Apa Akibatnya Jika Kadar Insulin Rendah Sampai di Bawah Normal?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Insulin dibuat oleh pankreas untuk membantu mengubah glukosa menjadi sumber energi. Kadar insulin di dalam tubuh harus pas, tidak boleh terlalu tinggi atau terlalu rendah. Lantas, apa yang akan terjadi jika tubuh memiliki kadar insulin rendah di bawah normal?

Ini akibatnya jika kadar insulin rendah

mencegah diabetes meningkatkan sensitivitas insulin

Jika kadar insulin rendah, tubuh tidak bisa memindahkan glukosa dari darah ke sel. Akibatnya, kadar gula (glukosa) dalam darah akan meningkat melebihi batas normal. Jika kadar glukosa terlalu tinggi, maka kelebihannya akan masuk ke dalam urine. Akibatnya, Anda akan lebih sering buang air kecil dan rentan mengalami dehidrasi.

Selain itu, insulin yang terlalu sedikit juga membuat sel tidak bisa mengambil glukosa untuk dijadikan energi. Akibatnya, tubuh menjadi cepat lelah dan mengalami penurunan berat badan secara tiba-tiba dalam jumlah besar. Jika dibiarkan terus-menerus kondisi ini bisa membuat Anda mengalami masalah kesehatan yang disebut dengan diabetes.

Pada diabetes tipe 1, tubuh tidak mampu atau menghasilkan sangat sedikit insulin. Kondisi ini terjadi karena sel beta pembuat insulin dihancurkan oleh antibodi yang ada di dalam tubuh. Sementara diabetes tipe 2 biasanya terjadi karena dua faktor utama.

Pertama, karena sel beta mengalami masalah sehingga tidak mampu memproduksi insulin dalam jumlah cukup. Kedua, insulin yang sudah ada tidak mampu berfungsi dengan baik dan kehilangan sensitivitasnya. Kedua faktor ini membuat tubuh kesulitan mengendalikan kadar gula darah di dalam tubuh.

Meningkatkan kadar insulin dengan suntik insulin

Panduan cara pakai insulin adalah

Biasanya, salah satu pengobatan yang disarankan untuk membantu kerja insulin di dalam tubuh ialah dengan melakukan suntik insulin. Pada diabetes tipe 1, suntik insulin berfungsi untuk menggantikan kerja insulin yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh.

Namun, tak hanya diabetes tipe 1 saja yang butuh suntik insulin, diabetes tipe 2 pun membutuhkannya. Akan tetapi, tidak semua orang dengan diabetes tipe 2 membutuhkan suntik insulin. Biasanya terapi insulin hanya diperlukan jika terapi pengobatan gagal dan tak mampu mengendalikan kadar gula darah di dalam tubuh.

Terapi atau suntik insulin membantu mencegah komplikasi diabetes yang membahayakan kesehatan Anda. Ini karena insulin tambahan yang disuntikkan membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Dokter akan menentukan jenis dan jumlah insulin yang dibutuhkan sesuai kondisi. Jenis diabetes yang dimiliki, kadar gula darah, hingga gaya hidup menjadi pertimbangan dokter untuk menentukan jenis dan jumlah insulin yang Anda butuhkan.

Suntik insulin biasanya diresepkan sebanyak tiga hingga empat kali sehari. Sebaiknya Anda tidak melewatkan jadwal suntik karena bisa merugikan kesehatan dan membahayakannya.

Insulin tidak bisa disuntikkan di sembarang tempat

syok insulin adalah

Insulin harus disuntikkan ke jaringan lemak tepat di bawah kulit. Pasalnya, jika Anda menyuntikkannya terlalu dalam, tubuh akan menyerapnya terlalu cepat sehingga efeknya tidak akan bertahan lama. Selain itu, cara ini juga akan menimbulkan rasa sakit yang teramat sangat.

Insulin juga tidak bisa disuntikkan di tempat yang sama setiap hari. Hal ini bisa menyebabkan kondisi yang dinamakan lipodistrofi. Kondisi ini membuat lemak rusak atau menumpuk di bawah kulit hingga menyebabkan benjolan yang bisa mengganggu penyerapan insulin.

Oleh karena itu, Anda bisa menggeser lokasi suntikan paling tidak 2,5 cm dari titik sebelumnya. Selain itu, Anda juga bisa menyuntikkan insulin ke bagian tubuh yang lain seperti perut, paha, lengan, dan juga bokong.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca