10 Gejala ADHD Pada Orang Dewasa

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kebanyakan dari kita mengira ADHD (attention deficit hyperactivity disorder) hanya bisa dialami oleh anak-anak. Memang ADHD pada anak lebih mudah untuk dideteksi, dan kesulitan berkonsentrasi pada suatu hal, hiperaktif atau sikap impulsif lebih mudah diamati pada anak dibanding dewasa. Namun nyatanya, ADHD juga dapat dialami oleh orang dewasa. Gejala pada orang dewasa biasanya lebih tidak kentara, sehingga banyak orang dewasa dengan ADHD yang tidak terdiagnosis dan mendapat pengobatan.

Orang dewasa dengan ADHD biasanya memiliki ADHD saat anak-anak. Di saat sebagian anak sembuh dari kondisinya, sekitar 60% anak tetap memilikinya saat dewasa. Berikut 10 tanda yang sering ditemukan pada orang dewasa dengan ADHD.

1. Sulit untuk hidup teratur

Orang dengan ADHD sulit untuk menjalankan berbagai tanggung jawab orang dewasa seperti bertanggung jawab dalam pekerjaan, mengatur anak, membayar pajak, dan lainnya.

2. Menyetir ugal-ugalan dan kecelakaan lalu lintas

ADHD menyebabkan seseorang kesulitan untuk fokus dalam mengerjakan sesuatu, seperti misalnya menyetir kendaraan. Akibatnya, orang dengan ADHD sering menyetir ugal-ugalan dan menyebabkan kecelakaan, sehingga akhirnya kehilangan izin mengemudi yang dimiliki.

3. Masalah rumah tangga

Banyak pasangan tanpa ADHD yang memiliki masalah rumah tangga, sehingga pernikahan yang tidak harmonis bukanlah sebuah tanda pasti bahwa seseorang mempunyai ADHD. Tetapi terdapat beberapa masalah rumah tangga yang diakibatkan ADHD, umumnya pasangan penderita ADHD yang tidak terdiagnosis akan mengeluh bahwa pasangannya sulit menjaga komitmen dan sering acuh tak acuh. Jika Anda adalah orang dengan ADHD, Anda mungkin tidak mengerti kenapa pasangan Anda kecewa, dan merasa bahwa Anda disalahkan oleh hal yang bukan merupakan kesalahan Anda.

4. Perhatian mudah teralihkan

Penderita ADHD sulit untuk bertahan di dunia kerja yang rumit dan dinamis seperti sekarang. Akibatnya kinerja mereka di lingkungan kerja buruk, sebanyak separuh penderita ADHD sulit untuk tetap bertahan di satu tempat kerja, dan umumnya mendapatkan gaji yang lebih sedikit dibanding rekan kerja karena performanya yang buruk. Orang dengan ADHD sering merasa bahwa telepon dan email yang masuk saat bekerja sangat mengganggu dan menyebabkan mereka sulit menyelesaikan tugasnya.

5. Kemampuan mendengar yang kurang

Apakah anda sering bengong saat meeting? Atau suami anda lupa untuk menjemput anak padahal sudah diingatkan melalui telepon berkali-kali? Kesulitan untuk memberikan perhatian menyebabkan orang dengan ADHD memiliki kemampuan mendengar yang kurang, akibatnya dapat timbul miskomunikasi dan masalah di lingkungan sosial dan kerja.

6. Sulit untuk relaks

Anak dengan ADHD cenderung hiperaktif dan tidak bisa diam, hal ini lebih sulit diamati pada orang dewasa. Walaupun tidak tampak hiperaktif, orang dewasa dengan ADHD biasanya sulit untuk relaks dan bersantai. Orang lain akan menilai penderita sebagai orang dengan pembawaan yang tidak tenang atau tegang.

7. Sulit untuk memulai suatu pekerjaan

Seperti anak dengan ADHD yang sering menunda PR dari sekolah, penderita ADHD dewasa cenderung untuk menunda pekerjaan, terutama apabila pekerjaanya membutuhkan fokus yang tinggi.

8. Sulit mengontrol emosi

Penderita ADHD biasanya lebih sering marah karena hal-hal kecil dan merasa bahwa mereka tidak punya kontrol atas emosinya. Walaupun begitu, kemarahan mereka biasanya cepat mereda.

9. Sering terlambat

Banyak hal yang menyebabkan orang dengan ADHD sering terlambat. Biasanya fokus mereka terpecah saat akan pergi ke suatu acara atau pergi bekerja, misalnya saja tiba-tiba penderita berpikir bahwa mobilnya kotor dan perlu dicuci terlebih dahulu saat berangkat bekerja. Orang dengan ADHD juga cenderung untuk meremehkan tugas yang diberikan sehingga sering menunda pengerjaannya.

10. Tidak bisa membuat skala prioritas

Sering kali penderita tidak bisa memprioritaskan hal-hal yang harus dilakukannya. Akibatnya mereka sering bekerja melewati deadline, padahal mereka hanya melakukan sesuatu yang tidak penting dan bisa ditunda sebelumnya.

Walaupun tidak membahayakan kesehatan, ADHD pada dewasa dapat mengganggu produktivitas dan kualitas hidup seseorang. Jika Anda memiliki tanda-tanda di atas, jangan ragu untuk menemui dokter Anda. Bicarakan juga kondisi yang Anda alami dengan pasangan dan keluarga Anda.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Benar Otak Lebih Besar Artinya Lebih Pintar?

Meskipun terdapat beragam pendapat, tapi ada satu hal yang disepakati para ilmuwan: ukuran otak tidak bisa dijadikan indikator kecerdasan seseorang.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 26 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Selain alergi susu dan kacang, ada juga alergi bawang putih. Apa penyebabnya dan adakah cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Alergi, Alergi Makanan 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Setiap orang memiliki intuisi, sebagian mempercayai intuisinya dan sebagian lagi tidak. Sebenarnya, apa itu intuisi? Dan kenapa kita perlu mengikutinya?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Saat memilih bra, Anda mungkin bimbang antara bra kawat atau bra biasa tanpa kawat. Yuk, simak pertimbangan dari para ahli berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mitos tentang tidur

Mengenal 4 Tahapan Tidur: Dari “Tidur Ayam” Hingga Tidur Pulas

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
manfaat menangis

3 Manfaat Menangis Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat efek musik pada otak

5 Efek Musik Terhadap Kinerja Otak Manusia

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit