Ganja adalah salah satu jenis narkoba yang populer di Indonesia karena dampak bahayanya yang termasuk ringan. Kasus sakau dan kecanduan ganja bisa dibilang sangat jarang dibandingkan dengan jenis narkoba lainnya. Tapi awas. Efek ganja pada tubuh dapat berkembang perlahan dan bertahan lama — bahkan ketika Anda sedang tidak teler. Merokok ganja jangka panjang bahkan dapat menurunkan vitalitas seksual pria dalam berbagai cara.

Berbagai efek ganja pada fungsi seksual pria

1. Disfungsi ereksi

Disfungsi ereksi alias impotensi pada umumnya disebabkan oleh masalah psikologis, seperti stres berat hingga depresi dan kecemasan. Meski begitu, impotensi juga menjadi salah satu efek ganja pada tubuh pria yang sayangnya kerap luput menjadi perhatian.

Zat aktif tetrahydracannabinol, atau THC, dalam ganja dapat meningkatkan detak jantung hingga 20 persen, bahkan segera setelah isapan pertama Anda. Efek ganja pada detak jantung ini pun bisa bertahan hingga tiga jam sehingga dapat menyebabkan tekanan darah meningkat dan irama jantung jadi tidak stabil.

Otot jantung yang terus dipaksa bekerja keras untuk mengalirkan darah dapat menyebabkan arteri menjadi kurang fleksibel dan sempit sehingga aliran darah menuju penis berkurang. Penelitian pada hewan juga telah menemukan bahwa efek ganja dalam tubuh menghambat kerja reseptor saraf di otak untuk menyampaikan sinyal ke dalam jaringan penis untuk menciptakan ereksi. Akibatnya, Anda bisa kesulitan ereksi dan/atau mempertahankan ereksi. Ereksi yang dicapai juga mungkin kurang keras.

Dikutip dari Sfgate, seorang peneliti seks, Justin Lehmiller mengatakan bahwa pengonsumsian ganja dengan dosis tinggi akan meningkatkan risiko seseorang mengalami disfungsi ereksi. Lehmiller menemukan fakta bahwa angka kejadian disfungsi ereksi tiga kali lebih besar bagi perokok ganja dibandingkan dengan yang tidak mengonsumsinya sama sekali.

2. Bikin sulit orgasme

Ada tiga faktor utama yang membuat pria susah orgasme, yaitu kerusakan saraf, gangguan hormon, dan kondisi psikologisnya. Ketiga hal ini dapat dipengaruhi oleh kebiasaan merokok ganja dalam jangka panjang.

Pemakaian ganja dalam jangka waktu panjang dapat mengakibatkan kadar testosteron menurun sehingga berefek pada berkurangnya kemampuan penis berereksi dan sulit ejakulasi. Sementara itu, pemakaian ganja jangka panjang juga dapat menyebabkan otak menghasilkan dopamin yang berlebihan sehingga menyebabkan kecanduan. Sebuah studi yang dipublikasikan di The Journal of Sexual Medicine menemukan bahwa kecanduan ganja akibat pemakaian yang rutin setiap hari bisa menyebabkan pria susah orgasme.

3. Payudara membesar

Meski cukup langka, efek ganja pada tubuh pria juga bisa menyebabkan payudara membesar akibat ketidakseimbangan hormon. Kondisi ini disebut sebagai ginekomastia, dan bisa memengaruhi vitalitas seksual pria.

4. Ketergantungan viagra

Sebuah studi tahun 2007 yang dipimpin oleh Marie Eloi-Stiven dari Weill Medical College of Cornell University di New York menemukan bahwa pengguna ganja jangka panjang jauh lebih mungkin untuk memakai viagra untuk mengatasi masalah seksualnya daripada kelompok pria yang bukan pengguna ganja reguler.

Viagra mengandung sildenafil sitrat yang bekerja memperlebar pembuluh darah untuk memperlancar aliran darah agar darah dapat mengalir ke penis dengan cepat. Akan tetapi, viagra sebenarnya tidak dianjurkan dikonsumsi sembarangan tanpa resep. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menyebabkan aritmia yang memicu masalah aliran darah dan pada akhirnya penyakit jantung.

Selain empat hal di atas, efek ganja pada tubuh dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan masalah kesuburan pria hingga bahkan peningkatan risiko kanker testis.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca