Hati-hati, Air yang Tidak Bersih Bisa Sebabkan Cacingan!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 16 Maret 2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Air merupakan unsur penting yang selalu dibutuhkan dalam hidup. Namun hati-hati, tidak semua sumber air itu bersih. Air yang tidak bersih dapat menjadi sumber berbagai infeksi, termasuk infeksi cacing pipih atau cacingan. Seperti apa penyebab, gejala dan pengobatannya? Berikut ulasannya.

Apa itu infeksi cacing pipih?

Cacingan sebenarnya adalah istilah umum untuk segala jenis infeksi akibat cacing. Nah, salah satu jenis cacingan adalah infeksi cacing pipih, juga disebut skistosomiasis. Infeksi cacing pipih adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit cacing yang menempel pada kulit manusia kemudian masuk ke dalam tubuh dan berkembang dalam darah. Infeksi cacing ini banyak ditemukan pada daerah tanpa sumber air yang bersih. 

Banyak orang terkena infeksi skistosomiasis karena melakukan kontak langsung pada air yang telah terkontaminasi larva cacing dari siput air tawar. Maka itu, penyakit ini juga dikenal dengan nama demam siput. Infeksi ini dapat menyerang beberapa bagian tubuh seperti paru-paru, sumsum tulang belakang, otak, dan hati.

Skistosomiasis sebenarnya dapat dicegah dan tidak langsung berakibat fatal. Namun, jika tidak segera ditangani dapat mengakibatkan kerusakan organ secara serius. Lebih parahnya lagi, bila menyerang anak-anak maka dapat mengakibatkan adanya masalah pada pertumbuhan dan perkembangan kognitif anak.

Jenis cacing penyebab infeksi cacing pipih pada manusia

Ada berbagai jenis skistosomiasis yang bisa menginfeksi manusia yaitu:

  • Skistosomiasis mansoni dan skistosomiasis intercalatum menyerang organ usus manusia.
  • Skistosomiasis haematobium menyebabkan skistosomiasis kandung kemih atau urine.
  • Skistosomiasis japonicum dan skistosomiasis mekongi menyebabkan skistosomiasis usus yang banyak menyerang orang Asia.

Apa penyebab infeksi cacing pipih?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, seseorang dapat terinfeksi skistosomiasis jika melakukan kontak langsung dengan air yang terkontaminasi parasit cacing yang dikeluarkan dari tubuh siput air tawar.

Siklusnya berawal dari penderita infeksi cacing pipih yang kencing atau buang air besar pada air bersih, kemudian membuat air tersebut terkontaminasi parasit cacing. Bila spesies siput air tawar ada dalam air, maka telur cacing akan masuk ke dalam tubuh siput dan berkembang biak. Kemudian parasit cacing yang keluar dari tubuh siput melalui air dapat dengan mudah mencemari air.

Air yang terlihat bersih padahal telah terinfeksi telur cacing itu kemudian digunakan untuk keperluan manusia seperti mandi, mencuci, berenang, hingga untuk dikonsumsi. Selanjutnya parasit telur masuk ke dalam tubuh manusia melalui kulit dan masuk ke alirah darah.

Proses perkembangbiakan cacing memakan waktu selama beberapa minggu. Pada tubuh manusia, parasit cacing melakukan perjalanan melalui pembuluh darah paru-paru, hati, kemudian masuk ke pembuluh darah sekitar usus dan kandung kemih.

Setelah beberapa minggu, cacing mulai tumbuh dewasa dan melakukan perkawinan sehingga menghasilkan banyak telur yang kemudian menyebar di organ-organ dalam tubuh. Akhirnya cacing pun keluar dari tubuh manusia melalui buang air kecil dan besar. Begitu seterusnya siklus kehidupan cacing pipih.

Penyebab Keluar Air Liur Berlebihan

Gejala infeksi cacing pipih

Pertama kali terinfeksi cacing pipih, tidak semua orang merasakan gejalanya. Gejala skistosomiasis tergantung pada jenis cacing dan stadium infeksi. Tanda-tanda dari infeksi ini baru akan muncul dalam beberapa hari, bahkan pada kasus lain baru terlihat dalam waktu hitungan bulan.

Gejala awal yang terlihat dalam beberapa jam atau hari setelah terinfeksi cacing pipih adalah muncul gatal dan ruam pada kulit. Hal ini bisa berlangsung selama kurang lebih tujuh hari.

Sekitar 3-8 minggu setelah terinfeksi, penderita mungkin akan mengalami gejala lanjutan seperti:

  • Demam
  • Menggigil
  • Badan lemas dan lunglai
  • Batuk yang tidak kunjung hilang dan diiringi sesak napas
  • Nyeri otot
  • Sakit perut
  • Diare
  • Urine atau feses terlihat berdarah
  • Sakit saat buang air kecil
  • Berat badan menurun
  • Pembesaran hati atau limpa

Anak-anak yang terinfeksi skistosomiasis dapat mengalami anemia dan kurang gizi. Jika tidak diberikan pengobatan, kemungkinan buruk bisa menyebabkan kejang serta pembengkakan pada sumsum tulang belakang.

Pengobatan apa yang tepat untuk infeksi cacing pipih?

Saat ini obat yang digunakan untuk menangani infeksi cacing pipih adalah praziquantel. Namun, pengobatan ini hanya efektif untuk melawan cacing dewasa, tidak berlaku pada telur cacing. Dosis konsumsi obat ini disesuaikan dengan berat badan pasien, biasanya dua dosis untuk satu hari.

Obat ini dapat membantu mengobati infeksi, bahkan pada ketika penderita telah mencapai stadium lanjut. Obat ini efektif selama belum terjadi kerusakan atau komplikasi, tapi tidak dapat mencegah kembalinya infeksi.

Obat-obatan lain seperti oxamniquine, metrifonate, dan artemisin juga telah digunakan, tapi pada beberapa orang tidak menunjukkan hasil yang efektif seperti prazequantel.

Kapan harus ke dokter?

Ketika Anda menyadari telah melakukan kontak dengan sumber air yang terkontaminasi cacing pipih, kemudian menunjukkan adanya gejala-gejala kesehatan, maka dianjurkan untuk segera mencari pengobatan medis. Dokter akan menelaah penyebab infeksi pada tubuh Anda, sehingga dapat segera diberikan pertolongan dan pengobatan yang sesuai.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waspada Infeksi Cacing Gelang Akibat Makan Daging Belum Matang

Sering mengonsumsi daging? Hati-hati jika tidak dimasak dengan baik bisa menyebabkan terkena infeksi cacing gelang. Cari tahu selengkapnya di artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 15 Maret 2018 . Waktu baca 4 menit

Sistiserkosis

Sistiserkosis adalah penyakit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, serta cara mengontrol dan mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 22 September 2016 . Waktu baca 5 menit

Schistosomiasis

DefinisiApa itu schistosomiasis? Schistosomiasis adalah penyakit yang disebabkan cacing parasit yang hidup di air di daerah subtropis dan tropis. Schistosomiasis juga dikenal sebagai bilharzia atau “demam siput” ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 12 Maret 2016 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
tanda cacingan

Perlu Tahu! Segudang Tanda Cacingan yang Sering Diabaikan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 10 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
penyebab stunting

Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
efek samping obat cacing

Pahami Efek Samping Obat Cacing yang Mungkin Saja Muncul

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2018 . Waktu baca 3 menit
infeksi cacing hati chlonorchiasis

Apa Bahaya Infeksi Cacing Hati Pada Tubuh? Betulkah Bisa Sebabkan Kanker?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 17 Maret 2018 . Waktu baca 4 menit