Batas Volume dan Durasi yang Aman Ketika Menggunakan Headset

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 4 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Mendengarkan lagu pakai headset merupakan sebuah kebiasaan yang sulit dihentikan. Hal tersebut dikarenakan kebanyakan orang menggunakannya untuk menemani aktivitas harian mereka. Mulai dari berjalan, bersepeda, pergi ke kantor atau sekolah, hingga sekadar bersih-bersih rumah.

Akan tetapi, tentu saja kebiasaan ini berisiko merusak pendengaran jika tidak dilakukan secara hati-hati. Berikut ini beberapa hal yang harus Anda perhatikan bila terbiasa mendengarkan lagu pakai headset atau headphone.

Rusaknya pendengaran akibat pemakaian headset yang berlebihan

jenis gangguan pendengaran

Sebelum mengetahui apa saja yang harus diperhatikan saat mendengarkan lagu pakai headset, ada baiknya Anda mengetahui bahaya dari penggunaan headset.

Telinga Anda adalah organ yang sangat peka. Pada saat mendengarkan lagu, suara yang memasuki telinga Anda membuat gendang telinga bergetar.

Getaran tersebut dapat mencapai koklea (rumah siput). Koklea adalah tempat yang membawa cairan yang berfungsi untuk merangsang serabut saraf agar berjalan ke otak. Di sinilah proses penafsiran suara dilakukan.

Pendengaran yang rusak terjadi akibat sel-sel rambut di telinga Anda hancur. Umumnya, kondisi tersebut disebabkan oleh terlalu lamanya mendengarkan suara keras dalam waktu yang lama.

Nah, headset dan headphone bisa menjadi sebuah bumerang bagi Anda. Di satu sisi Anda bisa mendengarkan lagu dengan nyaman tanpa mengganggu orang lain.

Akan tetapi, alat ini juga bisa menyebabkan gangguan gendang telinga jika dipakai dalam waktu yang lama.

Sama seperti organ tubuh lainnya, telinga Anda juga memiliki batas kemampuan. Mereka hanya bisa mendengarkan suara sampai pada tingkat 85 desibel saja.

Tips mendengarkan lagu pakai headset dengan aman

Setelah Anda mengetahui bahaya dari terlalu sering dan kencang saat mendengarkan lagu pakai headset, tentu saja Anda ingin menggunakannya secara berhati-hati, bukan?

Menghentikan kebiasaan menggunakan headset adalah hal yang cukup sulit. Oleh karena itu, membatasi volume dan penggunaannya mungkin dapat menjadi langkah awal yang cukup baik.

1. Batas volume suara tidak lebih dari 60%

Menurut American Osteopathic Association, MP3 Player atau ponsel Anda bisa memproduksi suara sampai 120 desibel. Tingkatan tersebut setara dengan konser musik yang sudah cukup membuat telinga sakit.

Nah, pemakaian headset dengan volume setinggi itu bisa merusak pendengaran Anda hanya dalam 15 menit. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk tidak menaikkan volume headset lebih dari 60% batas maksimal.

2. Memakai headset tidak lebih dari satu jam

kecanduan game online
technology, gaming, entertainment, let’s play and people concept – happy young man in eyeglasses with headset playing and winning computer game at home and streaming playthrough or walkthrough video

Mendengarkan musik saat sedang bekerja pakai headset memang bisa membuat Anda terlalu nyaman. Namun, kenyamanan tersebut bisa saja berubah menjadi bencana bagi pendengaran Anda.

Walaupun volume saat pakai headset sudah rendah, tidak menutup kemungkinan bahwa durasi waktu yang lama tetap dapat merusak telinga.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk tidak mendengarkan lagu pakai headset lebih dari satu jam. Biarkanlah telinga Anda beristirahat setelah satu jam menggunakan alat ini.

3. Jangan menggunakan headset di tempat yang berisik

Mengeraskan suara lagu saat mendengarkan headset di tempat yang berisik memang sering terjadi. Tujuannya, agar kita tak terganggu dengan suara bising di sekitar.

Anda mungkin memang bisa mendengarkan lagu dengan tenang di area yang penuh suara, tetapi pendengaran Anda mungkin tidak.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, suara keras melebihi 80 desibel dapat merusak telinga Anda dalam sekejap.

Oleh karena itu, hindari penggunaan headset di lingkungan yang berisik karena itu akan memicu Anda terus mengencangkan volume musiknya.

Memakai headset untuk mendengarkan lagu memang sah-sah saja. Namun, usahakan untuk tidak terlalu sering dan menggunakan suara yang keras. Dengan begitu, Anda dapat terus menikmati musik kesayangan Anda dengan nyaman.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Penyebab Telinga Bindeng, dari Kebiasaan Dengar Suara Keras Hingga Penyakit Serius

Telinga bindeng atau meredam bisa terjadi disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kesehatan. Apa saja penyebabnya? Simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan THT, Gangguan Telinga 7 April 2018 . Waktu baca 5 menit

Hati-hati, Sering Dengar Suara Bising dan Keras Bisa Jadi Ancaman Bagi Kesehatan Telinga

Sering terpapar suara bising atau keras dapat menyebabkan kerusakan telinga yang disebut trauma akustik. Apa saja penyebabnya dan bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan THT, Gangguan Telinga 2 April 2018 . Waktu baca 6 menit

Bahaya Penggunaan Headset yang Perlu Anda Waspadai

World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa voume musik dari headset yang terlalu besar meningkatkan risiko Anda kehilangan pendengaran. Lebih dari 1,1 juta orang berusia 12-35 tahun berisiko kehilangan pendengaran karena hal ini!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Satria Perdana
Kesehatan THT, Gangguan Telinga 18 Mei 2016 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bahaya pakai earphone saat tidur

Waspada Bahaya Infeksi Telinga Akibat Pakai Earphone Saat Tidur

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Thendy Foraldy
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
merawat telinga memakai headset

4 Tips Merawat Telinga untuk Anda yang Sering Memakai Headset

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 1 September 2019 . Waktu baca 4 menit
lebih baik headphone atau headset

Headset vs. Headphone, Mana yang Lebih Baik untuk Digunakan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 6 Juni 2019 . Waktu baca 3 menit
sindrom kepala meledak

Sindrom Kepala Meledak, Kondisi Langka yang Bikin Pengidapnya Berhalusinasi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2019 . Waktu baca 3 menit