Bagaimana Bakteri Bisa Jadi Kebal Terhadap Antibiotik?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Bakteri adalah mikroorganisme bersel tunggal yang ditemukan di seluruh bagian dalam dan di luar tubuh. Tidak semua bakteri berbahaya, bahkan ada yang benar-benar membantu, termasuk bakteri baik yang hidup di usus. Sementara bakteri jahat juga banyak tersebar, dan beberapa menyebabkan penyakit. Antibiotik digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri, yang terkadang juga bisa menyebabkan resistensi bakteri. Apa itu resistensi bakteri? Apa penyebabnya?

Mengenal resistensi bakteri

Infeksi bakteri biasanya diobati dengan antibiotik. Namun, bakteri lama-lama bisa beradaptasi dengan obat-obatan dan menjadi makin sulit untuk dibunuh. Ini yang disebut dengan resistensi bakteri terhadap antibiotik.

Beberapa bakteri secara alami dapat melawan beberapa jenis antibiotik tertentu. Bakteri bisa menjadi resisten terhadap antibiotik jika gen bakteri berubah atau bakteri mendapat gen yang resistan terhadap obat dari bakteri lain.

Semakin lama dan semakin sering antibiotik digunakan, risikonya yaitu obat tersebut akan semakin tidak efektif dalam melawan bakteri.

Cyclophosphamide adalah

Penyebab resistensi bakteri terhadap antibiotik

Mutasi DNA

Bakteri rentan terhadap mutasi alias perubahan DNA. Ini adalah bagian dari evolusi alami bakteri dan memungkinkan bakteri untuk terus menyesuaikan susunan genetiknya.

Ketika suatu bakteri secara alami menjadi resisten terhadap obat antibiotik, bakteri tersebut akan tetap bertahan, ketika jenis yang lain terbunuh. Bakteri yang tetap bertahan ini kemungkinan akan menyebar dan menjadi dominan, sehingga bisa menyebabkan infeksi.

Selain itu, bakteri adalah mikroba yang mudah berpindah-pindah, yang membuat bakteri untuk bersentuhan dengan mikroba lain dan meneruskan gen mutasi ke bakteri lain.

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat

Penggunaan berlebihan dan penyalahgunaan antibiotik memungkinkan terjadinya resistensi bakteri terhadap antibiotik. Setiap Anda minum antibiotik, bakteri sensitif (bakteri yang masih bisa dilawan antibiotik) akan terbunuh. Namun, bakteri yang resisten akan terus tumbuh dan berkembang biak.

Antibiotik tidak efektif melawan infeksi virus seperti flu, sakit tenggorokan, bronkitis, dan infeksi sinus dan telinga. Jadi ketika Anda minum antibiotik padahal tidak sedang diserang infeksi bakteri, kemungkinan resistensi pun meningkat. Itulah mengapa penggunaan antibiotik yang tepat merupakan kunci untuk mengendalikan penyebaran resistensi.

infeksi bakteri streptococcus

Bagaimana resistensi bakteri bisa terjadi?

Bakteri dapat menjadi resisten terhadap antibiotik melalui beberapa cara. Beberapa bakteri dapat menetralkan antibiotik. Bakteri lainnya dapat mengubah struktur luar bakteri sehingga antibiotik tidak bisa menempel pada bakteri untuk membunuhnya.

Setelah terkena antibiotik, terkadang salah satu bakteri dapat bertahan hidup karena menemukan cara untuk melawan antibiotik. Jika satu bakteri menjadi resisten terhadap antibiotik, bakteri dapat melipatgandakan diri kemudian mengganti semua bakteri yang terbunuh.

Cara menghindari resistensi bakteri

Cara utama untuk menghindari munculnya bakteri yang resisten adalah dengan mengonsumsi antibiotik sesuai aturannya. Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan.

  • Minum antibiotik sesuai yang diresepkan oleh dokter Anda.
  • Sebaiknya jangan melewatkan dosis minum antibiotik.
  • Konsumsi antibiotik untuk mengobati penyakit yang disebabkan infeksi bakteri, bukan infeksi jamur atau virus.
  • Jangan menyimpan antibiotik untuk diminum jika jatuh sakit kemudian hari.
  • Jangan minum antibiotik yang diresepkan untuk orang lain.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: November 6, 2018 | Terakhir Diedit: Oktober 30, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca