Sudah Mulai Bicara Terbata-bata? Bisa Jadi Ini Gejala Alzheimer!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 April 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Penyakit Alzheimer atau demensia Alzheimer adalah salah satu penyakit yang menghantui orang lanjut usia (lansia). Menurunnya daya ingat dan kemampuan berpikir seseorang merupakan gejala Alzheimer yang paling umum. Selain itu, penelitian terbaru mengatakan bahwa menurunnya kemampuan berbicara atau melambatnya berbicara bisa menjadi gejala Alzheimer. Apakah benar? Berikut penjelasannya.

Menurunnya kemampuan berbicara bisa jadi gejala Alzheimer

Sebuah penelitian dari University of Wisconsin-Madison melaporkan bahwa jika Anda waktu lama untuk berbicara atau terbata-bata saat bicara, bisa jadi Anda menunjukkan gejala Alzheimer.

Perubahan dalam kefasihan berbicara bisa menjadi pertanda hilang ingatan yang sangat ringan dan gangguan berpikir, seperti yang terkait dengan demensia Alzheimer. Penelitian ini juga menguak bahwa orang yang punya riwayat Alzheimer dalam keluarga berisiko untuk mengalami kesulitan mengungkapkan gagasan atau kata-kata saat bicara.

Penelitian ini dilakukan pada 400 orang yang tidak memiliki gangguan kognitif dengan melakukan tes gambar. Peserta diminta melihat beberapa gambar dan menjawab pertanyaan pilihan ganda tentang gambar-gambar tersebut.

Sementara itu, peneliti juga melakukan tes yang sama pada 264 orang berusia 50 dan 60 tahun yang sebagian besar memiliki keluarga dengan riwayat Alzheimer dan dianggap berisiko terhadap kondisi ini.

Tim peneliti mencatat perubahan kecil dalam pola bicara orang yang mengalami penurunan kemampuan berpikir. Misalnya mereka cenderung menggunakan kalimat yang lebih pendek, berhenti sebentar lalu berkata, “Hmm…” atau, “Ah…”, dan kata-kata lain seolah sedang berpikir. Mereka juga lebih sering menggunakan kata ganti seperti “dia” dan “si itu” daripada menyebut nama. Mereka juga cenderung butuh waktu lama untuk mengucapkan suatu hal.

Gangguan berbicara dan ingatan adalah tanda normal bertambahnya usia seseorang. Penelitian tersebut melaporkan hanya sekitar 15-20 persen orang yang mengalami gangguan kognitif ringan yang akhirnya bisa menjadi risiko penyakit Alzheimer.

Penyakit Alzheimer adalah salah satu bentuk spesifik dari demensia yang dapat menyebabkan gangguan daya ingat, menghambat kemampuan berpikir, hingga menyebabkan perubahan perilaku. Tidak semua orang dengan gangguan wicara pasti mengalami Alzheimer, jadi belum bisa dipastikan apakah pola bicara dapat digunakan sebagai patokan dalam memastikan diagnosis dini Alzheimer.

Mencegah penyakit Alzheimer

Penyakit Alzheimer sulit untuk diobati, tapi dapat dicegah sejak muda dengan melakukan olahraga teratur, menjaga pola makan sehat, dan tidur yang cukup.

Olahraga teratur adalah cara paling efektif untuk menangkal penurunan kemampuan berpikir akibat demensia, terutama mengurangi risiko penyakit Alzheimer. Olahraga rutin juga bisa memperlambat kerusakan saraf otak lebih lanjut pada orang-orang yang sudah terlanjur mengembangkan masalah kognitif. Olahraga melindungi terhadap Alzheimer dengan merangsang kemampuan otak untuk mempertahankan koneksi saraf yang lama dan juga membuat yang baru.

Bila di dalam keluarga Anda ada riwayat Alzheimer, sebaiknya Anda dan anggota keluarga lainnya melakukan deteksi dini ke dokter. Semakin cepat Anda mendeteksi perkembangan penyakit ini, penanganannya pun akan semakin efektif dan mudah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Kenali Lethologica, Fenomena Saat Anda Sulit Mengingat Suatu Kata Saat Berbicara

    Pernahkah Anda tahu suatu kata, tapi tiba-tiba lupa saat hendak diucapkan? Fenomena ini dikenal dengan sebutan lethologica. Cari tahu lebih lanjut di sini!

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Hidup Sehat, Fakta Unik 7 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit

    Mendeteksi Apraksia pada Anak, Kondisi Anak Susah Bicara dan Penanganannya

    Apraksia adalah gangguan saraf yang dapat membuat anak susah bicara. Lantas, bagaimana kondisi ini dapat dideteksi dan apa saja perawatannya?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Parenting, Tips Parenting 15 Juni 2019 . Waktu baca 3 menit

    Pikun Tidak Selalu Gejala Alzheimer: 3 Hal Ini Mungkin Penyebabnya

    Selain Alzheimer, ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab pikun meski usia Anda belum senja. Misalnya karena hobi begadang atau habis operasi jantung.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Februari 2019 . Waktu baca 4 menit

    Tahap Penyakit Alzheimer, dari Stadium Awal Hingga Lanjut

    Alzheimer adalah penyakit yang akan bertambah semakin parah seiring berjalannya waktu. Maka itu, ayo kenali apa saja tahap penyakit Alzheimer dan tandanya.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. Yurika Elizabeth Susanti
    Hidup Sehat, Fakta Unik 4 Desember 2018 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    manfaat virgin coconut oil minyak kelapa dara; virgin coconut oil

    Manfaat Virgin Coconut Oil untuk Kesehatan

    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 4 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
    penyebab sulit mengingat

    6 Penyebab Otak Anda Sulit Mengingat dan Mudah Lupa

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Dipublikasikan tanggal: 22 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
    buah untuk alzheimer

    Rutin Makan Buah Bermanfaat Menurunkan Risiko Penyakit Alzheimer

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 27 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
    anak terlambat bicara

    Saat Anak Terlambat Bicara, Apa yang Harus Orangtua Lakukan?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 3 Desember 2019 . Waktu baca 11 menit