Menurunkan Demam Pakai Kompres Dingin Malah Berbahaya

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 05/04/2018
Bagikan sekarang

Kompres dingin adalah trik klasik untuk meredakan demam yang diwariskan turun-temurun sejak zaman nenek moyang. Namun tahukah Anda ternyata cara ini salah dan malah bisa membahayakan tubuh?

Bahaya kompres dingin saat demam

Demam adalah respon alami tubuh untuk melawan infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Seseorang dikatakan sakit demam ketika suhu tubuhnya lebih tinggi dari 37º Celsius, badannya menggigil atau berkeringat, dan merasa lemas, sakit kepala, hingga nyeri di sekujur tubuhnya.

Cara favorit orang-orang untuk meredakan demam adalah dengan merendam kain ke dalam wadah air berisi es batu dan menempelkannya di dahi. Suhu dingin dianggap dapat menyerap panas tubuh sehingga demam akan cepat turun.

Padahal, dokter dan pakar kesehatan di seluruh dunia tidak pernah menganjurkan kita untuk kompres dingin ketika sedang demam. Demam adalah cara tubuh untuk menjaga suhunya tetap normal. Namun, rangsangan suhu dingin dari kompres tersebut justru dianggap sebagai ancaman oleh sistem imun Anda sehingga tubuh akan semakin meningkatkan suhunya. Akibatnya, demam malah tidak kunjung turun — malah mungkin bisa makin parah. Hal yang sama juga terjadi ketika Anda beristirahat di ruangan ber-AC atau mandi air dingin saat sedang demam.

Itu sebabnya hindari pakai kompres dingin atau berendam air dingin ketika demam. Kompres dingin lebih tepat untuk mengatasi peradangan atau pembengkakan, misalnya kaki yang keseleo atau kepala benjol terbentur pintu.

Lantas, bagaimana cara tepat untuk menurunkan demam?

Berikut ini pertolongan pertama yang sebaiknya Anda lakukan saat menangani anak atau orang dewasa demam.

1. Perbanyak istirahat

Demam sebenarnya adalah sinyal dari tubuh supaya Anda beristirahat. Kondisi tubuh Anda yang lemah saat demam jika dipaksa untuk terus beraktivitas justru akan memperparah kondisi Anda. Itu sebabnya, saat Anda demam segera hentikan aktivitas dan istirahatlah di tempat yang nyaman.

2. Penuhi asupan cairan

Suhu tubuh yang meningkat saat demam dapat menyebabkan hilangnya cairan tubuh sehingga membuat Anda rentan mengalami dehidrasi. Itu sebabanya, perbanyalah asupan cairan ketika Anda sedang demam. Selain mencegah dehidrasi, cairan yang masuk ke dalam tubuh juga akan dikeluarkan melalui keringat dan urin sehingga membantu menurunkan suhu tubuh Anda.

Yang penting diperhatikan, bukan hanya banyaknya jumlah cairan yang dikonsumsi, melainkan juga jenis minuman yang akan Anda konsumsi.

3. Minum obat

Obat penurun panas biasanya baru dibutuhkan bila suhu tubuh Anda mencapai 39 derajat celcius atau lebih. Anda dapat mengonsumsi paracetamol (acetaminophen), ibuprofen, atau aspirin. Obat-obatan tersebut termasuk mudah ditemukan di toko obat atau apotek tanpa resep dokter. Jangan lupa, selalu bacaa label kemasan dengan baik untuk dosis tepat sebelum menggunakan obat tersebut.

Namun, jika Anda mengalami demam tinggi yang tidak kunjung membaik dan pemberian obat penurun panas tidak mempan untuk mengatasi kondisi Anda, segeralah konsultasi ke dokter untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Begini Gejala Coronavirus COVID-19 yang Perlu Anda Waspadai

Wabah COVID-19 telah menyebar ke seluruh dunia dengan cepat. Kenali beberapa gejala coronavirus COVID-19 yang perlu Anda perhatikan.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 12/02/2020

Cara Mudah Membuat Bantal Pemanas dengan Bahan-Bahan yang Ada di Rumah

Otot terasa pegal tapi malas panggil tukang pijat? Yuk,coba membuat bantal pemanas sendiri dengan bahan-bahan sederhana berikut. Mudah, cepat, dan aman.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi

5 Makanan dan Minuman Terbaik Saat Demam Agar Cepat Pulih

Saat demam, makanan dan minuman yang Anda konsumsi turut menentukan keberhasilan tubuh melawan penyakit. Apa saja makanan dan minuman terbaik untuk demam?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu

Tubuh Mulai Berkeringat, Apakah Ini Tanda Demam Akan Sembuh?

Ada yang bilang berkeringat saat demam berarti akan sembuh. Tapi, tidak ada yang bisa membuktikannya. Lalu, berkeringat saat demam itu baik atau buruk?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi demam pada anak

4 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan untuk Mengatasi Demam pada Anak

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 15/04/2020
cara alami mengatasi demam pada anak

Cara Alami Atasi Demam Anak Sebelum Pergi ke Dokter

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 09/04/2020
sakit kepala jenis gejala hantavirus

Mengenal Jenis-Jenis Hantavirus, Virus dari Tikus yang Dapat Mematikan

Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 19/03/2020
thermal scanner

Apa Alat Thermal Scanner yang Dipakai untuk Mendeteksi COVID-19?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 18/02/2020