Donor Darah Memang Baik, Tapi Kalau Keseringan Justru Bisa Berbahaya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Rutin donor darah sudah terbukti memberikan banyak manfaat kesehatan untuk tubuh. Sayangnya, hal ini mungkin jadi tidak berlaku lagi jika Anda terlalu sering donor darah. Apa saja efek samping donor darah terlalu sering?

Efek samping yang mungkin terjadi jika donor darah terlalu sering

manfaat donor darah

Kehabisan darah bukanlah efek samping donor darah yang perlu Anda takutkan sebab sel darah merah memiliki kemampuan memperbanyak diri yang luar biasa. Setiap detik ada jutaan sel darah merah yang hilang atau mati dan langsung tergantikan dengan yang baru. Meski begitu, terlalu sering donor darah juga tak baik untuk kesehatan Anda.

Terlalu sering donor lebih dari “patokan” yang ditentukan dapat menempatkan Anda pada risiko kekurangan zat besi. Pasalnya meski sel darah merah bisa cepat tergantikan dengan yang baru, tidak demikian dengan sediaan zat besi dalam tubuh.

Kekurangan zat besi dapat membuat seseorang merasa pusing, lemas, lesu, dan tidak bertenaga. Bahkan mengarah ke penurunan hemoglobin dan risiko anemia. Jika kondisi ini dibiarkan terus tanpa pengobatan, bisa berujung pada anemia defisiensi besi.

Sayangnya, efek samping donor darah ini terkadang jarang disadari. Kebanyakan orang menganggap bahwa anemia defisiensi besi terjadi ketika tubuh Anda kekurangan darah, kurang makan makanan yang mengandung zat besi, atau justru karena memiliki riwayat penyakit gangguan pencernaan. Padahal, donor darah terlalu sering juga bisa memicu terjadinya kondisi tersebut.

Inilah mengapa penting untuk memerhatikan frekuensi donor darah yang akan Anda lakukan. Jangan lupa memerhatikan kondisi kesehatan Anda sebelum dan setelah donor darah. Jangan sampai donor darah justru membuat kesehatan Anda memburuk.

Lantas, berapa kali idealnya saya boleh donor darah?

melakukan donor darah

Menurut laman Give Blood, rata-rata orang boleh mendonorkan darah setiap 3-4 bulan sekali dan maksimal 5 kali dalam 2 tahun. Dikutip dari laman Tempo, Palang Merah Indonesia (PMI) juga setuju dan mengatakan bahwa donor darah sebaiknya dilakukan rutin minimal tiga bulan sekali.

Tiga bulan adalah waktu yang cukup untuk seorang pendonor memproduksi sel-sel darah merah yang baru. Jadi setiap orang dapat mendonorkan darah setidaknya 4-5 kali dalam satu tahun.

Meski begitu, tak semua orang bisa donor darah sesering yang dianjurkan. Pasalnya, seberapa sering seseorang boleh donor darah tergantung pada kondisi kesehatannya secara menyeluruh.

Secara umum, Anda boleh melakukan donor darah apabila memenuhi syarat-syarat berikut:

  • Berada dalam kesehatan jasmani yang baik
  • Memiliki berat badan di atas 45 kg
  • Sudah berusia di atas 17 tahun
  • Tekanan darah tidak lebih dari 180/110 mmHG
  • Tidak sedang hamil
  • Tidak terkena infeksi menular atau memiliki riwayat penyakit kronis seperti kanker, penyakit jantung, diabetes, dan lain sebagainya
  • Tidak kecanduan narkoba atau alkohol

Jika Anda memenuhi semua persyaratan dasar ini, selanjutnya petugas medis akan melakukan serangkaian pemeriksaan guna menjamin kemanan donor darah bagi pendonor maupun penerima.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Desember 21, 2018 | Terakhir Diedit: Desember 13, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca