Untuk Apa Gas Tawa Digunakan Dalam Keperluan Medis?

Oleh

Mungkin Anda sering mendengar gas air mata, tapi bagaimana dengan gas tawa? Untuk apa sebenarnya gas ini digunakan? Dan apakah gas tawa benar bisa membuat seseorang tertawa?

Apa itu gas tawa?

Tidak seperti gas air mata yang bisa digunakan sebagai senjata untuk membuat mata menjadi perih dan mengurangi kemampuan penglihatan sesaat, gas tawa adalah jenis obat yang digunakan untuk membius pasien secara tidak langsung. Gas tawa, atau dinitrogen oksida, adalah sebuah gas yang digunakan untuk keperluan medis yang bertujuan untuk membuat pasien nyaman dan rileks ketika tindakan medis berlangsung.

Gas tawa atau di dalam bahasa medis disebut dengan gas sedatif, mengandung dinitrogen oksida yang menyebabkan seseorang menjadi tenang dan nyaman jika menghirup gas tersebut. Dinitrogen oksida sering kali digunakan oleh dokter ahli gigi atau tenaga medis profesional lainnya untuk membuat pasiennya merasa rileks, tenang, serta nyaman ketika sedang melakukan tindakan medis atau saat pasien mengalami sakit yang tidak tertahankan.

Sebenarnya, tertawa hanyalah efek samping tidak langsung dari dinitrogen oksida. Pasien yang diberi gas ini biasanya juga mengalami halusinasi ringan, di saat yang sama mereka merasa rileks, sehingga sering kali efek yang muncul dari halusinasi tersebut adalah tertawa, meski efek samping ini tidak terjadi pada setiap orang.

BACA JUGA: Yang Harus Dipersiapkan Sebelum Operasi Gigi Bungsu

Apa fungsi dari gas tawa?

Gas tawa sebenarnya digunakan untuk anestesi atau bius, yang diberikan pada pasien ketika melakukan tindakan medis, baik sebagai anestesi umum, maupun campuran dengan obat anestesi lainnya. Sebenarnya, untuk ukuran anestesi, dinitrogen oksida tergolong anestesi yang lemah. Oleh karena itu, untuk tindakan medis sedang hingga besar, gas tawa hanya dipakai sebagai campuran dari obat anestesi lainnya. Sedangkan dalam dunia kedokteran gigi, gas ini sangat cukup untuk membius pasien dalam setiap tindakan medis yang ringan hingga sedang, dan digunakan pada pasien anak-anak maupun dewasa.

Selain itu, gas tawa juga sering digunakan untuk tindakan medis yang membutuhkan waktu singkat seperti, kolonoskopi, sigmoidoskopi, pasien yang berada di dalam mobil ambulance, dan pasien kanker yang merasakan sakit kronis akibat penyakitnya.

Bagaimana menggunakan dinitrogen oksida ini?

Seperti gas pada umumnya, gas tawa akan bekerja jika dihirup oleh seseorang. Dalam tindakan medis, dinitrogen oksida sering kali dicampurkan dengan oksigen agar pasien tidak kekurangan oksigen selama menghirup gas ini. Pasien biasanya diberikan masker lengkap dengan selang yang sudah terhubung dengan tabung gas dinitrogen oksida. Anestesi ini hanya dipakai dalam waktu yang sebentar, karena jika dihirup dalam waktu yang lama akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

Penggunaan gas tawa rentan untuk disalahgunakan karena efeknya yang menimbulkan rasa senang. Sehingga, pemakaian gas tawa ini harus diawasi oleh tenaga medis yang ahli, karena membutuhkan alat tersendiri yang dipakai untuk menghirup gas. Jika gas tersebut langsung dihirup dari tabungnya, maka akan menyebabkan radang pada hidung, tenggorokan, dan mulut karena gas yang terhirup memiliki suhu sangat dingin. Ditambah lagi, tabung dari gas dinitrogen oksida rentan meledak, sehingga pemakaian tanpa pengawasan bisa menimbulkan risiko luka bakar dingin akibat ledakan tabung yang mungkin saja terjadi.

BACA JUGA: Cara Mendeteksi Minuman yang Sudah Dicampur Obat Bius

Apa efek yang muncul setelah menghirup gas tawa?

Sampai saat ini memang tidak ada aturan baku yang mengatur dosis gas tawa yang diperbolehkan untuk dihirup oleh seorang pasien. Namun tetap saja, setiap penggunaan obat pasti ada efek samping yang mungkin timbul dari pemakaiannya. Dampak yang timbul dari menghirup dinitrogen oksida pada setiap orang berbeda-beda, tergantung dengan beberapa hal berikut:

  • Jumlah dan dosis gas yang dihirup
  • Berat dan tinggi badan masing-masing pasien
  • Konsumsi obat lain yang mungkin menimbulkan interaksi antara obat dengan gas tawa.

Setelah pasien menghirup gas tawa tersebut, maka efek akan timbul dalam hitungan menit dan efek yang timbul adalah:

  • Rasa euforia
  • Tubuh menjadi mati rasa
  • Rasa nyaman dan tenang
  • Tiba-tiba menjadi ingin tertawa dan tidak dapat mengontrolnya
  • Penglihatan kabur
  • Kebingungan
  • Pusing dan sensitif akan cahaya
  • Merasa lelah dan lemah dari biasanya
  • Berkeringat

BACA JUGA: 5 Prosedur Medis Paling Mengerikan Sepanjang Sejarah

Apa yang akan terjadi jika seseorang overdosis gas tawa?

Pemakaian gas dinitrogen oksida dalam jumlah yang besar dapat mengakibatkan hal berikut:

Pemakaian gas ini tidak boleh dalam waktu yang lama, karena berisiko menyebabkan berbagai kondisi seperti:

  • Hilang ingatan
  • Penurunan kadar vitamin B12 dalam tubuh yang dapat menyebabkan gangguan mental serta masalah pada sistem saraf
  • Berdenging pada telinga
  • Mati rasa pada kaki dan tangan
  • Melahirkan anak yang cacat, jika digunakan ketika hamil
  • Penurunan sistem kekebalan tubuh
  • Depresi
  • Gangguan sistem reproduksi
  • Gangguan mental

Selain itu, menghirup dinitrogen oksida terlalu lama – tanpa mencampurnya dengan oksigen – juga akan mengakibatkan tubuh kekurangan oksigen dan tubuh menjadi hipoksia. Ketika tubuh mengalami hipoksia maka berbagai fungsi tubuh akan terganggu terutama fungsi sistem saraf.

Siapa saja yang tidak boleh menggunakan gas tawa?

Secara umum, dinitrogen oksida adalah gas yang aman digunakan untuk segala usia dan kalangan. Namun ada beberapa kondisi yang dialami pasien yang menyebabkan mereka tidak bisa menghirup gas tawa karena akan memperparah keadaannya, seperti pada pasien dengan gangguan pernapasan. Sedangkan pasien yang mengalami penyakit seperti stroke, hipertensi, dan beberapa penyakit jantung lainnya, perlu perhatian khusus dan lebih jika menggunakan gas tawa ini. Penggunaan gas tawa juga dihindari untuk ibu hamil karena akan berdampak pada perkembangan janinnya.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca