Di dalam tubuh Anda, ada miliaran bakteri dan organisme yang bersarang. Namun, tak semua bakteri dan organisme berbahaya bagi kesehatan. Justru ada berbagai bakteri yang baik dan dibutuhkan oleh tubuh Anda. Salah satunya adalah probiotik. Kata probiotik sendiri diambil dari kata pro yang berarti mendukung dan biotik yang berarti makhluk hidup. Sifatnya berlawanan dengan antibiotik yang bertugas untuk menghentikan infeksi bakteri dan virus.

Beberapa tahun belakangan, berbagai jenis makanan dan minuman dengan kandungan probiotik telah menjadi salah satu produk yang paling banyak dicari orang. Industri makanan dan minuman pun berlomba-lomba memasarkan berbagai jenis produk probiotik sehingga Anda bisa menemukan produk-produk dengan kandungan probiotik hampir di mana saja. Namun, apakah probiotik benar-benar aman bagi tubuh? Sebelum mengonsumsi terlalu banyak organisme mikro ini, ada baiknya jika Anda mempelajari dulu apa saja efek samping probiotik.

Fungsi probiotik bagi tubuh

Probiotik berfungsi untuk merangsang pertumbuhan bakteri-bakteri baik dalam tubuh. Bakteri-bakteri tersebut akan membantu melancarkan pencernaan, mengobati diare, meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah penyakit gusi, mempercepat metabolisme, bahkan menurunkan berat badan. Penelitian juga menunjukkan bahwa mengonsumsi probiotik bisa membantu penderita intoleransi laktosa mengendalikan gejala-gejala gangguan tersebut.

Jika Anda menderita infeksi vagina yang disebabkan oleh jamur, probiotik mungkin bisa menjadi solusinya. Probiotik bisa merangsang pertumbuhan bakteri-bakteri seperti Lactobacillus acidophilus, Lactobacillus bulgaricus, Lactobacillus reuteri, Streptococcus thermophilus, dan Lactobacillus rhamnosus. Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh University of Maryland Medical Center, bakteri-bakteri tersebut ampuh untuk melawan infeksi jamur vagina.

Berbagai sumber probiotik

Saat ini ada berbagai jenis sumber probiotik yang bisa Anda pilih. Anda bisa menemukannya dalam produk-produk fermentasi seperti tahu, tempe, yogurt, sari kedelai, miso, dan kimchi. Banyak juga minuman-minuman probiotik yang dikemas dalam botol kecil dan diberi perasa. Karena khasiatnya yang baik untuk tubuh, banyak juga perusahaan yang mengeluarkan suplemen-suplemen probiotik berbentuk tablet, kapsul, dan bubuk.

Dosis probiotik yang diperlukan tubuh

Setiap orang memiliki kebutuhan akan probiotik yang berbeda-beda. Maka dosis yang diperlukan juga bervariasi. Rata-rata orang membutuhkan satu sampai 10 juta unit pembentuk koloni (CFU) probiotik. Sementara itu, tubuh manusia bisa menampung probiotik hingga kira-kira 20 juta CFU dalam satu hari. Sejauh ini memang belum ada penelitian yang bisa menunjukkan secara pasti jumlah probiotik yang terlalu banyak dan berbahaya bagi tubuh. Akan tetapi, dalam beberapa kasus orang yang mengonsumsi terlalu banyak melaporkan berbagai keluhan sebagai efek sampingnya.

Efek samping terlalu banyak probiotik

Meskipun organisme ini memiliki banyak khasiat yang berguna bagi tubuh, mengonsumsi terlalu banyak probiotik bisa meningkatkan risiko Anda mengalami beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Berikut adalah tiga efek samping yang mungkin ditimbulkan jika Anda mengonsumsi terlalu banyak probiotik.

Alergi

Orang yang alergi terhadap probiotik tidak disarankan untuk mengonsumsi produk-produk dengan kandungan ini. Pada beberapa kasus, alergi yang muncul akibat terlalu banyak probiotik menunjukkan gejala-gejala seperti gatal, ruam, sulit bernapas, dada terasa sesak, bagian mulut membengkak, dan kepala yang pusing. Segera hubungi fasilitas kesehatan jika Anda mengalami tanda-tanda tersebut.

Masalah pencernaan

Efek samping yang satu ini tergolong ringan. Namun, beberapa orang menganggapnya sangat tidak nyaman. Anda mungkin mengalami berbagai gangguan pada sistem pencernaan seperti mual, muntah, perut kembung, masuk angin, hingga diare. Ini disebabkan oleh bakteri-bakteri baik yang tumbuh dan merangsang metabolisme untuk bekerja terlalu cepat.

Infeksi

Kasus infeksi yang disebabkan oleh probiotik ini sangat jarang terjadi. Namun, bagi Anda yang memiliki gangguan pada sistem imun seperti penyakit HIV dan kanker, probiotik bisa menyebabkan infeksi bakteri. Beberapa orang yang menggunakan katup jantung buatan (artificial heart valve) juga berisiko mengalami infeksi. Sebaiknya Anda berkonsultasi dahulu dengan dokter Anda sebelum mengonsumsi produk-produk dengan kandungan probiotik.

Komplikasi karena obat-obatan

Jenis obat-obatan tertentu ternyata bisa memicu reaksi negatif jika dikonsumsi bersamaan dengan probiotik. Hati-hati ketika Anda baru saja divaksin atau sedang minum obat-obatan dengan fungsi antiperadangan. Baca dulu instruksi yang tertera pada label obat atau konsultasikan dengan dokter Anda.

BACA JUGA:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca