Catat Baik-Baik, Begini Cara Membedakan Gejala DBD dan Chikungunya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Penyakit DBD dan chikungunya sama-sama disebabkan oleh gigitan nyamuk. Gejala keduanya juga bisa tampak mirip sehingga sering sulit dibedakan. Tunggu dulu! Jangan sepelekan penyakit ini karena salah diagnosis dan pengobatan bisa membahayakan pengidapnya. Maka itu, sebaiknya pahami dengan baik perbedaan gejala DBD dan chikungunya di bawah ini.

Sekilas mengenai penyakit DBD dan chikungunya

Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue. Sementara chikungunya atau yang lebih akrab dikenal dengan flu tulang adalah penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus yang membawa virus chikungunya.

Jenis nyamuk pembawa virus kedua penyakit ini memang sama. Maka tak jarang, orang-orang bisa terserang penyakit DBD dan chikungunya dalam satu musim. Nyamuk Aedes aegypti banyak terdapat di negara tropis dan subtropis, terutama selama dan setelah musim hujan.

beda gejala tipes dan dbd

Perbedaan gejala DBD dan chikungunya

Penyakit DBD dan chikungunya sama-sama ditularkan melalui gigitan nyamuk. Namun, bukan berarti keduanya bisa serta-merta disamakan.

Sebenarnya tidak sulit untuk membedakan gejala DBD dari chikungnya asalkan Anda tahu tanda khas dari kedua penyakit ini.

Berikut perbedaan gejala DBD dan chikungnya yang harus Anda pahami:

Beda gejala demamnya

Pada DBD, demam biasanya membentuk suatu pola. Di awal, demam tinggi akan berlangsung sepanjang hari, tapi beberapa hari kemudian mereda seolah-olah pasien telah sembuh total.

Sedangkan demam akibat chikungunya berlangsung tanpa pola yang khas. Artinya, demam bisa tinggi sewaktu-waktu dan kemudian menurun.

Beda intensitas nyeri pada sendi, otot, dan tulang

Pada DBD, pasien merasakan nyeri sendi, otot, tulang, sejak demam muncul. Rasa nyeri ini masih terbilang biasa bila dibandingkan dengan nyeri pada chikungunya.

Virus chikungunya akan menimbulkan nyeri hebat pada otot, tulang, bahkan sendi membengkak. Jika tidak segera diobati, nyeri ini bisa meluas hingga membuat penderitanya merasa mengalami kelumpuhan dan kesulitan menggerakkan angota tubuhnya.

Beda kemerahan di kulit

Pada DBD, kulit biasanya dapat dipenuhi oleh bintik-bintik merah akibat pendarahan yang tidak akan pudar atau hilang bila ditekan. Sementara bintik merah khas chikungunya umumnya akan hilang saat ditekan.

Beda perdarahan pada tubuh

Pasien DBD kadang bisa sampai mengalami mimisan atau gusi berdarah.Namun, kondisi ini tidak terjadi pada penderita chikungunya.

Beda fase perkembangan penyakit

Pada DBD, tahapan perkembangan penyakit akan dibagi ke dalam beberapa fase. Dimulai dengan fase demam, kemudian berlanjut ke fase kritis selama 24-38 jam, hingga terakhir fase penyembuhan. Berbeda dengan chikungunya yang tidak dikelompokkan menjadi beberapa fase.

Beda kehilangan cairan tubuh

DBD yang sudah parah berisiko menyebabkan pasien kehilangan cairan tubuh dalam jumlah drastis hingga menyebabkan syok yang bisa berakibat fatal. Chikungnya jarang sampai menyebabkan syok.

Beda waktu kemunculan gejala

Gejala pada DBD biasanya akan muncul selama 3-7 hari setelah tubuh digigit nyamuk. Sementara pada chikungunya, umumnya muncul setelah 4-7 hari kemudian.

Selain itu, baik DBD dan chikungunya juga membuat penderitanya merasakan mual hebat dan muntah selama beberapa kali dalam sehari.

Beberapa gejala lain mungkin belum disebutkan. Jika Anda merasa cemas mengenai gejala DBD atau chikungunya, maupun sulit membedakan antara keduanya, segera konsultasikan lebih lanjut dengan dokter. Serangkaian pemeriksaan dan tes akan dilakukan oleh dokter guna menemukan penyakit dari gejala yang Anda alami.

Bagaimana mengobati DBD dan chikungunya?

Kunci perawatan untuk kedua penyakit ini adalah memperbanyak istirahat dan minum cairan guna mencegah dehidrasi. Anda juga akan dianjurkan minum obat penurun demam seperti acetaminophen atau paracetamol. Sebaliknya, hindari obat aspirin, ibuprofen, dan naproxen sodium guna mencegah komplikasi perdarahan.

Jika kasus DBD dan chikungnya sudah lebih serius, dibutuhkan tindakan medis lanjutan untuk menanganinya. Dokter yang menentukan pengobatan terbaik untuk memulihkan kondisi Anda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca