Dampak Buruk Pencemaran Suara Bagi Kesehatan, dan Cara Jitu Mengatasinya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Tanpa Anda sadari, pencemaran suara sudah jadi bagian dari kehidupan Anda.Pencemaran suara bisa datang dari mana saja. Ya, bisingnya kendaraan di jalan raya, volume musik yang bergema kencang di telinga, tangisan dan jeritan, hingga alat elektronik di sekitar Anda ternyata bisa jadi penyebab pencemaran suara.

Jika Anda tidak segera mengambil sikap, fenomena ini bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius.

Sumber pencemaran suara

Polusi suara atau disebut juga dengan pencemaran suara didefinisikan sebagai gangguan yang disebabkan oleh suara yang bervolume tinggi.

Berikut beberapa sumber polusi suara yang paling umum:

  • Transportasi. Pesawat terbang yang akan lepas landas atau mendarat menghasilkan suara bising yang dapat mengganggu orang-orang di sekitar bandara. Lalu lintas jalan dari kendaraan bermotor juga bisa menciptakan kebisingan.
  • Alat rumah tangga. Tak melulu dari industri atau padatnya jalan raya, pencemaran suara juga bisa disebabkan dari rumah Anda sendiri. Beberapa alat rumah tangga seperti mesin vacum, mesin cuci, hair dryer, AC, kipas angin, mesin pemotong rumput, perangkat musik yang diputar di stero, dan lain sebagainya.
  • Aktivitas sosial. Acara-acara yang melibatkan kembang api, petasan, maupun pengeras suara dapat menyebabkan kebisingan bagi orang-orang yang tinggal di daerah tersebut.
  • Industri. Area konstruksi, industri manufaktur, mesin cetak, generator, dan kompresor pabrik berkontribusi terhadap polusi suara di kota-kota besar.
  • Tempat kerja. Rekan kerja yang berbicara, menggerakkan jari-jari di atas meja, atau mendengarkan musik dengan suara yang keras.
  • Perang. Faktanya, perang juga bisa memicu pencemaran suara melalui ledakan, tembakan, dan lain sebagainya.

Dampak pencemaran suara terhadap kesehatan

gendang telinga pecah

Berikut beberapa dampak buruk polusi suara terhadap kesehatan manusia:

1. Gangguan pendengaran

Efek langsung yang bisa dirasakan dari polusi suara adalah gangguan pendengaran. Mendengaran suara bising dalam waktu lama akan merusak atau menghancurkan sel-sel rambut yang ditemukan dalam organ pendengaran Anda.

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan gangguan pendengaran permanen.

2. Gangguan tidur

Polusi suara juga dapat berdampak pada kualitas tidur Anda. Suara yang bising membuat Anda sulit tidur nyenyak dan bahkan bisa menganggu siklus tidur normal Anda.

Jika gangguan tidur yang Anda alami sudah dalam tahap kronis, ini bisa merusak mood dan mengganggu aktivitas sehari-hari Anda. Bahkan, kondisi ini juga bisa memengaruhi kondisi kesehatan tubuh secara menyeluruh.

3. Penyakit jantung

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Germany Mainz University Medical Center, suara yang terlalu bising dapat menyebabkan detak jantung yang tidak teratur.

Dalam istilah medis, kondisi ini disebut dengan atrial fibrilasi. Jika dibiarkan terus-terusan, fibrilasi atrium daat menyebabkan pembekuan darah, stroke, dan bahkan gagal jantung.

4. Daya tahan tubuh melemah

Kebisingan dapat memengaruhi kualitas kesehatan Anda secara menyeluruh. Pasalnya, suara bising dapat memicu tubuh untuk menghasilkan lebih banyak hormon stres.

Hormon stres tak hanya meningkatkan tekanan darah dan gula darah Anda saja, tapi juga mengurangi kemampuan tubuh untuk melawan penyakit. Akibatnya, Anda mungkin jadi lebih rentan untuk terkena berbagai infeksi.

Cara mengurangi dampak pencemaran suara

manfaat meditasi untuk kesehatan yoga

Kebanyakan orang mungkin mengira kalau pencemaran suara hanya bisa dialami di kota-kota besar saja. Padahal, tidak begitu. Pencemaran suara juga dapat ditemukan di lingkungan pinggiran kota. Ya, daerah terpecil sekali pun sangat mungkin menyumbang salah satu penyebab pencemaran suara.

Lantas, bagaimana caranya mencegah dampak pencemaran suara? Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa Anda lakukan:

1. Pakai peredam suara

Jika Anda tinggal di kota yang bising atau di dekat bandara, Anda dapat mengurangi kebisingan di rumah dengan memasang alat peredam suara (noise barrier) dan getaran.

Alat ini bisa membantu mengurangi kebisiangan di rumah tinggal maupun di bangunan komersil, seperti kantor.

2. Pakai barang elektronik secara bijak

Mulai sekarang Anda harus bijak ketika menggunakan barang-barang elektronik, termasuk gadget, yang menghasilkan suara.

Matikan TV jika memang sedang tidak digunakan. Selain itu, usahakan untuk tidak mendengarkan lagu dengan volume yang keras. Anda juga bisa menikmati musik dari headset.

Selain lebih syahdu, pakai headset juga membantu mengurangi dampak dari kebisingan yang ada di lingkungan Anda. Namun, pastikan Anda mendengarkannya dengan volume yang tidak terlalu keras, ya!

3. Pilih suara-suara yang menenangkan

Ketimbang memutar musik yang menggebu-gebu dengan tempo yang cepat, lebih baik Anda mendengarkan lantunan musik yang lebih lembut. Memang, musik bertempo cepat bisa membangkitkan semangat Anda. Akan tetapi, pada saat-saat tertentu, jenis musik ini justru bisa membuat Anda semakin stres.

Sebagai gantinya, Anda bisa mendengarkan musik-musik instrumental atau suara alam. Suara-suara tersebut lebih menenangkan dan lebih baik untuk kesehatan Anda.

4. Lakukan relaksasi

Salah satu dampak yang paling dirasakan akibat mendengarkan suara bising terus-terusan adalah stres. Nah, guna mengurangi hal tersebut, Anda bisa melakukan teknik relaksasi sederhana seperti meditasi, latihan pernapasan, atau melakukan yoga.

Jika dilakukan dengan cara yang benar, ketiga hal tersebut efektif membantu mengurangi stres yang Anda alami.

5. Lakukan perubahan yang lebih besar

Seperti yang sudah disebutkan di atas, polusi udara bisa bersumber dari mana saja. Bahkan, kantor tempat Anda bekerja dan mencari nafkah sehari-hari juga bisa jadi pemicunya.

Bagi Anda yang sudah mencoba beragam cara tapi kebisangan kantor tak kunjung hilang juga, mungkin Anda membutuhkan sebuah perubahan yang lebih besar. Mempertimbangkan untuk pindah atau berganti pekerjaan, misalnya.

Ya, sejumlah orang mungkin terpaksa menerima paparan polusi suara karena sudah jadi bagian dari pekerjaannya. Kedengarannya memang seperti langkah yang nekat. Akan tetapi mengingat pencemaran suara bisa membahayakan kesehatan Anda, hal ini tetap bisa jadi pilihan untuk dipertimbangkan.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Maret 15, 2019 | Terakhir Diedit: April 26, 2019

Sumber