Bersin, batuk, dan sulit bernapas merupakan beberapa gejala yang muncul akibat alergi tungau. Hewan kecil ini sering berada di tempat yang lembab dan hangat contohnya pada kasur, kain karpet, atau gorden. Adakah cara mengatasi alergi tungau? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Sekilas mengenai alergi tungau

Tungau hidup di daerah yang lembap dan hangat sekitar 20-250 celcius. Namun, pada suhu yang ekstrem tungau dapat mati. Sisa bangkai yang mati itulah yang menempel pada kulit dan menyebabkan alergi. Begitu juga dengan reaksi tungau debu juga bersifat alergen pada beberapa orang dan juga pengidap asma.

Kiat mengatasi alergi tungau

1. Obat-obatan

Bila Anda memiliki alergi tungau debu, membatasi keterpaparan Anda terhadap debu juga tungau akan mengurangi munculnya gejala alergi. Anda mungkin membutuhkan obat untuk mengendalikan gejala alergi, seperti:

  • Anthistamin adalah obat yang bisa digunakan untuk mengurangi pilek, bersin, gatal pada area hidung dan mata, dan juga hidung tersumbat. Anthistamin tersedia dalam bentuk pil, sirup, ataupun obat hirup.
  • Kostikosteroid hidung. Obat yang mengurangi pembengkakan di hidung dan menghambat terjadinya reaksi alergi. Obat ini tersedia dalam bentuk obat hirup.
  • Antagonis reseptor leukotriene. Obat yang menghalangi proses kimiawi yang terlibat dalam reaksi alergi.
  • Natrium Cromolyn. Obat yang menghalangi pelepasan bahan kimia yang menyebabkan gejala alergi, termasuk histamin dan leukotrien.
  • Dekongestan.  Obat yang membantu mengecilkan pembuluh darah di hidung dan menghilangkan kekakuan. Tersedia dalam bentuk pil, sirup, dan obat hirup. Bila menggunakan obat hirup maka dekongestan disemprotkan hanya untuk waktu yang singkat.

Penggunaan obat-obatan di atas dapat menyebabkan efek samping. Untuk itu, perlu saran dan pengawasan dari dokter untuk penggunaan obat tersebut.

Namun, bila pengobatan tersebut tidak berpengaruh maka bisa dilakukan penyuntikan imunoterapi subkutan (SCIT). Hal ini dilakukan untuk perawatan jangka panjang yang dapat membantu mencegah atau mengurangi tingkat keparahan reaksi alergi. Ini bisa mengurangi jalannya penyakit alergi dengan mengubah respons kekebalan tubuh terhadap alergen.

Pengobatan ini dilakukan setiap seminggu sekali pada tahap awal pengobatan. Biasanya  SCIT dilakukan hingga 3 sampai 5 tahun sampai Anda jadi lebih kebal atau tidak begitu terpengaruh oleh tungau.

2. Rajin menjaga kebersihan rumah

Dilansir dari Asthma and Allergy Foundation of America, walaupun rumah sudah dibersihkan, tungau masih bisa hidup dan berkembang biak dari rumah Anda. Sebab hewan ini begitu kecil dan tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Meski begitu, Anda masih bisa mengurangi jumlah tungau tersebut. Berikut cara mengurangi tungau yang ada di rumah Anda:

  • Cuci selimut, seprai, karpet atau tirai Anda seminggu sekali menggunakan air panas. Tungau akan mati bila terendam dalam air hangat bersuhu 54 derajat Celcius. Kemudian, menjemurnya di bawah sinar matahari juga mampu membunuh tungau.
  • Kurangi penggunaan karpet pada lantai rumah Anda, supaya tidak banyak tungau yang hidup di sana.
  • Bersihkan kamar Anda dari debu. Ketika membersihkan kamar, jangan lupa pakai masker untuk menghindari paparan debu dan tungau. Gunakan penyedot debu yang memiliki saringan khusus untuk menyedot tungau, debu, dan juga kutu. Setelah dibersihkan, jangan masuk ke kamar dan tunggu selama kira-kira 20 menit. Anda juga bisa gunakan lap basah agar debu dan tungau menempel pada lap tersebut ketika dibersihkan.
  • Gunakan pendingin ruangan seperti kipas atau AC untuk menjaga agar kelembapan udara kurang dari 50 persen. Ini karena tungau menyukai ruangan yang kelembapannya tinggi, yaitu sekitar 70-80 persen.
  • Ganti sarung untuk bantal atau guling yang berbahan wol atau bahan berbulu dengan bahan sintesis agar mudah dicuci.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca