh:

1. Epitel gepeng selapis (simple squamous epithelium)

Epitel pipih atau gepeng selapis berfungsi untuk menyaring (filtrasi) zat-zat yang hendak masuk ke dalam organ, sekaligus menghasilkan pelumas untuk melancarkan kerja organ. Epitel ini bisa ditemukan pada ginjal, selubung jantung, pembuluh darah, pembuluh limfatik, dan kantung udara paru-paru (alveolus).

2. Epitel kubus selapis (simple cuboidal epithelium)

Epitel kubus selapis bertugas untuk mempermudah organ tubuh dalam menjalankan proses sekresi dan penyerapan. Epitel ini terletak pada ginjal, ovarium, dan berbagai kelenjar di dalam tubuh.

3. Epitel silindris selapis (simple columnar epithelium)

Hampir serupa dengan epitel kubus selapis, epitel silindris selapis juga melancarkan kerja organ pada proses sekresi lendir dan enzim, serta penyerapan zat-zat tertentu. Namun bedanya, epitel yang satu ini dilengkapi dengan hadirnya lendir dan silia kecil seperti rambut.

Epitel ini terdapat di saluran pencernaan, bronkus paru-paru, rahim, serta beberapa kelenjar lainnya.

4. Epitel pipih berlapis (stratified squamous epithelium)

Epitel pipih atau gepeng berlapis berperan dalam melindungi jaringan yang ada di bawahnya. Ada dua jenis epitel pipih berlapis, pertama yang terletak di bawah lapisan kulit dengan struktur yang lebih keras karena mengandung protein keratin di dalamnya.

Sementara yang kedua tanpa protein keratin (nonkeratinized) terletak di mulut, kerongkongan, uretra, vagina, dan anus.

5. Epitel kubus berlapis (stratified cuboidal epithelium)

Epitel kubus berlapis bertindak sebagai pelindung untuk jaringan, kelenjar, maupun sel yang ada di bawahnya. Letaknya ada di sekitar kelenjar payudara, kelenjar air liur, dan kelenjar keringat.

6. Epitel silindris berlapis (strarified columnar epithelium)

Epitel silindris berlapis bertugas untuk melancarkan proses sekresi dan perlindungan organ. Epitel ini biasanya hanya terdapat pada tubuh pria. Tepatnya di bagian uretra dan berhubungan dengan kelenjar tertentu.

7. Epitel kolumnar pseudostratifikasi (pseudostratified columnar epithelium)

Epitel kolumnar pseudostratifikasi merupakan lapisan sel tunggal dengan tinggi yang berbeda-beda. Tugasnya untuk melancarkan proses sekresi dan pergerakan lendir pada organ. Epitel ini biasa ditemukan pada tenggorokan, saluran pernapasan bagian atas, saluran sperma, dan kelenjar lainnya.

Kolumnar pseudostratifikasi adalah lapisan sel tunggal dengan tinggi bervariasi. Jaringan ini memungkinkan sekresi dan pergerakan lendir. Letaknya adalah di tenggorokan dan saluran pernapasan bagian atas, saluran sperma, dan kelenjar.

8. Epitel transisional (transitional epithelium)

Epitel transisional digambarkan sebagai jaringan yang tediri lebih dari satu lapisan sel, dengan susunan kombinasi bentuk kubus dan pipih. Letaknnya ada di sistem perkemihan, khususnya kandung kemih yang bertujuan untuk memungkinkan peregangan atau pembesaran pada organ saat menampung urin.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Maret 27, 2019 | Terakhir Diedit: Maret 11, 2019

Yang juga perlu Anda baca