Kenali Segera Ciri-Ciri Epilepsi yang Paling Umum Terjadi

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 04/11/2018
Bagikan sekarang

Epilepsi adalah gangguan sistem saraf pusat yang membuat aktivitas otak menjadi tidak normal. Kondis ini kemudian menyebabkan kejang dan terkadang membuat seseorang kehilangan kesadaran. Untuk dapat mengenalinya, berikut ciri-ciri epilepsi yang perlu Anda ketahui.

Ciri-ciri epilepsi

Kejang berulang menjadi salah satu tanda epilepsi yang paling utama, berikut berbagai tanda dan gejala kejang yang perlu diwaspadai:

  • Merasa kebingungan untuk sementara waktu.
  • Diam dan menatap pada satu titik.
  • Gerakan menyentak yang tak terkendali dari lengan dan juga kaki.
  • Kehilangan kesadaran.
  • Muncul gejala psikis seperti ketakutan dan kecemasan.

Biasanya dokter akan mengelompokkan kejang berdasarkan pada aktivitas otak. Oleh karena itu, beda bagian otak beda pula gejala yang ditimbulkannya. Berikut ciri-ciri epilepsi berdasarkan daerah otak yang terkena:

Kejang fokal (parsial)

Kejang ini biasanya muncul akibat aktivitas abnormal di satu area otak yang lebih spesifik dan lebih kecil. Ada dua kategori kejang fokal yaitu:

Kejang fokal dalam keadaan sadar

Pada saat kejang terjadi, seseorang benar-benar dalam kondisi sadar sepenuhnya walaupun beberapa orang tetap tidak dapat berbicara hingga kejang berhenti. Kejang jenis ini disebut juga kejang parsial simpel. Berbagai gejala yang biasanya muncul seperti:

  • Tersentaknya salah satu bagian tubuh secara spontan.
  • Kesemutan.
  • Pusing.
  • Mengalami emosi tertentu seperti rasa takut, marah, dan juga gembira.
  • Merasakan sensasi aneh yang sebenarnya tidak ada seperti suara dering atau bau-bau aneh.
  • Mengalami ingatan dejavu.

Kejang fokal dengan kesadaran yang terganggu

Jenis kejang yang satu ini disebut juga dengan kejang parsial kompleks. Cirinya ialah menatap ke satu titik tertentu dan tidak merespon secara normal saat diberikan rangsangan. Selain itu, Anda juga akan melakukan gerakan berulang seperti menggosok tangan, mengunyah, menelan, atau berjalan berputar-putar. Biasanya kondisi ini terjadi selama 30 detik atau satu menit.

Kejang umum

Kejang yang satu ini melibatkan semua area otak Anda. Sebenarnya, ada enam jenis kejang umum. Namun, gejalanya hampir mirip seperti:

  • Menatap ke langit-langit
  • Mata berkedip-kedip
  • Kehilangan kesadaran secara mendadak.
  • Tubuh kaku dan gemetar.
  • Menggigit lidah.
  • Otot punggung, lengan, dan kaki kaku sehingga membuat Anda jatuh ke tanah.
  • Adanya gerakan otot di berulang atau berirama pada leher, wajah, atau lengan.
  • Adanya serangan mioklonik, yaitu semacam sentakan singkat dari lengan dan kaki.
  • Kehilangan kendali pada kandung kemih sehingga membuat Anda mengompol

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Katanya, Orang Dengan Epilepsi Tidak Boleh Berenang. Benarkah?

"Penderita epilepsi tidak boleh berenang." Apa pernyataan itu benar? Simak penjelasan lengkapnya di artikel Hello Sehat berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari

Epilepsi Pada Anak Bisa Sembuh, Asalkan Ortu Terus Mendampingi Selama Pengobatan

Peran orangtua penting untuk menemani anak dalam proses pengobatan epilepsi pada anak. Ikuti tips jitu ini agar pengobatan berjalan dengan baik.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina

5 Hal yang Membuat Anda Berisiko Mengalami Epilepsi

Tumor otak atau stroke dapat menjadi faktor penyebab epilepsi, karena dua kondisi ini menimbulkan kerusakan pada struktur otak. Apa lagi penyebab epilepsi?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Serba-serbi Operasi Epilepsi, dari Tujuan Hingga Risikonya

Pengobatan epilepsi dengan bedah (bedah epilepsi) adalah salah satu cara untuk mengendalikan kejang epilepsi yang mengganggu. Seperti apa prosedurnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri

Direkomendasikan untuk Anda

penderita anemia minum suplemen saat puasa

Perlukah Penderita Anemia Dewasa Minum Suplemen Zat Besi Saat Puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 06/05/2020
epilepsi dalam kandungan

Bisakah Epilepsi Dideteksi Sejak Janin Dalam Kandungan?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 31/03/2020
8 Mitos Epilepsi yang Ternyata Salah Kaprah

8 Mitos Seputar Epilepsi yang Ternyata Salah Kaprah

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 13/03/2020
hidup dengan epilepsi

7 Tips Aman Bagi Penderita Epilepsi yang Hidup Sendiri

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 13/02/2020