10 Gejala ADHD Pada Orang Dewasa

Oleh

Kebanyakan dari kita mengira ADHD (attention deficit hyperactivity disorder) hanya bisa dialami oleh anak-anak. Memang ADHD pada anak lebih mudah untuk dideteksi, dan kesulitan berkonsentrasi pada suatu hal, hiperaktif atau sikap impulsif lebih mudah diamati pada anak dibanding dewasa. Namun nyatanya, ADHD juga dapat dialami oleh orang dewasa. Gejala pada orang dewasa biasanya lebih tidak kentara, sehingga banyak orang dewasa dengan ADHD yang tidak terdiagnosis dan mendapat pengobatan.

Orang dewasa dengan ADHD biasanya memiliki ADHD saat anak-anak. Di saat sebagian anak sembuh dari kondisinya, sekitar 60% anak tetap memilikinya saat dewasa. Berikut 10 tanda yang sering ditemukan pada orang dewasa dengan ADHD.

1. Sulit untuk hidup teratur

Orang dengan ADHD sulit untuk menjalankan berbagai tanggung jawab orang dewasa seperti bertanggung jawab dalam pekerjaan, mengatur anak, membayar pajak, dan lainnya.

2. Menyetir ugal-ugalan dan kecelakaan lalu lintas

ADHD menyebabkan seseorang kesulitan untuk fokus dalam mengerjakan sesuatu, seperti misalnya menyetir kendaraan. Akibatnya, orang dengan ADHD sering menyetir ugal-ugalan dan menyebabkan kecelakaan, sehingga akhirnya kehilangan izin mengemudi yang dimiliki.

3. Masalah rumah tangga

Banyak pasangan tanpa ADHD yang memiliki masalah rumah tangga, sehingga pernikahan yang tidak harmonis bukanlah sebuah tanda pasti bahwa seseorang mempunyai ADHD. Tetapi terdapat beberapa masalah rumah tangga yang diakibatkan ADHD, umumnya pasangan penderita ADHD yang tidak terdiagnosis akan mengeluh bahwa pasangannya sulit menjaga komitmen dan sering acuh tak acuh. Jika Anda adalah orang dengan ADHD, Anda mungkin tidak mengerti kenapa pasangan Anda kecewa, dan merasa bahwa Anda disalahkan oleh hal yang bukan merupakan kesalahan Anda.

4. Perhatian mudah teralihkan

Penderita ADHD sulit untuk bertahan di dunia kerja yang rumit dan dinamis seperti sekarang. Akibatnya kinerja mereka di lingkungan kerja buruk, sebanyak separuh penderita ADHD sulit untuk tetap bertahan di satu tempat kerja, dan umumnya mendapatkan gaji yang lebih sedikit dibanding rekan kerja karena performanya yang buruk. Orang dengan ADHD sering merasa bahwa telepon dan email yang masuk saat bekerja sangat mengganggu dan menyebabkan mereka sulit menyelesaikan tugasnya.

5. Kemampuan mendengar yang kurang

Apakah anda sering bengong saat meeting? Atau suami anda lupa untuk menjemput anak padahal sudah diingatkan melalui telepon berkali-kali? Kesulitan untuk memberikan perhatian menyebabkan orang dengan ADHD memiliki kemampuan mendengar yang kurang, akibatnya dapat timbul miskomunikasi dan masalah di lingkungan sosial dan kerja.

6. Sulit untuk relaks

Anak dengan ADHD cenderung hiperaktif dan tidak bisa diam, hal ini lebih sulit diamati pada orang dewasa. Walaupun tidak tampak hiperaktif, orang dewasa dengan ADHD biasanya sulit untuk relaks dan bersantai. Orang lain akan menilai penderita sebagai orang dengan pembawaan yang tidak tenang atau tegang.

7. Sulit untuk memulai suatu pekerjaan

Seperti anak dengan ADHD yang sering menunda PR dari sekolah, penderita ADHD dewasa cenderung untuk menunda pekerjaan, terutama apabila pekerjaanya membutuhkan fokus yang tinggi.

8. Sulit mengontrol emosi

Penderita ADHD biasanya lebih sering marah karena hal-hal kecil dan merasa bahwa mereka tidak punya kontrol atas emosinya. Walaupun begitu, kemarahan mereka biasanya cepat mereda.

9. Sering terlambat

Banyak hal yang menyebabkan orang dengan ADHD sering terlambat. Biasanya fokus mereka terpecah saat akan pergi ke suatu acara atau pergi bekerja, misalnya saja tiba-tiba penderita berpikir bahwa mobilnya kotor dan perlu dicuci terlebih dahulu saat berangkat bekerja. Orang dengan ADHD juga cenderung untuk meremehkan tugas yang diberikan sehingga sering menunda pengerjaannya.

10. Tidak bisa membuat skala prioritas

Sering kali penderita tidak bisa memprioritaskan hal-hal yang harus dilakukannya. Akibatnya mereka sering bekerja melewati deadline, padahal mereka hanya melakukan sesuatu yang tidak penting dan bisa ditunda sebelumnya.

Walaupun tidak membahayakan kesehatan, ADHD pada dewasa dapat mengganggu produktivitas dan kualitas hidup seseorang. Jika Anda memiliki tanda-tanda di atas, jangan ragu untuk menemui dokter Anda. Bicarakan juga kondisi yang Anda alami dengan pasangan dan keluarga Anda.

BACA JUGA:

Share now :

Direview tanggal: September 2, 2016 | Terakhir Diedit: September 6, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca