Bagaimana Ingatan Dalam Otak Bisa Terbentuk?

Oleh

Kehilangan ingatan, atau kemampuan ingatan yang berkurang, memang berkaitan dengan bertambahnya usia. Namun, tetap saja ada beberapa hal yang dapat memicu hilangnya kemampuan mengingat, seperti stress, gangguan fungsi saraf (Alzheimer), hormon, dan lingkungan. Sebenarnya, apakah Anda tahu bagaimana sebuah ingatan terbentuk? Bagaimana Anda bisa mengingat kenangan yang sudah bertahun-tahun lalu terjadi?

Proses terbentuknya ingatan

Ingatan terbentuk sejak kita lahir dan akan terus terbentuk selama kita hidup. Hipokampus adalah bagian otak yang terletak di lobus temporal otak, yang berperan untuk mempertahankan ingatan. Peneliti menyatakan bahwa setiap selnya digunakan untuk menyimpan satu ingatan atau memori. Saat ada rangsangan dari lingkungan, maka ingatan akan terbentuk melalui tiga tahap, yaitu:

  • Tahap belajar, yaitu proses di mana informasi diterima oleh indra tubuh
  • Tahap retensi, yaitu proses informasi disimpan oleh otak
  • Tahap retrieval, yaitu memanggil kembali ingatan yang telah tersimpan sebelumnya dan membentuk ingatan baru.

Ingatan jangka pendek vs ingatan jangka panjang

Memori atau ingatan sensori mencatat informasi dari rangsangan yang diterima dari lingkungan, melalui bantuan panca indera. Jika rangsangan yang ada di lingkungan terabaikan, tidak terlihat, tidak tercium, atau tidak terdengar oleh indera, maka tidak akan terbentuk ingatan. Sebaliknya, jika rangsangan tersebut diperhatikan kemudian tercatat oleh indera, maka akan diteruskan ke sistem saraf dan akan menjadi sebuah ingatan jangka pendek.

Ingatan jangka pendek hanya bisa mengingat selama 30 detik dan hanya dapat menerima sebanyak 7 buah informasi dalam satu memori. Ingatan jangka pendek memiliki kapasitas yang kecil namun sangat berpengaruh pada kehidupan kita sehari-hari. Dengan mengandalkan ingatan jangka pendek, tubuh akan melakukan berbagai respon dan menjawab rangsangan yang ada dari luar.

Setelah ingatan jangka pendek terbentuk, informasi yang terus diulang-ulang akan masuk ke dalam sistem ingatan jangka panjang untuk disimpan lebih lama. Ingatan yang masuk ke dalam ingatan jangka panjang tidak akan terlupakan jika ada informasi baru yang masuk. Seperti saat pertama kali kita belajar untuk mengikat tali sepatu, saat itu ingatan tersebut menjadi ingatan jangka pendek. Kemudian, jika setiap hari kita selalu mengikat tali sepatu, maka hal ini akan menjadi ingatan jangka panjang. Setiap ingatan jangka pendek yang ‘dipanggil’ atau diulang kembali, atau ingatan dari suatu kejadian penting, akan dikirimkan ke tempat penyimpanan ingatan jangka panjang. Seseorang yang kehilangan ingatan jangka pendek, akan lupa apa yang ia lakukan saat 5 atau 10 menit yang lalu, namun tetap ingat kenangan-kenangan yang berasal dari bertahun-tahun lalu.

5 jenis ingatan jangka panjang dalam otak Anda

Berikut adalah jenis ingatan jangka panjang yang terbentuk:

Ingatan implisit

Atau disebut juga dengan ingatan di bawah alam sadar atau ingatan otomatis. Sesuai dengan namanya, ingatan ini terbentuk dari ingatan masa lalu yang terjadi berulang atau masuk ke dalam ingatan jangka panjang. Contohnya, ketika Anda menonton sebuah film yang berulang. Ketika Anda menonton film tersebut kembali, tanpa sadar Anda akan membayangkan bagian selanjutnya. Padahal Anda tidak bermaksud untuk ‘memutar’ bagian film tersebut di kepala Anda dan muncul secara tidak sadar.

Ingatan prosedural 

Merupakan bagian dari ingatan implisit atau ingatan yang secara tidak sengaja atau tidak sadar muncul. Ingatan ini bertanggung jawab atas ingatan jangka panjang yang berhubungan dnegan keterampilan motorik. Contohnya, Anda yang sudah tahu bagaimana cara berjalan, seorang atlet bulu tangkis yang sudah tahu cara bermain bulu tangkis ketika melakukan pertandingan, dan seorang musisi yang sudah mengingat bagaimana cara memainkan alat musiknya. Hal-hal tersebut merupakan kemampuan yang terus-menerus diasah dan dilakukan berulang-ulang, sehingga tidak memerlukan usaha yang lebih untuk ‘memanggil’ ingatan ini kembali.

Ingatan eksplisit

Berbeda dengan ingatan implisit, ingatan ini memerlukan usaha yang lebih untuk menghadirkan kembali ingatan yang telah lalu, bahkan memerlukan pemicu untuk mengingat suatu hal. Seperti mengingat tanggal dan hari ulang tahun, atau ketika  mengingat nama dan wajah orang.

Ingatan semantik

Yaitu ingatan yang tidak berhubungan dengan pengalaman pribadi seorang individu. Ingatan semantik terdiri dari hal-hal yang diketahui secara umum, seperti warna langit, nama buah, cara menggunakan pensil, atau nama negara.

Ingatan episodik

Merupakan ‘koleksi’ unik yang ada pada masing-masing individu karena mengalami suatu kejadian tertentu. Seperti, kenangan ulang tahun Anda yang ke-17, atau kenangan pertama kali masuk sekolah, dan sebagainya.

Berbagai teori meyebutkan bahwa hantaran listrik sinapsis (terminal saraf yang menghubungkan antarsel saraf) berfungsi untuk menyimpan, membentuk, memanggil kembali ingatan yang ada, hingga memberikan respon pada rangsangan saat ingatan tersebut muncul. Namun memang tahapan proses dari pembentukan ingatan masih belum jelas.

BACA JUGA

Sumber
Yang juga perlu Anda baca