Tak Seperti Benang Jahit Biasa, Berikut Bahan-Bahan Pembuat Benang Operasi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 28/03/2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Untuk menutup luka terbuka pada tubuh, dokter akan menggunakan benang khusus untuk menjahitnya. Perlu diketahui bahwa benang jahit untuk operasi berbeda dengan benang yang digunakan untuk menjahit pakaian. Tidak hanya ukurannya yang berbeda, bahan pembuatnya pun juga. Untuk lebih jelasnya berikut ulasannya.

Jenis-jenis benang operasi

benang jahit operasi
Sumber: Padham Health News

Berdasarkan penyerapannya dalam tubuh

Berdasarkan penyerapannya, benang jahit operasi dapat dikategorikan dalam dua kelompok besar, yaitu yang bisa diserap dan tidak. Benang jahit yang bisa diserap artinya tak perlu dilepas setelah dijahit pada luka atau jaringan.

Hal ini disebabkan oleh enzim yang berada dalam jaringan tubuh bisa mengurai benang ini secara alami. Sementara benang operasi yang tidak bisa diserap, perlu dilepas kembali di kemudian hari.

Berdasarkan struktur bahan

Berdasarkan struktur bahannya, jenis benang operasi juga terbagi dua. Pertama, yaitu benang monofilamen yang terdiri dari satu utas. Benang ini lebih mudah untuk melewati jaringan karena cenderung tipis.

Jenis kedua adalah benang multifilamen, terdiri dari beberapa utas. Benang ini terdiri atas beberapa benang kecil yang dikepang bersama. Biasanya benang ini cenderung lebih kuat tetapi juga cukup berisiko menyebabkan infeksi karena lebih tebal.

Berdasarkan bahan pembuatnya

Berdasarkan bahan pembuatnya, benang jahit dibagi menjadi dua kelompok, yaitu alami dan sintetis. Benang yang terbuat dari serat alami misalnya sutera atau gut. Benang jenis ini biasanya jarang digunakan karena cenderung memicu reaksi negatif pada jaringan.

Sementara benang sintetis terbuat dari bahan buatan manusia, seperti nilon. Benang jenis ini biasanya yang lebih banyak digunakan untuk menjahit luka terbuka.

Bahan pembuat benang operasi

benang operasi
Sumber: Dotmed

Berdasarkan bahan pembuatnya, benang jahit untuk operasi dibedakan dari yang bisa diserap dan yang tidak. Masing-masingnya terbuat dari bahan yang berbeda pula.

Bahan benang yang bisa diserap

Benang yang satu ini biasanya digunakan untuk menutupi bagian paling dalam dari sayatan. Meski begitu, benang ini juga bisa digunakan untuk permukaan kulit. Berikut bahan-bahan pembuatnya:

Gut (usus)

Benang monofilamen alami ini digunakan untuk menjahit luka atau robekan jaringan lunak bagian dalam. Gut biasanya tidak boleh digunakan untuk prosedur kardiovaskular atau sistem saraf. Sebab, tubuh memiliki reaksi kuat terhadap benang yang satu ini dan jutsru bisa melukai.

Oleh sebab itu, benang ini biasanya hanya digunakan untuk operasi ginekologi (operasi yang berhubungan dengan alat reproduksi).

Polydioxanone (PDS)

Benang monofilamen sintesis ini bisa digunakan untuk memperbaiki luka jaringan lunak, seperti untuk perut atau jantung anak.

Poliglecaprone (Monocryl)

Benang monofilamen sintetis ini biasanya digunakan untuk memperbaiki jaringan lunak yang terbuka. Namun, bahan yang satu ini tak boleh digunakan untuk prosedur kadiovaskular atau sistem saraf.

Benang yang satu ini paling sering digunakan untuk menutup luka kulit agar tak terlihat.

