4 Faktor Risiko Kanker Ovarium yang Mesti Diwaspadai Para Wanita

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 03/11/2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Kanker ovarium termasuk kanker yang paling sering terjadi pada wanita. Penyebab dari kanker ovarium belum diketahui pasti dan gejalanya pun biasanya lebih jelas terlihat jika sudah stadium lanjut. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui faktor risiko kanker ovarium yang paling umum. Supaya Anda lebih peka dan dapat mendeteksi tanda-tanda dari kanker ovarium sejak dini.

Apa saja faktor risiko kanker ovarium?

Berikut beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko wanita memiliki kanker ovarium.

1. Gen dan riwayat keluarga

Ada beberapa mutasi genetik yang dapat Anda warisi dari orangtua saat Anda lahir yang meningkatkan risiko kanker ovarium, seperti BRCA1, BRCA2, dan sindrom Lynch.

Setelah diteliti lebih lanjut, beberapa wanita yang mengalami kanker ovarium memiliki gen yang bermutasi, yaitu gen kanker payudara 1 (BRCA1) dan gen kanker payudara 2 (BRCA2). Wanita yang gen BRCA1  bermutasi atau rusak, memiliki risiko kanker ovarium 35-70 persen lebih tinggi. Wanita dengan mutasi BRCA2 memiliki risiko 10-30 persen lebih tinggi.

Sementara, wanita dengan sindrom Lynch memiliki kemungkinan 6-8 persen. Sindrom ini juga terjadi akibat adanya mutasi genetik yang dapat menyebabkan meningkatkan risiko kanker ovarium.

Tak hanya itu, wanita dengan ibu, saudara perempuan, nenek yang telah didiagnosis kanker ovarium memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker ovarium.

2. Usia

Usia adalah salah satu faktor risiko kanker yang paling umum. Hampir separuh dari semua kejadian kanker ovarium didiagnosis pada wanita usia 63 tahun atau lebih tua.

Semakin panjang usia Anda, semakin banyak sel yang membelah, dan semakin besar kemungkinan Anda memiliki kelainan atau mutasi genetik. Ini akan berakumulasi secara bertahap, sehingga meningkatkan risiko Anda memiliki kanker ovarium.

Menurut June Hou, MD, seorang spesialis kanker (onkologi) dan kandungan mengatakan saat Anda lebih muda, tubuh sedikit lebih mungkin untuk memperbaiki kesalahan dan mengatasinya.

3. Obesitas

Obesitas telah dikaitkan dengan risiko kanker ovarium yang lebih tinggi. Wanita dengan obesitas mungkin memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker ovarium, tetapi belum tentu jenis yang paling agresif.

Wanita dengan obesitas memiliki kelebihan lemak, yang  bisa menghasilkan hormon estrogen lebih banyak. Produksi estrogen yang berlebihan, terutama pada wanita yang lebih tua setelah usia menopause, meningkatkan risiko Anda memiliki kanker ovarium dan kanker rahim.

Selain itu, jaringan lemak menghasilkan beberapa molekul yang merusak DNA dan gen.

Obesitas merupakan faktor risiko kanker yang bisa Anda kendalikan. Anda bisa menjaga berat badan Anda tetap sehat melalui makan yang lebih bergizi dan olahraga secara teratur.

4. Ovulasi berlebihan

Semakin banyak Anda berovulasi, semakin besar risiko Anda memiliki kanker ovarium. Selama ovulasi, folikel yang matang akan pecah dan mengeluarkan sel telur dan kemudian istirahat. Saat istirahat ini sel akan membelah dan beregenerasi.

Semakin banyak sel membelah, semakin besar kemungkinan Anda mengalami mutasi generik yang dapat terakumulasi dari waktu ke waktu dan menyebabkan kanker ovarium.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Komplikasi yang Dapat Terjadi Akibat Penyakit dan Pengobatan Kanker Ovarium

Komplikasi kanker ovarium bisa terjadi akibat penyakit maupun pengobatan yang dilakukan. Apa saja komplikasinya? Simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Ovarium 23/07/2020 . Waktu baca 6 menit

Daftar Obat Herbal yang Berpotensi Mengobati Kanker Ovarium

Selain pengobatan dokter, periset terus meneliti berbagai obat herbal kanker ovarium. Apa saja obat tradisional untuk kanker ovarium?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Ovarium 23/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Memahami Lebih Jauh Mengenai Stadium Kanker Ovarium

Pengobatan kanker ovarium akan disesuaikan dengan stadium yang dimiliki pasien. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai stadium kanker ovarium.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Ovarium 20/07/2020 . Waktu baca 7 menit

5 Gejala Kanker Ovarium yang Perlu Diwaspadai

Penyakit kanker ovarium dapat menimbulkan berbagai gejala yang mungkin di antaranya Anda sepelekan. Memangnya, apa saja ciri-ciri kanker ovarium?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Ovarium 17/07/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pencegahan cara mencegah kanker ovarium

Hal-hal yang Dapat Dilakukan untuk Mencegah Kanker Ovarium

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
makanan buah dan sayur yang baik dan bagus untuk pasien kanker ovarium

Aturan dan Jenis Makanan yang Disarankan untuk Pasien Kanker Ovarium

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 5 menit
diagnosis dan cara mendeteksi kanker ovarium

Tes Kesehatan untuk Menegakkan Diagnosis Kanker Ovarium

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 27/07/2020 . Waktu baca 6 menit
perbedaan kanker ovarium dan kista ovarium

Kenali Perbedaan Kista Ovarium dan Kanker Ovarium

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 26/07/2020 . Waktu baca 4 menit