Waspada Penyakit Glaukoma Akibat Sembarangan Pakai Obat Mata Kortikosteroid

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 23/05/2018
Bagikan sekarang

Anda pernah mengalami mata merah atau mata yang terasa gatal? Sebaiknya periksakan ke dokter spesialis mata untuk memastikan obat apa yang sebaiknya Anda gunakan. Mengapa harus periksa ke dokter? Begini, tidak semua obat mata yang dijual bebas itu aman untuk mata Anda, contohnya obat tetes mata yang mengandung kortikosteroid. Obat tetes mata kortikosteroid dapat menyebabkan penyakit glaukoma, bahkan kebutaan jika tidak digunakan dalam jumlah dan jangka waktu yang tepat. Simak penjelasan soal glaukoma akibat kortikosteroid di bawah ini.

Obat tetes mata seperti apa yang harus diwaspadai?

Obat tetes mata yang sering digunakan untuk mengatasi mata merah, mata gatal, atau mata yang mengeluarkan banyak kotoran merupakan jenis obat yang harus diwaspadai. Obat-obat tetes mata seperti ini umumnya akan mengandung kortikosteroid yang dapat menyebabkan glaukoma.

Kortikosteroid sendiri terdiri dari berbagai jenis. Beberapa di antaranya adalah deksametason dan prednisolon.

Obat tetes mata kortikosteroid sebenarnya aman untuk digunakan, dengan syarat Anda mematuhi semua anjuran dari dokter dan apoteker Anda. Anjuran yang harus dipatuhi termasuk dosis obat, berapa lama obat digunakan, kapan saja obat dipakai, dan cara penyimpanan obat. Jika Anda mengikuti semua saran dari dokter serta apoteker, Anda tak perlu khawatir soal glaukoma akibat kortikosteroid.

Bagaimana glaukoma akibat kortikosteroid bisa terjadi?

Obat mata ini baru akan berisiko sebabkan glaukoma apabila Anda tidak mematuhi cara pakai yang dianjurkan dokter serta apoteker. Obat kortikosteroid dilaporkan dapat menyebabkan peningkatan tekanan bola mata serta pelebaran pupil mata. Bila kondisi ini terus-terusan terjadi, Anda pun berisiko mengalami glaukoma.

Glaukoma sendiri adalah kerusakan saraf mata. Pada kebanyakan kasus, kerusakan saraf mata disebabkan oleh tingginya tekanan pada bola mata. Bila tidak ditangani dengan tepat, glaukoma bisa mengakibatkan gangguan penglihatan hingga kebutaan.

Siapa saja yang paling berisiko kena glaukoma akibat kortikosteroid?

Seluruh pengguna obat tetes mata kortikosteroid yang tidak sesuai dengan anjuran pakai memiliki risiko terkena glaukoma. Namun beberapa di antaranya memiliki risiko yang lebih tinggi, yaitu pada Anda yang memiliki:

Penggunaan berapa lama yang termasuk berbahaya?

Bagi Anda yang belum pernah menggunakan obat tetes mata kortikosteroid, penggunaan selama satu minggu baru akan menaikkan tekanan bola mata Anda. Namun, pada Anda yang berulang kali menggunakan obat tetes mata kortikosteroid, peningkatan tekanan bola mata dapat terjadi dalam hitungan jam setelah obat digunakan.

Glaukoma akibat kortikosteroid biasanya tidak menunjukkan gejala-gejala yang khas pada awalnya. Oleh sebab itu, kontrol rutin tekanan bola mata selama penggunaan kortikosteroid merupakan cara deteksi dini yang dapat dilakukan. Apabila tidak diobati dan masuk pada fase lanjut, gejala yang dirasakan dapat berupa gangguan penglihatan atau sampai kebutaan.

Bisakah glaukoma akibat kortikosteroid disembuhkan?

Kelainan saraf mata glaukoma tidak dapat disembuhkan. Pengobatan pada penderita glaukoma bertujuan untuk menyelamatkan saraf mata yang masih baik sekaligus mencegah terjadinya kebutaan.

Sebagai salah satu penyakit yang dapat menyebabkan terjadinya kebutaan, glaukoma akibat kortikosteroid sebenarnya dapat dicegah dengan tidak menggunakan obat tetes mata mengandung kortikosteroid di luar pengawasan dan anjuran dokter spesialis mata Anda.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Penyebab mulut terasa pahit saat puasa biasanya tidak berbahaya. Bisa jadi, mulut terasa pahit karena Anda lalai melakukan hal yang satu ini! Apa ya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 19/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020