Mengenal Amylophagia, Hasrat Tak Tertahankan untuk Makan Tepung Mentah

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Karbohidrat merupakan zat yang dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi utamanya. Anda bisa mendapatkan karbohidrat dari berbagai makanan, paling banyak ditemukan pada makanan bertepung — misalnya nasi, roti, dan mie. Makan ketiga jenis makanan pokok ini merupakan hal yang umum, dalam bentuk matang. Namun bagi beberapa orang, mereka memiliki hasrat yang tak tertahankan untuk makan tepung terigu dalam bentuk paling aslinya: tepung terigu mentah. Anda salah satunya?

Kira-kira apa penyebabnya, dan apakah ini berbahaya?

Amylophagia, kebiasaan makan tepung terigu mentah

Dalam dunia medis, kebiasaan makan tepung terigu mentah disebut dengan amylophagia yang termasuk ke dalam gangguan makan pica. Pica itu sendiri adalah perilaku makan yang tidak wajar, yang ditandai dengan keinginan memakan suatu yang sebenarnya tidak untuk dimakan.

Selain terigu mentah, seseorang yang mengidap amylophagia juga dapat mengonsumsi beras mentah, singkong mentah, kentang mentah, hingga ubi-ubian mentah. Sumber-sumber makanan ini mengandung pati, jenis karbohidrat tidak larut air yang mirip ditemukan dalam tepung terigu mentah.

Mengonsumsi tepung mentah dalam jumlah banyak tidak baik untuk kesehatan Anda, bahkan dapat membahayakan. Pasalnya, tepung diproduksi melewati serangkaian proses kimiawi, serta hampir nol gizi. Amylophagia adalah kondisi langka, namun biasa dijumpai pada wanita hamil yang mengidam.

Apa penyebabnya?

Penyebab pasti dari amylophagia belum diketahui, dan masih diteliti lebih lanjut oleh para ahli.

Pada beberapa orang, pica bisa terjadi karena mereka ingin merasakan suatu tekstur makanan atau benda di mulut mereka. Selain itu, pica juga dapat disebabkan defisiensi vitamin, zat besi, dan/atau mineral zinc. Pada orang dewasa, pica dapat dipicu oleh gangguan mental seperti obsessive-compulsive disorder (OCD) dan skizofrenia.

Pada anak-anak, pica dapat disebabkan karena kurangnya perhatian orangtua terhadap kebiasaan anaknya. Kondisi keluarga yang kurang harmonis dapat memicu perkembangan perilaku abnormal, salah satunya pica. Awalnya kebiasaan ini dapat disebabkan oleh ketidaktahuan anak saat memakan benda yang tidak seharusnya dimakan, tapi juga bisa berlanjut setelah anak dilarang untuk melakukannya. Jika perilaku ini cenderung konsisten tampak pada anak dalam waktu yang lama, kemungkinan hal ini adalah pertanda gangguan perkembangan seperti keterbelakangan mental, autisme, dan gangguan pada otak.

Apa saja gejalanya?

Seseorang yang mengidap amylophagia bisa dilihat dengan banyaknya persediaan tepung di rumahnya. Seringkali ia akan mengonsumsi tepung mentah secara sembunyi-sembunyi. Namun ketika hasratnya sudah tidak bisa ditahan, ia mungkin akan cuek saja makan tepung di depan umum.

Durasi seseorang mengalami pica dapat bervariasi, namun seseorang dikatakan mengalami pica jika sudah memiliki kebiasaan makan yang abnormal lebih dari satu bulan.

Apa efeknya jika pica tidak disembuhkan?

Pica biasanya baru terdiagnosis saat penderita mengalami berbagai gangguan kesehatan yang disebabkan gangguan makannya. Berikut beberapa dampak kesehatan yang mungkin dialami penderita pica:

  • Infeksi saluran pencernaan – tepung diproduksi melewati serangkaian proses kimiawi. Berbagai kuman penyakit juga sangat mungkin bersemayam dalam tepung mentah dan bisa masuk ke dalam tubuh sehingga menyebabkan infeksi tenggorokan hingga saluran usus.
  • Kerusakan gigi – karbohidrat adalah gula. Dibiarkan mengendap dalam mulut, hal ini dapat memicu kerusakan gigi.
  • Penyumbatan usus – tepung dapat memadat di dalam usus dan menyebabkan penyumbatan, atau dikenal dengan istilah obstruksi usus. Hal ini ditandai dengan perubahan fisik seperti pembengkakan sekitar perut, serta gejala kram perut dan sembelit.
  • Malnutrisi – dapat terjadi saat penderita pica hanya mengosumsi benda yang tidak wajar atau mengalami gangguan penyerapan nutrisi sebagai dampak perilaku makan abnormal. Malnutrisi dapat menyebabkan anemia defisiensi besi.
  • Gangguan pada bayi – sangat mungkin dialami oleh ibu hamil yang mengalami pica, beberapa gangguan di antaranya berat lahir rendah, bayi prematur, perkembangan mental dan fisik yang abnormal. Pica pada ibu hamil juga dapat meracuni bayi hingga menyebabkan kematian.

Kapan harus ke dokter?

Jika Anda atau orang terdekat Anda memiliki gejala berikut, ada baiknya untuk bertemu dengan dokter unuk diagnosis dan penangana lebih baik. Tanpa tat laksana yang baik, dapat timbul berbagai komplikasi seperti:

Bisakah gangguan makan ini ditangani?

Terapi pengobatan untuk amylophagia dimulai dengan mengontrol permasalahan utamanya, seperti yang berhubungan dengan masalah pengobatan atau nutrisi yang kurang, berdasarkan rekomendasi dokter.

Di samping pengobatan, pengawasan dan meminimalisir akses orang tersebut ke sumber-sumber pemicu pica juga tetap perlu dilakukan hingga ia benar-benar dapat mengontrol perilaku makannya. Salah satu trik yang dinilai efektif untuk mengendalikan kecenderungan amylophagia adalah dengan menerapkan hukuman atau konsekuensi atas kebiasaan buruk tersebut. Penyediaan makanan sehat dan beragam, serta suplementasi vitamin yang mengandung zat besi dipercaya dapat mengurangi keinginan untuk mengonsumsi tepung mentah.

Jika amylophagia dicurigai menjadi pertanda gangguan mental atau keterbelakangan mental, maka terapi harus disesuaikan untuk mengontrol perilakunya. Misalnya dengan psikoterapi CBT yang dapat dikombinasikan dengan obat-obatan medis.

Bisakah amylophagia disembuhkan?

Dengan terapi yang sesuai dan rutin, kecenderungan amylophagia dapat benar-benar hilang. Pada masa anak-anak, sebagian besar pola makan abnormal dapat hilang dengan sendirinya. Meski demikian, beberapa kasus pica yang dimulai sejak anak-anak bisa terus berlanjut hingga dewasa.

Bicarakan dengan dokter Anda untuk mengetahui lebih lanjut mengenai amylophagia dan apa yang harus dilakukan untuk tata laksana amylophagia.

Bagaimana pencegahannya?

Sampai saat ini belum ditemukan adanya pencegahan terhadap amylophagia. Namun, apabila seseorang sudah dicurigai mengidap amylophagia, Anda dapat membatasi atau menutup aksesnya terhadap tepung terigu mentah serta makanan sumber karbohidrat mentah lainnya.

Baca Juga:

Sumber