Poliglaktin (Vicryl)

Benang multifilamen ini biasanya digunakan untuk memperbaiki luka robek tangan atau wajah. Benang ini juga termasuk yang tidak boleh digunakan untuk prosedur penjahitan bagian kardiovaskular atau sistem saraf.

Bahan benang yang tidak dapat diserap

Semua jenis bahan benang operasi yang tidak dapat diserap biasanya dapat digunakan untuk memperbaiki jaringan lunak, termasuk untuk prosedur kardiovaskular dan sistem saraf.

Selain itu, benang ini biasanya digunakan untuk jaringan yang memerlukan proses penyembuhan yang lama, seperti jahitan di tendon, menutup dinding perut, dan penjahitan kulit.

Berikut beberapa bahan benang operasi yang tak bisa diserap, yaitu:

  • Nilon, benang monofilamen alami.
  • Polypropylene (Prolene), benang monofilamen sintetis.
  • Sutra, benang multifilamen alami (berbentuk jalinan yang dikepang).
  • Poliester (Ethibond), benang multifilamen sintesis (berbentuk jalinan yang dikepang).

Mungkinkah benang operasi menyebabkan infeksi?

melepas jahitan luka bekas operasi

Tak seperti jenis lainnya, benang jahit operasi sangat steril. Oleh karena itu, benang yang satu ini tidak menyebabkan infeksi.

Akan tetapi dikutip dari Healthline, benang multifilamen yang cenderung lebih tebal dari benang monofilamen lebih berisiko menyebabkan infeksi.

Ini disebabkan benangnya cenderung lebih tebal sehingga lebih sulit melewati jaringan saat proses penjahitan. Namun, jika dilakukan oleh dokter ahli yang terlatih dan profesional di bidangnya, risiko ini tentu sangat kecil kemungkinannya.

Hal yang bisa menyebabkan infeksi sebenarnya adalah jika Anda tidak merawat luka dengan tepat. Anda harus benar-benar merawat luka jahitan dengan telaten agar risiko infeksi bisa terhindarkan.

Untuk itu, pastikan tangan dalam keadaan bersih saat memegang luka jahitan. Selain itu, lakukan perawatan lainnya yang disarankan dokter untuk menjaga luka jahitan tetap steril dan lekas sembuh.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Meningitis (Radang Selaput Otak)

Meningitis adalah peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang (meninges). Bagaimana gejala dan cara mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 09/04/2020 . Waktu baca 9 menit

5 Penyakit dari Kucing yang Bisa Menular ke Anak Anda

Bermain dengan kucing memberikan manfaat bagi perkembangan anak. Namun, orangtua tetap perlu waspada karena anak juga bisa tertular penyakit dari kucing.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan Anak, Parenting 25/02/2020 . Waktu baca 4 menit

Kulit Anak Terinfeksi Setelah Dicakar Kucing; Apakah Akan Menular ke Anak Lain?

Dicakar kucing tidak hanya menimbulkan lecet, tapi juga bisa berisiko menimbulkan infeksi pada anak. Lantas, bila si kecil terinfeksi, apakah akan menular?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Anak, Parenting 22/02/2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Menghilangkan Bekas Luka Operasi Tiroid atau Laparoskopi

Menyembuhkan bekas luka operasi perlu dilakukan agar tampilan kulit bisa kembali merata. Ada beberapa cara mudah dalam merawat luka bekas sayatan operasi.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Penyakit Tiroid, Health Centers 09/01/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanda luka terinfeksi

Hati-hati, Kenali Tanda Luka Anda Telah Terinfeksi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 19/04/2020 . Waktu baca 4 menit
selulitis pada anak

Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 18/04/2020 . Waktu baca 4 menit
gastritis adalah radang lambung

Gastritis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020 . Waktu baca 12 menit
kucing tertular covid-19

Apakah Kucing dan Hewan Lainnya Dapat Tertular COVID-19 dari Manusia?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 09/04/2020 . Waktu baca 4 menit