home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apa Benar Merokok Bisa Bikin Kurus? Ini Faktanya!

Apa Benar Merokok Bisa Bikin Kurus? Ini Faktanya!

Banyak orang yang rela menjadi perokok untuk menurunkan berat badan. Ini karena katanya merokok bikin kurus. Namun, apakah hal ini benar atau jangan-jangan merokok malah bikin berat badan Anda naik?

Benarkah merokok bisa bikin kurus?

Berat badan Anda ditentukan oleh keseimbangan antara asupan kalori dan jumlah energi yang dikeluarkan. Ketika kadarnya seimbang, berat badan pun menjadi ideal.

Salah satu efek samping dari merokok adalah nafsu makan yang menurun. Itulah yang bisa menjadi penyebab turunnya berat badan perokok sehingga menjadi tampak lebih kurus.

Daripada ngemil dan makan, banyak orang sengaja memilih untuk merokok saja. Dengan begitu, asupan kalori yang diterima jadi lebih rendah daripada orang-orang yang tidak merokok.

Meskipun begitu, apabila seorang yang merokok tetap tidak mengurangi porsi atau asupan kalori dari makanan, kebiasaan tersebut mungkin tidak bikin kurus.

Masalahnya, seberapa besar efek nikotin dalam rokok untuk menekan nafsu makan berbeda-beda di tubuh setiap orang.

akibat makan rokok

Hubungan antara rokok dan penurunan berat badan

Kebiasaan merokok tidak hanya sering dikaitkan dengan penurunan berat badan hingga membuat efek kurus, tetapi juga kenaikan berat badan.

Hal tersebut terjadi karena kebiasaan merokok dapat dapat mengacaukan kerja hormon dalam tubuh, termasuk hormon yang bekerja mengatur nafsu makan dan metabolisme.

Lebih jelas, simak hubungan antara kebiasaan merokok dan perubahan berat badan berikut ini.

Merokok dapat meningkatkan metabolisme tubuh

Kebiasaan merokok dapat mempercepat proses metabolisme Anda sehingga tubuh dapat membakar kalori lebih cepat.

Hal inilah yang mungkin menciptakan anggapan bahwa merokok bisa bikin kurus dengan penurunan berat badan.

Jurnal Clinical Pharmacology & Therapeutics menyebutkan bahwa nikotin bekerja layaknya obat anti-obesitas yang mampu meningkatkan pengeluaran energi dengan memengaruhi sistem kerja metabolisme di otak.

Merokok dapat menekan nafsu makan

Nikotin yang merupakan kandungan rokok paling utama dapat meningkatkan pelepasan hormon norepinephrine, dopamine, dan serotonin oleh sistem saraf pusat.

Hormon-hormon tersebut dapat menekan nafsu makan sekaligus meningkatkan laju metabolisme. Ini otomatis dapat menurunkan berat badan.

Meskipun begitu, jurnal Clinical Pharmacology & Therapeutics juga menyebutkan bahwa pengaruh nikotin terhadap hormon tersebut juga dapat meningkatkan nafsu makan dan menurunkan metabolisme.

Itu sebabnya jurnal tersebut menyebutkan bahwa hubungan nikotin dengan pelepasan hormon oleh sistem saraf pusat merupakan hal yang rumit.

bahaya asap rokok

Kedua hal di atas mungkin adalah jawaban mengapa sejumlah penelitian mencatat bahwa orang yang merokok cenderung punya skor BMI (indeks berat badan ideal) yang lebih rendah dibandingkan orang yang tidak merokok.

Namun, merokok bukanlah metode diet atau bikin kurus yang dianjurkan kalau Anda ingin mendapatkan bentuk tubuh impian.

Lagipula risiko kesehatan dari merokok tidak sebanding dengan kehilangan beberapa kilogram di timbangan.

Merokok juga bisa meningkatkan berat badan

Nyatanya, bukannya bikin kurus, merokok justru bisa membuat berat badan Anda naik. Bagaimana bisa?

Penelitian yang dipublikasikan di Plos One menunjukkan bahwa perokok berat justru lebih rentan mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.

Salah satu penyebabnya mungkin karena kebiasaan merokok dapat mengganggu indera pengecap Anda di mulut.

Akibatnya, ketika makan atau minum, Anda sudah tidak bisa menikmati rasa makanan seperti dulu lagi. Anda pun jadi tergoda untuk menambahkan bumbu, seperti gula.

Padahal, kelebihan kadar gula akan disimpan jadi cadangan lemak dalam tubuh. Ini yang akan membuat berat badan Anda bertambah.

timbangan kesehatan

Selain itu, sejumlah penelitian membuktikan bahwa perokok cenderung lebih gampang ngidam makanan berlemak yang kalorinya tinggi seperti gorengan dan junk food.

Ditambah lagi, ada fakta kalau banyak perokok kurang berolahraga serta kurang asupan nutrisi dari sayur dan buah. Hal-hal tersebut akhirnya membuat seorang perokok rentan kelebihan berat badan.

Coba pikir-pikir lagi kalau Anda ingin merokok demi menurunkan berat badan. Selain tidak dijamin kalau merokok bikin kurus, berat badan Anda justru bisa bertambah karenanya.

Lebih baik Anda fokus menjalani gaya hidup sehat yang lebih aman.

Masih banyak cara sehat lain yang bisa Anda tempuh untuk mencapai berat badan ideal, misalnya dengan berhenti merokok, berolahraga, menjaga pola makan sehat, dan cukup tidur.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Audrain-McGovern, J., & Benowitz, N. (2011). Cigarette Smoking, Nicotine, and Body Weight. Clinical Pharmacology & Therapeutics, 90(1), 164-168. doi: 10.1038/clpt.2011.105

Jitnarin, N., Kosulwat, V., Rojroongwasinkul, N., Boonpraderm, A., Haddock, C., & Poston, W. (2011). The Relationship Between Smoking, Body Weight, Body Mass Index, and Dietary Intake Among Thai Adults. Asia Pacific Journal Of Public Health, 26(5), 481-493. doi: 10.1177/1010539511426473

Dare, S., Mackay, D., & Pell, J. (2015). Relationship between Smoking and Obesity: A Cross-Sectional Study of 499,504 Middle-Aged Adults in the UK General Population. PLOS ONE, 10(4), e0123579. doi: 10.1371/journal.pone.0123579

Encyclopedia, M., & do, W. (2021). Weight gain after quitting smoking: What to do: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved 28 May 2021, from https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000811.htm

Clair, C., Chiolero, A., Faeh, D., Cornuz, J., Marques-Vidal, P., & Paccaud, F. et al. (2011). Dose-dependent positive association between cigarette smoking, abdominal obesity and body fat: cross-sectional data from a population-based survey. BMC Public Health, 11(1). doi: 10.1186/1471-2458-11-23

Murphy, C., Rohsenow, D., Johnson, K., & Wing, R. (2018). Smoking and weight loss among smokers with overweight and obesity in Look AHEAD. Health Psychology, 37(5), 399-406. doi: 10.1037/hea0000607

Stop smoking without putting on weight. (2018). Retrieved 28 May 2021, from https://www.nhs.uk/live-well/quit-smoking/stop-smoking-without-putting-on-weight/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui seminggu yang lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x