Dari rasa nyeri biasa hingga yang menusuk dada, nyeri payudara bisa jadi menyakitkan dalam berbagai cara berbeda, dengan alasan yang berbeda pula. Nyeri mungkin hanya dirasakan di sebagian daerah payudara, ke seluruh permukaan payudara atau keduanya, atau menjalar hingga ke ketiak.

Nyeri payudara, alias mastalgia, adalah kondisi yang umum terjadi di kalangan wanita. Ada banyak alasan lain di balik nyeri payudara.

Menstruasi

Untuk kebanyakan wanita, segudang rasa sakit dan nyeri menusuk adalah reaksi normal dari naik turun hormon yang berkaitan dengan siklus menstruasi mereka. Jenis nyeri ini biasa disebut dengan nyeri siklis.

“Rasa sakit adalah kondisi yang umum dialami selama siklus menstruasi dan PMS, saat produksi hormon, seperti estrogen dan progesterone, meningkat,” ujar Karthik Ghosh, MD, direktur klinik payudara di Mayo Clinic Rochester, Minnesota.

Perubahan hormon menyebabkan kelenjar susu membengkak dan memerangkap cairan di dalam payudara, membuat bentuk dan ukuran payudara membengkak. Sensitivitas payudara pun juga akan terpengaruh. Nyeri payudara selama menstruasi akan hilang dengan sendirinya ketika menstruasi berhenti

Berolahraga terlalu keras

Mungkin rutinitas pushup atau angkat beban Anda terlalu keras sehingga menyebabkan sensasi tidak nyaman pada payudara yang mirip dengan nyeri payudara. Sebenarnya, rasa tidak nyaman tersebut berasal dari otot pektoral di bawah payudara yang tertarik. Otot-otot ini bekerja meregang dan mengendur, sebagai sumber dari tektur lunak yang Anda alami saat merasakan nyeri. Untuk mengatasi hal ini, tempelkan koyo panas dan konsumsi obat pereda nyeri.

Menarik atau mengangkat sesuatu yang berat

Dengan alasan yang sama di atas, otot pektoral di bawah payudara Anda bekerja terlalu keras saat menarik atau mengangkat perkakas berat atau menggeser mebel rumah Anda. Untuk mengatasi hal ini, tempelkan koyo panas dan konsumsi obat pereda nyeri.

Salah ukuran bra

Ukuran bra yang salah bisa menyebabkan konsekuensi yang cukup serius untuk payudara Anda. Jika bra sehari-hari Anda terlalu ketat atau cup bra Anda terlalu kecil, kawat penyangga mungkin akan semakin mendorong dada Anda dan mengakibatkan nyeri payudara. Begitu pula sebaliknya, jika payudara Anda tidak mendapat sokongan yang baik, alias bra kendor, gravitasi akan berlaku selagi Anda berjalan, menyebabkan payudara Anda melambung ke atas bawah, menyebabkan otot pektoral juga tertarik.

Terutama bagi Anda yang berpayudara besar, sangat penting untuk mendapatkan dukungan yang pas saat berolahraga untuk menjaga payudara Anda tetap di tempat sehingga tidak berisiko menarik jaringan otot pektoral. Sebuah studi terbaru menemukan bahwa satu dari tiga pelari maraton mengeluhkan mengalami nyeri payudara. Untuk meredakan rasa sakit ini, pilih bra olahraga yang sesuai dengan ukuran payudara Anda. Saat mencoba, lakukan beberapa lompatan kecil atau lari di tempat dan pastikan tidak ada bagian payudara Anda yang melorot turun atau mencuat keluar, alias tidak muat dalam bra.

Jika Anda mengalami nyeri payudara yang terkonsentrasi hanya di satu daerah dan konsisten dalam jangka waktu panjang, dan kadar rasa sakitnya tidak berubah (tidak membaik atau justru memburuk), konsultasikan dengan dokter. Dokter bisa melakukan pemeriksaan secara klinis dan memutuskan langkah selanjutnya apakah mammogram atau biopsi diperlukan.

BACA JUGA:

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca