Sudah Mulai Bicara Terbata-bata? Bisa Jadi Ini Gejala Alzheimer!

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Penyakit Alzheimer atau demensia Alzheimer adalah salah satu penyakit yang menghantui orang lanjut usia (lansia). Menurunnya daya ingat dan kemampuan berpikir seseorang merupakan gejala Alzheimer yang paling umum. Selain itu, penelitian terbaru mengatakan bahwa menurunnya kemampuan berbicara atau melambatnya berbicara bisa menjadi gejala Alzheimer. Apakah benar? Berikut penjelasannya.

Menurunnya kemampuan berbicara bisa jadi gejala Alzheimer

Sebuah penelitian dari University of Wisconsin-Madison melaporkan bahwa jika Anda waktu lama untuk berbicara atau terbata-bata saat bicara, bisa jadi Anda menunjukkan gejala Alzheimer.

Perubahan dalam kefasihan berbicara bisa menjadi pertanda hilang ingatan yang sangat ringan dan gangguan berpikir, seperti yang terkait dengan demensia Alzheimer. Penelitian ini juga menguak bahwa orang yang punya riwayat Alzheimer dalam keluarga berisiko untuk mengalami kesulitan mengungkapkan gagasan atau kata-kata saat bicara.

Penelitian ini dilakukan pada 400 orang yang tidak memiliki gangguan kognitif dengan melakukan tes gambar. Peserta diminta melihat beberapa gambar dan menjawab pertanyaan pilihan ganda tentang gambar-gambar tersebut.

Sementara itu, peneliti juga melakukan tes yang sama pada 264 orang berusia 50 dan 60 tahun yang sebagian besar memiliki keluarga dengan riwayat Alzheimer dan dianggap berisiko terhadap kondisi ini.

Tim peneliti mencatat perubahan kecil dalam pola bicara orang yang mengalami penurunan kemampuan berpikir. Misalnya mereka cenderung menggunakan kalimat yang lebih pendek, berhenti sebentar lalu berkata, “Hmm…” atau, “Ah…”, dan kata-kata lain seolah sedang berpikir. Mereka juga lebih sering menggunakan kata ganti seperti “dia” dan “si itu” daripada menyebut nama. Mereka juga cenderung butuh waktu lama untuk mengucapkan suatu hal.

Gangguan berbicara dan ingatan adalah tanda normal bertambahnya usia seseorang. Penelitian tersebut melaporkan hanya sekitar 15-20 persen orang yang mengalami gangguan kognitif ringan yang akhirnya bisa menjadi risiko penyakit Alzheimer.

Penyakit Alzheimer adalah salah satu bentuk spesifik dari demensia yang dapat menyebabkan gangguan daya ingat, menghambat kemampuan berpikir, hingga menyebabkan perubahan perilaku. Tidak semua orang dengan gangguan wicara pasti mengalami Alzheimer, jadi belum bisa dipastikan apakah pola bicara dapat digunakan sebagai patokan dalam memastikan diagnosis dini Alzheimer.

Mencegah penyakit Alzheimer

Penyakit Alzheimer sulit untuk diobati, tapi dapat dicegah sejak muda dengan melakukan olahraga teratur, menjaga pola makan sehat, dan tidur yang cukup.

Olahraga teratur adalah cara paling efektif untuk menangkal penurunan kemampuan berpikir akibat demensia, terutama mengurangi risiko penyakit Alzheimer. Olahraga rutin juga bisa memperlambat kerusakan saraf otak lebih lanjut pada orang-orang yang sudah terlanjur mengembangkan masalah kognitif. Olahraga melindungi terhadap Alzheimer dengan merangsang kemampuan otak untuk mempertahankan koneksi saraf yang lama dan juga membuat yang baru.

Bila di dalam keluarga Anda ada riwayat Alzheimer, sebaiknya Anda dan anggota keluarga lainnya melakukan deteksi dini ke dokter. Semakin cepat Anda mendeteksi perkembangan penyakit ini, penanganannya pun akan semakin efektif dan mudah.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca