4 Faktor Risiko Kanker Ovarium yang Mesti Diwaspadai Para Wanita

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Kanker ovarium termasuk kanker yang paling sering terjadi pada wanita. Penyebab dari kanker ovarium belum diketahui pasti dan gejalanya pun biasanya lebih jelas terlihat jika sudah stadium lanjut. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui faktor risiko kanker ovarium yang paling umum. Supaya Anda lebih peka dan dapat mendeteksi tanda-tanda dari kanker ovarium sejak dini.

Apa saja faktor risiko kanker ovarium?

Berikut beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko wanita memiliki kanker ovarium.

1. Gen dan riwayat keluarga

Ada beberapa mutasi genetik yang dapat Anda warisi dari orangtua saat Anda lahir yang meningkatkan risiko kanker ovarium, seperti BRCA1, BRCA2, dan sindrom Lynch.

Setelah diteliti lebih lanjut, beberapa wanita yang mengalami kanker ovarium memiliki gen yang bermutasi, yaitu gen kanker payudara 1 (BRCA1) dan gen kanker payudara 2 (BRCA2). Wanita yang gen BRCA1  bermutasi atau rusak, memiliki risiko kanker ovarium 35-70 persen lebih tinggi. Wanita dengan mutasi BRCA2 memiliki risiko 10-30 persen lebih tinggi.

Sementara, wanita dengan sindrom Lynch memiliki kemungkinan 6-8 persen. Sindrom ini juga terjadi akibat adanya mutasi genetik yang dapat menyebabkan meningkatkan risiko kanker ovarium.

Tak hanya itu, wanita dengan ibu, saudara perempuan, nenek yang telah didiagnosis kanker ovarium memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker ovarium.

2. Usia

Usia adalah salah satu faktor risiko kanker yang paling umum. Hampir separuh dari semua kejadian kanker ovarium didiagnosis pada wanita usia 63 tahun atau lebih tua.

Semakin panjang usia Anda, semakin banyak sel yang membelah, dan semakin besar kemungkinan Anda memiliki kelainan atau mutasi genetik. Ini akan berakumulasi secara bertahap, sehingga meningkatkan risiko Anda memiliki kanker ovarium.

Menurut June Hou, MD, seorang spesialis kanker (onkologi) dan kandungan mengatakan saat Anda lebih muda, tubuh sedikit lebih mungkin untuk memperbaiki kesalahan dan mengatasinya.

3. Obesitas

Obesitas telah dikaitkan dengan risiko kanker ovarium yang lebih tinggi. Wanita dengan obesitas mungkin memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker ovarium, tetapi belum tentu jenis yang paling agresif.

Wanita dengan obesitas memiliki kelebihan lemak, yang  bisa menghasilkan hormon estrogen lebih banyak. Produksi estrogen yang berlebihan, terutama pada wanita yang lebih tua setelah usia menopause, meningkatkan risiko Anda memiliki kanker ovarium dan kanker rahim.

Selain itu, jaringan lemak menghasilkan beberapa molekul yang merusak DNA dan gen.

Obesitas merupakan faktor risiko kanker yang bisa Anda kendalikan. Anda bisa menjaga berat badan Anda tetap sehat melalui makan yang lebih bergizi dan olahraga secara teratur.

4. Ovulasi berlebihan

Semakin banyak Anda berovulasi, semakin besar risiko Anda memiliki kanker ovarium. Selama ovulasi, folikel yang matang akan pecah dan mengeluarkan sel telur dan kemudian istirahat. Saat istirahat ini sel akan membelah dan beregenerasi.

Semakin banyak sel membelah, semakin besar kemungkinan Anda mengalami mutasi generik yang dapat terakumulasi dari waktu ke waktu dan menyebabkan kanker ovarium.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca