Benarkah Kangen Water Lebih Sehat dari Air Mineral Biasa?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23/06/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kangen water alias air kangen sedang naik daun beberapa tahun ini. Disebut-sebut sebagai air minum yang lebih sehat dari air mineral biasa, penjualan kangen water pun melonjak, terutama di kalangan para health freak yang peduli kesehatan. Tapi, apa itu kangen water dan apakah benar lebih sehat?

Apa itu kangen water?

Kangen water adalah salah satu merek dagang dari air alkali. Air alkali sendiri adalah air yang memiliki kadar pH yang cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan air minum biasa. Air minum biasa normalnya memiliki pH netral yaitu sekitar 7, sedangkan air alkali rata-rata memiliki pH 8-9. Oleh karena alasan inilah, air alkali dipercaya dapat menetralisir asam dalam tubuh.

pH merupakan angka yang menunjukkan seberapa asam atau basa suatu zat dalam rentang angka 0-14. Sebagai contoh, zat yang memiliki pH 1 bersifat sangat asam, dan zat yang memiliki pH 13 bersifat sangat basa.

Air alkali seperti kangen water dipercaya memiliki banyak manfaat yang baik untuk tubuh, seperti memperlambat proses penuaan, mengatur keseimbangan asam-basa dalam tubuh, dan mencegah penyakit kronis seperti kanker. Namun, benarkah demikian? Di samping itu, apakah kangen water aman dikonsumsi?

BACA JUGA: 7 Waktu yang Tepat untuk Minum Air Putih

Apakah kangen water itu alami atau buatan?

Air alkali alami terbentuk ketika air melewati bebatuan—seperti mata air—dan mengangkut mineral yang dapat meningkatkan kadar basa. Namun, beberapa perusahaan menjual produk yang mereka nyatakan sebagai air alkali melalui proses kimia yang dinamakan elektrolisis. Mereka menjelaskan bahwa proses elektrolisis digunakan untuk memisahkan molekul air yang lebih asam atau basa. Walau beberapa dokter dan ahli mendukung hal tersebut, namun belum ada penelitian yang cukup kuat yang dapat membuktikan hal ini.

Bisakah membuat kangen water sendiri?

Anda bisa menemukan kangen water dan air alkali lain dalam kemasan yang diproduksi oleh pabrik di supermarket atau mungkin toko kesehatan. Namun, tahukah Anda bahwa Anda juga dapat membuatnya sendiri di rumah? Tambahkan saja perasan air lemon atau jeruk nipis ke dalam segelas air. Walau bersifat asam, air lemon dan jeruk nipis mengandung banyak mineral yang dapat mengubah komposisi air menjadi lebih alkali atau basa.

BACA JUGA: 7 Waktu yang Tepat untuk Minum Air Putih

Apa manfaat kangen water bagi kesehatan?

Manfaat dari air alkali seperti kangen water masih menjadi hal yang kontroversial hingga kini. Banyak pakar kesehatan meragukan kegunaannya karena belum ada bukti yang cukup kuat untuk mendukung penggunaan air alkali. Akan tetapi, beberapa penelitian menunjukkan bahwa air alkali sangat berguna dalam beberapa kondisi tertentu.

Sebagai contoh, pada 2012, sebuah penelitian menemukan bahwa minum air alkali dengan pH 8.8 dapat membantu menonaktifkan pepsin, sebuah enzim yang memicu refluks asam lambung. Penelitian lain memperlihatkan bahwa mengonsumsi air alkali mungkin bermanfaat untuk para penderita diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi.

BACA JUGA: 10 Makanan yang Sering Memicu Masalah Asam Lambung

Apakah kangen water aman dikonsumsi?

Hal yang dianggap menjadi masalah oleh para ahli kesehatan bukanlah apakah air alkali seperti kangen water aman dikonsumsi atau tidak, melainkan apakah klaim kesehatan yang digembar-gemborkan produk tersebut benar atau tidak. Penting diingat bahwa, belum ada bukti yang cukup kuat untuk mendukung pengonsumsian air alkali sebagai terapi untuk kondisi kesehatan apa pun.

Mengonsumsi air alkali alami secara umum dianggap aman, karena air alkali alami mengandung mineral yang alami pula. Akan tetapi, jika Anda sering mengonsumsi air alkali buatan atau olahan pabrik, Anda mungkin harus menguranginya. Air alkali yang diproduksi oleh pabrik biasanya mengandung lebih sedikit mineral yang baik bagi kesehatan. Apabila dikonsumsi secara rutin, air ini justru dapat membuat Anda kekurangan mineral yang Anda butuhkan. Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh WHO juga menekankan agar berhati-hati jika Anda menjadikan air yang rendah mineral sebagai air yang Anda konsumsi sehari-hari.

BACA JUGA: Apa Bedanya Air Mineral Dengan Air Putih Biasa?

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tidur yang Sehat, Dengan Lampu Menyala atau Mati?

Anda sering tidur dalam keadaan terang benderang dan lampu menyala? Mungkin ini saatnya mulai belajar tidur dalam gelap.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Hidup Sehat, Fakta Unik 23/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Menguak Manfaat Power Nap dan Bedanya Dengan Tidur Siang Biasa

Badan lemas, ngantuk, dan mata berat? Itu tandanya Anda butuh tidur siang! Yuk, intip trik power nap ini agar tidur siang lebih berkualitas dan bermanfaat.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Fakta Unik 23/07/2020 . Waktu baca 4 menit

6 Penyebab Otak Anda Sulit Mengingat dan Mudah Lupa

Baru kenalan 5 menit yang lalu, sudah lupa namanya? Ada janji nanti sore, tapi Anda tak ingat? Ini berbagai penyebab sulit mengingat yang Anda alami.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Fakta Unik 22/07/2020 . Waktu baca 4 menit

5 Hal yang Sering Jadi Penyebab Mati Rasa pada Kaki dan Tangan

Mati rasa sering terasa pada jari, tangan, kaki, lengan, maupun telapak kaki Anda. Apa sebenarnya yang menjadi penyebab mati rasa?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Hidup Sehat, Fakta Unik 22/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

lemak paha sulit dihilangkan

Lemak Paha Anda Sulit Dihilangkan? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 30/07/2020 . Waktu baca 4 menit
cara tahan lama

Berbagai Cara Agar Pria Tahan Lama Saat Berhubungan Seks

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 28/07/2020 . Waktu baca 3 menit
tidur pakai bra

Tidur Sebaiknya Pakai Bra atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 28/07/2020 . Waktu baca 4 menit
minum madu

Minum Madu Setelah Minum Obat, Boleh atau Tidak?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 27/07/2020 . Waktu baca 3 menit